Blogging & Writing

Sempat Mau Mundur Sih, Tapi…

ODOP dengan tantangan One Day One Post seleksi tahap pertama, dengan aturan yang cukup ketat ini, segera berakhir? Appaaaa?

Saya harus senang atau sedih?

Seharusnya saya senang, karena gak ada lagi yang ngopyak-ngopyak utang menulis di blog. Seharusnya saya senang, karena gak perlu lagi bingung, mau bikin tema apa lagi ya buat seminggu kedepan. Seharusnya saya juga senang, karena gak perlu lagi ada tugas kunjungan ke blog kesana kemari, mana kadang blog yang dikunjungi itu pakai moderasi gambar, dan bikin berkali-kali usaha baru berhasil komen.

Seharusnya saya senang.

Tapi kok aneh ya?

Pertama masuk ke kelompok ini, awalnya gak sengaja aja. Lihat postingan di instagram, terus saya daftar. Karena memang itu timing yang pas saat saya mulai bangkit untuk ngeblog lagi.

Setelah terseleksi, para peserta dimasukkan ke dalam group WA besar, yang berisi ratusan peserta. Mmm saya lupa tepatnya berapa. Kesan pertama saya adalah, ini sebuah group yang serba gratisan, tapi aturannya ternyata ketat juga ya.

Di awal banget, udah diwanti-wanti. Gak peduli siapa pesertanya, mau penulis buku kek, mau blogger terkenal kek, mau siapa kek yang sudah tersohor, tapi kalo gak manut sama aturan, ya bakal didepak dari group!

Deh, Sadiissss!

Ehhh tapi saya justru suka yang begini! Hahaha.

Iya lah, tiap hari 1 postingan, gila gak tuh! Seumur-umur saya ngeblog, belum pernah rasanya ngeblog tiap hari posting begitu. Lah ini di komunitas ODOP kita wajib loh nulis everyday tiap hari, dan kalo bolong artinya kita punya hutang yang wajib dilengkapi. Kalo gak gimana? Ya sudah, depak dari group. Mmm kasarnya bahas saya, DEPAK?

Ya maksudnya dimohon dengan hormat untuk tidak lanjut lagi ODOP batch ini, dan masih boleh kok ikut dibatch berikutnya.

Mmm hormat? Rasa hormat gitu?

Malah yang ada, rasa gak hormat itu ada pada beberapa peserta, yang entah baper, entah kaget dengan segala aturan yang ada, entah males dengan pernak-pernik prosedur, jadinya keluar dari group tanpa pamit. LEFT aja gitu.

Meski ada juga sih beberapa yang pamitan secara langsung di group, karena punya kesibukan di luar yang tidak memungkinkan untuk meneruskan aktivitas posting tiap hari bersama ODOP.

Psttttt jujur, awalnya saya mau mundur sih 😀

Ini nih alasannya,

Karena adanya aturan menulis yang harus sesuai KBBI. Duh malesss banget bok! Jangankan ngeblog pake aturan macam kaidah begini, waktu skripsi aja males, wkwkkwk

Terus terus, saya perhatikan, ini kenapa rata-rata pada nulis fiksi ala-ala sastra gitu ya? Beda banget sama style saya, yang cas cus cis dalam tiap postingan di blog.

Lalu haruskah saya lanjut? Ataukah mundur?

Sambil tetap jalanin dengan posting tiap hari, lah kok malah bikin ketagihan! Ilmu menulis serba berkaidah ini kok ternyata nagih. Mungkin ini yang disebut, Tresna Jalaran Soko Kulino. Cinta karena terbiasa.

Yes, begitulah. Apalagi dengan sikap para PJ di Pulau Bungin, Kapten Lutfi & Kapten Setya, tempat saya dan beberapa teman bermukim dan belajar bersama, mereka berdua begitu tegasnya menghadapi para peserta. Love Love Love.

Termasuk berani loh, di usia mereka, ehhh berapa sih usianya? Yang jelas lebih tua saya lah. Iya di usia mereka, jadi admin sebuah group WA, dengan beragam usia, tetap berani menegakkan asas keadilan dan aturan yang ada. Cyakeppppp!

Setelah ini, kami para peserta akan dinyatakan lulus dari tahap pertama, dan lanjut di tahap kedua. Dan tentunya kelompok Pulau Bungin dan pulau-pulau lainnya pun harus segera ditutup. Hiks.

Tuh kan, awalnya sebel, sekarang bisa jadi rindu nih. Uhuk.

Terimakasih para PJ Pulau Bungin yang tersayangggggg, sukses dunia akhirat!

Terimakasih ODOP! Dengan ikut di komunitas ini, saya jadi aktif ngeblog lagi, blog jadi subur lagi dengan postingan-postingan yang lama menghilang. Dannn Alhamdulillah, mulai ikut kecipratan beberapa jobnya para blogger, ikut komunitas penulis artikel yang sebentar lagi juga akan melahirkan buku Antologi, dan Insya Allah beberapa project kedepan, yang menjadikan hobby seorang IRT 2 anak ini, bisa mewujudkan impian setapak demi setapak.

Kalau boleh saran, mungkin untuk batch selanjutnya, para pemateri yang mengisi tiap senin dan jumat, bisa menggunakan SLIDE gambar, suara dan juga tulisan. Jadi biar lebih hidupppp! Gimanapun, ada beberapa orang yang memang lebih menangkap materi dengan tulisan, ada pula yang lebih mudah menangkap ilmu melalui gambar, dan beberapa juga lebih nancep kalau menggunakan suara.

Dannn berikutnya, kami dari  berbagai pulau, akan bergabung dalam group sesuai dengan pilihan. Fiksi atau Non Fiksi. Saya milih apa? Non Fiksi pastinya, mmm meski genre horror untuk milih fiksi kadang terngiang-ngiang juga!

Over all, sukses terus buat ODOP! Makin jaya! Makin majuuuu dan bermanfaat untuk sesama. Terus menulis. Terus berkarya 🙂

 

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *