Parenting

Belajar Membaca? Mulai Kapan?

Sejak si kakak maupun si adek masuk SD, Alhamdulillah sudah bisa membaca. Meski sebenernya tidak ada target khusus dari saya pribadi ataupun suami untuk *mensegerakan* anak bisa membaca

Yang saya lakukan hanya hal-hal sederhana, seperti mendongeng sebelum anak-anak tidur, terutama di 5 tahun pertama usianya. Dongeng atau cerita yang saya sampaikan, dengan membaca buku atau saya ceritakan ulang apa yang sudah pernah saya baca, atauuuu kadang juga saya agak-agak *ngarang*, misal seperti “Kancil Kapok Pergi ke Mall”. Hahhaa iyaa memadukan beberapa unsur fabel dan hal-hal kekinian, dan menyelipkan pesan moral di dalamnya

Kebiasaan bercerita sebelum tidur ini, ternyata bisa memancing anak untuk penasaran belajar membaca. Bahkan sering juga, baik si kakak ataupun adek, meminta buku yang sedang saya bacakan saat cerita belum selesai. Ya sekedar untuk melihat gambar-gambarnya ataupun menunjuk ke gambar yang ada, bertanya ini apa dan itu apa

Beberapa sistem sekolah di Indonesia memang mengwajibkan anak yang masuk SD untuk sudah bisa membaca, meski itu bukan aturan resmi & tertulis. Dannnn ini nih yang bikin sebagian orang tua yang pernah saya temui, menjadi cukup panik ketika tau anaknya yang bentar lagi masuk SD, kok belum bisa baca. Akhirnya berbondong-bondong untuk men-les-kan anak membaca

Saya pernah mencoba anak kedua saya, Sasha untuk masuk di kursus membaca & menulis di Cahaya Bintang, tapi cuma masuk 2-3x aja. Basically, nyoba aja, karena pas ada diskonan musim liburan. Tetep ya emak-emak, diskonan is the best! 😀

Selebihnya, saya lebih banyak ajak bermain aja di rumah, sambil sedikit-sedikit belajar mengenal huruf & angka. Dan ketika masih masa-masa merangkak, saya beli *eva mat* yang ada gambar-gambar serta huruf dan angka, jadi sambil si kecil merangkak dan menjelajah mat ataupun nyopot bagian-bagian mat, disinilah saat yang paling asik untuk bermain sambil belajar. Mat ini juga dulu dipake kakaknya, jadi tinggal disimpen aja terus dipake sama adeknya, hehe. *asas irit*

Banyak pendapat berkembang tentang kapan waktu yang tepat untuk anak belajar membaca. Ada yang kekeh sumekeh, bahwa membaca itu nanti ajaa, gak usah terburu-buru, supaya anak tetap dalam zona bermainnya. Ada juga yang berpendapat, sebaiknya segera belajar membaca aja, supaya pas SD tidak keteteran ngejar pelajaran

Kalo buat saya, waktu yang tepat itu yaaaa ketika si kecil siap. Nah pertanyaannya, kapan ia siap belajar membaca?

Jawabnya adalah seberapa cepat juga kita menstimulasi, dengan hal-hal yang simple, menyenangkan, dan tanpa target. Plis deh, anak kecil gak usa pake ditarget-target segala, let them enjoy! Biarkan mereka bermain sambil belajar, dan belajar sambil bermain

Selain dengan mendongeng setiap hari ke anak, ataupun cara memakai mat yang saya utarakan di atas, kita juga bisa mengenalkan betapa menyenangkannya mengenal huruf & angka melalui nyanyi bareng. Tenang, gak perlu suara merdu kok, karena otak si kecil bukan merekam merdu atau tidaknya, tapi lebih kepada proses otak menerima informasi. Apalagi jika hal-hal sederhana ini kita ulang-ulang dan terusss ulang

Dan tentunya memang kitanya butuh sabar yaaaa Mom & Dad, karena tiap anak berbeda-beda. Tiap anak unik cara belajarnya. Samalah seperti kita orangtuanya, kadang kita bisa menyerap sesuatu hal dengan cepat, kadang juga lambat. Anak kita juga sama *manusiawinya* seperti kita, butuh waktu dan proses 🙂

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *