#MondayMovie,  Entertainment

Resensi Film “Before We Go”, Besutan Chris Evans “Captain America” Sebagai Sutradara

Chris Evans, jadi pemain film? Ini mah udah biasa

Tapi ketika si ganteng pemeran ikonik Steve Rogers “Captain America” sebagai leader para Avengers ini menjadi seorang sutradara, kira-kira gimana filmnya?

Film berjudul Before We Go, bukan film dengan budget besar, dengan pemain yang centralnya juga hanya ke beberapa karakter saja, apakah Chris Evans berhasil mendirect film ini sebagai salah satu film drama romantis yang bikin kaum hawa lintas generasi jadi baper?

Well, film ini bermula ketika seorang perempuan yang tergopoh-gopoh mengejar kereta, lalu handphonenya pun jatuh dan rusak. Alhasil di perempuan yang bernama Brooke Dalton, diperankan Alice Eve, tertinggal kereta. Seorang laki-laki yang tengah memainkan terompet di salah satu sudut stasiunlah, menemukan handphone Brooke Dalton yang sudah rusak, berusaha mengejar si pemilik handphone tersebut.

Singkat kata, mereka pun berkenalan. Yap, dan lelaki itu adalah Nick Vaughan, diperankan oleh Chris Evans yang juga bertindak sebagai sutradara film ini. Perkenalan singkat, yang ternyata sekelibat membuat Nick *menaruh rasa* pada Brooke. Love at the first sight? Bisa jadi inilah yang ingin disampaikan dalam film ini.

Cinta kilat pada pandangan pertama, meski belum pernah kenal sama sekali.

Lalu bagaimana dengan Brooke? Apakah ia menaruh rasa yang sama pada Nick? Mmm, tidak semudah itu jenderal! Ya, namanya insting perempuan, butuh waktu untuk percaya pada orang asing. Apalagi disini dikisahkan, Brooke sebelumnya tasnya dicuri orang, hanya handphone yang ia punya, sampai akhirnya jatuh dan rusak.

Pantas kalau di scene awal, meski Nick terlihat tulus ingin membantu, tapi Brooke masih belum sepenuhnya percaya. Bahkan, ketika awal berkenalan, Brooke memperkenalkan dirinya dengan nama lain.

What can I say about this movie is, film ini manis. Yes, terlalu manis bahkan. Film Before We Go yang tayang tahun 2015 ini, menyuguhkan sisi Chris Evans yang vulnarable banget. Rapuh, but still sweet. Masalah cinta yang Chris hadapi, bertemu dengan Brooke yang juga ternyata sudah punya pasangan dan segala kompleksitas masalah rumah tangganya, membuat penonton bertanya-tanya, kira-kira bagaimana kisah mereka selanjutnya?

Apakah cinta yang sudah Nick rasakan di awal pertemuan, hanya akan bertepuk sebelah tangan? Ataukah disambut dengan cinta yang sama murninya oleh Brooke?

Film ini memang hanya berkutat pada percakapan 2 karakter utama, yaitu Nick & Brooke, yap sebagian besar. Tapi gak tau gimana, bikin betah aja nontonnya. Tapi mungkin buat yang suka dengan film action, bisa jadi tidak suka dengan film seperti ini. Kita gak bakal melihat Chris Evans seperti di film-film Marvel yang nunjukin gimana ia sangat macho dengan adegan perang yang matang, didalam film Before We Go ini, kita benar-benar melihat Chris Evans dalam sisi berbeda.

Adegan percintaan yang hadir pun, tampil sangat dewasa, tidak vulgar. Benar-benar hubungan dewasa 2 insan yang saling menghargai. Bagaimana Nick berusaha menghargai Brooke yang masih terlibat dalam masalah, untuk menyelesaikannya dulu. Hubungan dewasa, tanpa perlu nafsu berlebih dan keterburuan.

Yes, buat yang suka dengan drama romantis, bisa nonton film ini. Film Before We Go yang disutradarai Chris Evans ini, begitu sederhana, dengan pemikiran yang sederhana. Tidak rumit. Tidak terlalu banyak bumbu-bumbu cengeng yang menghiasi. Ibaratnya sayur, rasa film ini pas banget garamnya! Tidak kurang dan tidak lebih πŸ™‚

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *