Perempuan itu bernama, Iswandari

Sabtu, 10 Maret 2018, saat sholat dhuhur di rakaat ke-2, saya mendengar ibu menerima telpon, dan gak butuh waktu lama, beliau terdengar menangis. Bukan hanya tersedu, tapi juga menangis cukup keras. Saya pun mempercepat sholat, karena hati ini makin tak tenang. Ya, selama semingguan terakhir, entah kenapa perasaan saya gak nyaman sama sekali. Dan sabtu siang ini, terjawab lewat tangisan ibu saya

“Na, Mbak Ririn Na…”, begitu ucap Ibu dengan masih terisak cukup histeris. Belum sempat saya bertanya, Ibu bilang, “Mbak Ririn kecelakaan, terus meninggal”. Seketika dunia terasa berhenti beberapa saat, sama seperti ketika saya berada di ruang ICU Rumah Sakit MMC beberapa tahun lalu, saat kakak pertama laki-laki saya juga mendadak meninggal dunia di usia hampir 41 tahunContinue reading