Parenting

Tips Anti Ribet Mengurus Kepindahan Sekolah Anak

Ini merupakan postingan lanjutan, dari postingan sebelumnya tentang anak mbarep yang diterima sekolah di Labschool Cibubur. Artinya dengan kepindahan si Kakak, otomatis anak wedhok alias adiknya ikutan pindah sekolah juga. Hanya saja bedanya, kalau Β Ical lanjut ke jenjang pendidikan SMP, sementara Sasha masih SD dan pindah dari kelas 1 ke kelas 2. Kenapa pindahnya gak pas Sasha masuk SD aja? Lumayan tuh kan, uang masuk ke SD sebelumnya? Yes, pertanyaan ini banyak muncul dari saudara/ ibu wali murid di tempat anak-anak sekolah.

Ya karena memang sudah jalannya begini yaaaa Bapak & Ibu sekalian, manusia boleh berencana, Allah juga yang menentukan. Ketika akhirnya *mendadak* harus pindah, artinya proses adaptasi mau gak mau segera saya dan anak-anak lakukan. Sebelum cerita tentang adaptasi saya maupun anak-anak ke Jakarta, saya pengen share terlebih dulu tentang proses mengurus pindahan sekolah Sasha dari Jogjakarta ke Jakarta.

Sasha sekolah di swasta dan pindah ke sekolah swasta, tapi saya pikir tidak akan jauh beda dengan mengurus sekolah negeri. Karena saya dulu pun, jaman sekolah juga termasuk yang cukup sering pindah kota dan tentunya pindah dari sekolah negeri di kota A ke kota B. Jadi lumayan hafal dengan prosedur apa saja yang perlu dilakukan. Melihat dan ikut Ibu saya wira-wiri kesana kemari nyari sekolah yang available, sampai ke Dinas untuk ngurus surat, yang jaman dulu ini amat sangat ribettt dan butuh waktu gak cuman sehari dua hari.

Bersyukur banget sebenernya, kalau sekarang kita ngurus pindahan anak sekolah, lini lembaga pemerintahan di bidang pendidikanΒ sudah cukup gesit dan cepat dalam membantu proses administrasi kepindahan sekolah.

Lalu, apa saja prosedur mengurus pindah sekolah?

1. Usahakan cari informasi sekolah tempat anak-anak pindah nantinya, jauh hari sebelum pindah, at least beberapa bulan sebelumnya. Saya sempat mendatangi beberapa sekolah negeri, tapi informasinya memang kami baru bisa mendaftar setelah kepastian apakah anak kelas 1 di sekolah tersebut ada yang pindah atau tidak. Alias ada bangku kosong atau tidak di kelas 2. Karena masih mikir si Kakak yang juga cari SMP, maka saya & suami pun akhirnya sepakat menyekolahkan Sasha di sekolah swasta (lagi), kebetulan 1 yayasan dengan kakaknya. Sekolah juga berdekatan, jadi akses antar jemputnya pun lebih efektif

2. Setelah mencari informasi sekolah dan bahkan mendapatkan/ mendaftar sekolahnya, segera informasikan ke pihak sekolah sekarang untuk memberikan info bahwa kelas berikutnya, anak kita sudah tidak sekolah di sekolah itu lagi.

Kenapa perlu sounding ke pihak sekolah kalau anak kita mau pindah?

Pertama, untuk urusan secara administratif
Pihak sekolah akan memberikan surat pindah yang ditandatangani sekolah, lalu kita urus ke Dinas Pendidikan setempat untuk mendapatkan semacam surat pengesahan bahwa anak kita pindah sekolah.

Kedua, untuk urusan keuangan
Secara Sasha di sekolah swasta yang tiap tahunnya ada biaya tahunan semacam perpanjangan, maka perlu segera saya infokan, supaya tidak membayar lanjutannya lagi. Kan lumayan bok uangnya, buat bayar sekolahnya yang baru πŸ˜€

3. Bawa surat pindah yang sudah disahkan pihak Dinas ke sekolah anak kita yang baru, biasanya dilengkapi dengan dokumen anak dan keperluan lainnya. Untuk itulah, perlu siapkan dulu segala dokumen-dokumen yang acap kali dibutuhkan, seperti akte, KK, fotokopi raport, kadang juga ada pas foto entah itu ukuran 2×3, 3×4 atau 4×6, sesuai dengan aturan sekolahnya. Jadi memang pastikan, ketika kita survey sekolah, sekaligus catat dengan akurat, dokumen apa saja yang diperlukan untuk mengurus pindahan dari sekolah lama dan menuju sekolah tersebut.

Untuk masing-masing proses pengurusan dari 3 poin diatas, poin 2&3 hanya butuh 1×24 jam aja, gak pake ribet, asal dokumen lengkap maka bereslah urusan!

Yang memakan waktu lebih lama itu justru di poin pertama, saat kita survey sekolah baru, mencari ada bangku kosong atau tidak, kalau saya ditambah dengan mengajak anak langsung ke lokasi, biar bisa lihat ekspresi anak ketika ikut survey dan menganalisa beberapa calon sekolah barunya.

Yang paling penting dari seluruh proses pindahan sekolah anak, sebenernya proses adaptasinyalah yang jadi PR paling besar, baik buat kita sebagai orang tua maupun si anak yang menjalani.

Nah, kalau proses adaptasi sekolah baru ini, nanti saya bahas di postingan berikutnya ya, setuju?

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *