• Entertainment

    Masih Suka Dengar Radio?

    Masih ada yang suka dengerin radio? Kalau saya sih masih, terutama pas anter jemput anak-anak sekolah/ les, di momentum ini radio jadi teman terbaik saat nyetir. Apalagi perjalanan di Jakarta yang minimal 30-40 menit sekali jalan, daripada manyun dan cengok lihat kemacetan, mending sambil denger radio. Untuk saat ini, ada 2 stasiun radio yang saya suka dengerin. Pertama, Jak FM, ini yang paling rutin dari mulai berangkat sekolah sampai pulang sekolah. Lagu-lagunya asik, penyiar-penyiarnya juga kelas kakap semua, dari mulai Ronald, Tike, Melissa, yang bener-bener klop ngisi pagi hari. Kedua, Radio Elshinta, yes ini radio berita, biasanya sih dengernya pas ada kejadian-kejadian tertentu aja, seperti waktu listrik padam sejabodetabek, nah…

  • Entertainment

    Radio is My Best Music Playlists

    Musik, sepertinya sudah melekat di diri saya bahkan sebelum saya lahir. Adalah Bapak almarhum, yang senantiasa mendengarkan lagu era 60-80an melalui gramaphone. Alat musik yang khusus memutarkan audio melalui piringan hitam. Pernah suatu kali saya menemukan tumpukan piringan hitam cukup banyak, dan semuanya adalah koleksi Bapak, mulai dari Benyamin S, Elvis, Frank Sinatra, dan musisi-musisi terkenal di masanya. Saat kecil, saya juga sering melihat Bapak menyanyi lagu-lagu favoritnya. Selalu kagum dengan suara beliau, yang ngebass, merdu dan menggetarkan siapapun yang mendengarnya. Kebiasaan ini juga, yang membuat saya dan kakak-kakak saya suka dengan musik. Tapi sepertinya, sayalah yang paling menikmati musik sampai sekarang. Meski saya yang paling gak bisa alat musik…

  • Lifestyle

    Yang Selalu Menjadi Kenangan

    Seingat saya, dari kecil saya gak pernah punya cita-cita seperti anak-anak lainnya. Di tengah teman-teman saya ditanya pengen jadi apa? Sebagian besar menjawab, pengen jadi Dokter, Polisi, Tentara, atau profesi-profesi umum yang sangat dikenal di masyarakat luas. Kelas 4-6 SD, adalah momentum. Mulai kenal diary, mulai suka nulis puisi-puisi cinta ala-ala abegeh, mulai baca novel-novel kala itu. Tapi belum terbersit pengen punya buku atau jadi penulis. Ketika jelang lulusan kelas 6, Bapak membelikan radio, dan disinilah salah satu percikan utama, pengen jadi penyiar. Mendengarkan radio tiap hari, sebelum berangkat sekolah, sepulang sekolah sampai jelang waktu tidur. Bahkan dibela-belain tidur jam 12 malam, kalo ada penyiar favorit sedang siaran. Suatu hari,…