Review Fuji Film X-T100, Layak Disebut Jagonya Mirrorless Kelas Menengah?

Seneng banget, ketika dapet kesempatan untuk belajar bareng dengan KEB (Kumpulan Emak Blogger) Jogja pada hari Minggu, 12 Mei 2019. Lebih seneng lagi, karena juga punya kesempatan untuk belajar langsung dari salah satu fotografer senior, Mas Agung Tosol, tentang basic ilmu photography.

Yes, di sesi pertama, kami para blogger, berkumpul terlebih dulu di Fuji Film Learning Centre Jogjakarta, yang berlokasi di Jl. C Simanjuntak, tepatnya di dalam area YAP Square, atau mudahnya dekat dengan Karita dan Pands Collection. Fuji Film Learning Centre area Jogja sendiri, akan melangsungkan launching pada 20 Mei 2019. Jadilah kegiatan kolaborasi KEB, Fuji Film Indonesia, dan didukung Gudang Digital yang saya ikuti ini, ibaratnya semacam pre-launching sebelum acara intinya.

KEBelajar Fotografi Bersama Fuji Film Indonesia

Mengangkat tema “Malioboro Explore”, tentu gak jauh-jauh dengan membidik gambar-gambar cantik di area pusat kota Jogja yang cukup terkenal ini. Jadilah, setelah selesai mendapatkan sedikit banyak materi dari Mas Agung Tosol, kami para blogger bergegas ke titik point yaitu Hotel Neo Malioboro untuk berkumpul dan kemudian menyebar di kawasan Malioboro.

Alhamdulillah, Minggu sore tersebut, cuaca sangat bersahabat. Tidak terlalu panas, tidak pula hujan ataupun mendung. Cahaya pun tidak terlalu terik ataupun teduh. Jadilah suasana yang sangat pas dan mendukung untuk aktivitas memotret. Spesialnya lagi, kami punya kesempatan untuk memakai salah satu produk kamera mirrorless unggulan dari Fuji Film, yaitu X-T100.

Fuji Film X-T100, Sekeren Apa?

Sensasi saat memegang kamera mirrosless Fuji Film X-T100 tentulah agak berbeda ketika memegang kamera lama punya suami, yaitu Nikon DSLR. X-T100 lebih mungil, lebih handy (mudah dibawah) dan berasa pas banget di tangan. Belum lagi, ketika dipakai untuk memotret, berasa lebih mudah, kinerja yang mumpuni, dan tentunya gambar yang ciamik cantik. Jika ingin merasakan sensasi ala fotografer profesional, kita bisa pakai Mode M, yaitu Manual, disini kita benar-benar diuji kemampuan mengatur exposure yaitu tingkat gelap dan terang sebuah foto. Dari mulai aperture, shutter speed dan juga ISOnya.

Pic by: IG @ceritamakvee

Tapi ketika kita pengen lebih praktis dan hasil lebih cepat, maka kita pakai Mode SR+, yang sangat memudahkan kita menjepret, karena mode ini memang sudah mengatur secara otomatis tingkat exposure yang dibutuhkan untuk menghasilkan hasil gambar yang maksimal.

Intinya mah, ini kamera keren banget! Bisa dibilang, salah satu yang terbaik di kelasnya. Nah, jika bicara kelas, kamera X-T100 ini masuk dalam kelas menengah. Dibanderol dengan harga 9 jutaan (body kit only) dan ketika dipaketkan dengan lensa Kit XC 15-45mm f/3.5-5.6 power zoom dibanderol harga hampir 11 juta rupiah. Ya, seperti kita tau, diatas kamera ini, masih ada kamera harga diatas 20 jutaan yang masuk dalam segmen kelas atas.

Kamera ini sangat comfort, karena mungkin saya bandingkan dengan kamera DSLR milik suami, yang beberapa kali saya coba pakai untuk aktivitas lomba-lomba motret di instagram. Tapi ketika saya baca ulang di beberapa artikel tentang perbandingan X-T100 dan kamera sejenis dengan harga yang tidak jauh berbeda, Fuji Film X-T100 memang benar-benar memukau. Dalam detik(net) disebutkan bahwa Fujifilm mengklaim X-T100 punya baterai yang tahan lama, bisa dipakai untuk memotret hingga sekitar 430 foto. Bahkan tidak ketinggalan fitur konektivitas yang tersedia meliputi Bluetooth dan WiFi.

Saya sendiri juga sempat menjajal memindahkan foto dari kamera X-T100 langsung ke smartphone saya melalui aplikasi yang saya unduh terlebih dahulu. Kecepatan transfer fotonya tentu membutuhkan dukungan internet stabil juga. Tapi so far, saya puas sih, gak perlu repot mindah ke laptop atau komputer terlebih dulu.

Untuk Hasil Jepretan Fuji Film X-T100 gimana?

Bening! Saat menjajal dengan mode Manual, saya coba mencari-cari exposure yang tepat, kadang bisa membidik dengan cahaya yang ok, kadang pula perlu menjajal beberapa kali hingga mendapatkan hasil maksimal.

Selain bening, hasilnya tentu saja tajam! Dan tanpa usaha ngos-ngos-an seperti saat memakai DSLR. Kecepatan mengambil satu gambar ke gambar lain pun lumayan cepat.

Nah ini hasil beberapa foto yang saya ambil dengan Fuji Film X-T100, saat event Malioboro Explore bersama KEB Jogja & Fuji Film Indonesia.

Yang gak disangka-sangka, ternyata salah satu foto saya masuk sebagai 3 terbaik dari peserta blogger yang ikut pada acara tersebut. Alhamdulillah. Jadi makin pengen belajar khusus tentang dunia fotografi nih. Nabung dulu yaaaak! 😀

Nah, teman-teman ada yang pernah pakai kamera Fuji Film? Khususnya X-T100 ini? Gimana sensasinya? Sharing yuk! Atau selama ini pakai kamera favorit apa?

12 thoughts on “Review Fuji Film X-T100, Layak Disebut Jagonya Mirrorless Kelas Menengah?

  1. Seneng ya mbak bisa cobain kamera ini, hasilnya pun bagus…
    Kalau boleh kasih saran, tampilan hasil jepretan mbak inna dibesarkan mb… soalnya klo kecil2 gitu kurang jelas…

  2. Hikz, saya mah kamera hp aja. Kagak ngerti pakai kamera DLSR seperti itu. Pernah sih, ikut kelas fotografi, tetapi malah ribet sendiri lihatnya. Yah, udah, saya nulis aja, deh. (emang gak bakat kali, ya…)

  3. Seneng banget ya kalau bisa belajar motret langsung sama ahlinyapalagi bisa langsung praktek. Saya sih belum pernah motret pake kamera, biadanya cuman pake kanera hape aja. Itu juga masih belajar dan hasilnya belum bagus dan yang sayaa doto paling makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *