Reflection

What is Your Pride?

Umur udah berapa? Ehh maaf, nanya-nanya umur, macam gak sopan aja ya?

Karena untuk sebagian orang, kadang sensi ditanya umur. Kalo saya mah, kagakkk! Tapi kalo ditanya berat badan, agak-agak sensi lah 😛

Okey, saya sekarang 31 tahun, eh lah salah ketik, 37 tahun maksudnya! Beneran ini, tanpa rekayasa, ngetiknya 31. Mmm jangan-jangan itu  yang diinginkan alam bawah sadar saya? Wkwkwk

Nah di umur sekarang, udah merasa cukupkah dengan prestasi hidup masing-masing? Tiap orang pasti jawabannya beda-beda, ada yang merasa sudah, ada yang cukup, dan pasti ada yang masih saja merasa kurang dan pengen terus mengejar prestasi demi prestasi.

Iya, dengan prestasi, orang menjadi lebih percaya diri, bangga dengan apa yang diraihnya. Tentu aja, tiap orang pun beda-beda bentuk kebanggaannya.

Sebagian mungkin lebih bangga dengan karir yang telah dibangunnya sejak muda.

Sebagian yang lain, bisa jadi lebih bangga dengan bisnis yang dirintisnya hingga sukses seperti saat ini.

Sebagian juga bisa bangga dengan prestasinya membuat karya, entah itu lagu, entah itu buku, hingga resep harian yang dibuat spesial untuk keluarga, inipun sebuah pencapaian, sebuah kebanggaan.

Bagi beberapa orang, dengan jalan-jalan keliling Indonesia ataupun ke luar negeri setahun sekali, bisa dibilang sebagai kebanggaan tersendiri.

Jaman masih muda dulu, ya kisaran usia belasan hingga 20 tahunan, saya pernah membayangkan, kebanggaan saya adalah ketika saya sukses di kantor, lalu bergeser menjadi seorang pengusaha sukses itulah kebanggaan.

Dan ternyata setelah masuk usia 30 tahun, 35 tahun, semuanya itu bergeser ke arah yang saya tidak pernah prediksi ataupun impikan sebelumnya. Kebanggaan saya saat ini adalah ketika suami saya sukses di kantor dan anak-anak punya prestasi di sekolah maupun luar sekolah. 

Iya sesimple itu, yang bagi saya dulu malah tidak terpikir sama sekali. Saya hanya berpikir ke diri saya, saya mau apa, gimana, dan harus apa untuk mengukir prestasi berikutnya? Atau minimal supaya bisa eksis dengan aktivitas tertentu?

Hingga satu masa, saya mendapati beberapa orang tua murid yang terlalu asyik dengan diri mereka, kegiatan mereka, hingga sering beralasan: “Repot Mba, kalo harus anter wara-wiri anak-anak buat les ini itu”. Sementara kalo untuk acara kongkow dan arisan bejibun bisa dijabanin.

Disinilah saya merenung, saya selama ini gimana ya? Bangga atas hal apa? Bukannya ini saatnya saya fokus untuk membantu suami dan anak-anak makin tumbuh & berkembang? Astaghfirullah, saya rupanya terlalu asyik dengan dunia saya, sampai lupa, bahwa ada elemen-elemen penting dalam hidup yang lebih perlu saya prioritaskan.

Dan taukah, setelah saya punya komitmen seperti ini, hati ini berasa lebih tenang dan nyaman. Lalu apakah saya berhenti mengejar impian saya? Pastinya saya terus bergerak, tapi kalo sekarang lebih sejalan dengan aktivitas anak-anak.

So, what is your pride? Have you been proud with your pride?

 

 

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

39 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *