Parenting

Tanggung Jawab Sedari *Dini*

DSCN1361Juli 2013, si Kakak, Ical masuk kelas 1 SD untuk pertama kalinya. Belum genap 7 tahun tepat usianya, dan Ical kembali melanjutkan ke Perguruan Budi Mulia 2 Pandean Sari, sebuah pilihan dari hasil diskusi kami bertiga, Ical, saya dan suami.

Sedari kecil, saya dan suami senang mengajak anaklanang kami ini untuk diskusi dan mengemukakan pendapatnya. Kami juga sadar banget kok, mungkin di mata banyak orang, kok terlalu gimana gitu ketika menyerahkan keputusannya pada anak, bukan orang tuanya.

Justru dari sinilah, kami yakin, sedari dini Ical belajar tentang konsekuensi dan konsistensi tentang apa yang dipilihnya. Seperti halnya ketika Ical memilih ekskul drumband di TK, ya pernah juga sempat minta pindah karena melihat teman-temannya ada yang ikut ekskul lain. Lalu saya ingatkan saja, bahwa ini adalah keputusan yang Ical buat, jadi yuk mari belajar tanggungjawabnya.

Seperti halnya, ketika Ical lebih memilih meneruskan les piano electonenya di Yamaha Music ketimbang les gambarnya di Global Art, atau ketika memilih hanya ikut Holiday School Program saja di sebuah lembaga les bahasa inggris, bukan melanjutkan ke kelas regularnya, ataupun ketika Ical memilih SD, setelah survey baik online maupun offline, Ical memilih untuk tetap di BMD Pandean Sari.

Keputusan selalu bergandengan erat dengan Tanggung Jawab

Inilah yang saya dan suami tularkan ke anak-anak kami, Ical dan Sasha. Meski hanya memilih warna baju, warna sepatu, kaos kaki, keputusan akhir ada pada mereka. Sesekali kami memberikan saran, seperti halnya kaos kaki dengan warna lebih gelap, supaya tidak terlihat kotor sekali, secara Ical jarang mau membuka kaos kakinya ketika di kelas saat sepatu dilepas, selebihnya tentang model dan warna, Ical yang pilih. Saya selalu perhatikan, binar-binar di mata Ical, saat saya atau suami mengijinkan Ical membuat keputusan. Terlihat dan terasa banget, ada PRIDE disana, ada sense of belonging yang besar disana. Sejatinya, hidup ini selalu penuh dengan pilihan. Dan Insya Allah, saya dan suami ingin mempersiapkan bekal untuk anak-anak kami, menjadi seorang Decision Maker. Sebuah keputusan tidak harus benar terlebih dahulu atau selalu tepat, tapi pengalaman melatih “tanggung jawab” itulah yang tidak bisa terbayar oleh apapun.

Happy Parenting Mom, Dad πŸ˜‰

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *