Parenting

Pengalaman Anak Lulus Diterima di SMP Lab School

Sebenarnya saya mengenal Lab School sendiri ini sudah cukup lama. Dari mulai Caca, keponakan saya dari kakak ke-4, yang saat ini bekerja di Deplu, pernah mendapat beasiswa ke UK. Yes, she’s so *damn* smart! Encer banget otaknya. Sepertinya saya jarang atau bahkan gak pernah lihat dia belajar. Jaman dia SMP, saya lumayan sering berada di Jakarta, disini saya hanya sering melihatnya baca komik. Seabrek komik! Bahkan ketika masuk SMAN 8 Jakarta, dia asik ikut tim game online, menang di beberapa event, udah gitu lolos masuk kuliah di Sastra Inggris UI. Again, sepertinya sekolah itu *side job* buat dia, lah saya tantenya aja perasaan Β jaman sekolah itu belajar begadangan, nilainya segitu-gitu aja, wkwkwkwk!

Ok ok, dari track record ponakan saya tersebut, apakah Lab School memang tempat anak-anak luar biasa cerdas atau dengan kemampuan diatas rata-rata? Belum lagi info-info bahwaΒ Lab School termasuk sekolah unggulan yang gak gampang buat ditembus?

Beginilah rumor yang selama ini beredar, dan ternyata benar adanya! Bahkan salah satu keponakan saya lainnya, Nisa, yang sudah menempuh SMP di Lab School Rawamangun, juga gagal tembus ke SMAnya. Ya, karena Lab School punya struktur penerimaan siswa dengan caranya sendiri, yaitu dengan serangkaian tes. Which is ini memang *ternyata* not easy! Jadi misal sudah SMP di Lab School, mau masuk ke SMAnya juga harus ikut seleksi lagi.

Kenapa Memilih Lab School?

Sampai ketika saya dan anak-anak, Bismillah memutuskan boyong ke Jakarta, nyusul suami yang sudah tugas di ibukota selama beberapa tahun terakhir. Ical lulus SD, tampaknya memang momentum tepat, untuk kami sekeluarga bisa berkumpul dalam 1 rumah. Yang ada di otak saya, ada 3 pilihan sekolah. Masuk Negeri, Lab School atau Al-Azhar. Selain Lab School, beberapa ponakan lainnya juga sempat menempuh SD-SMA di Al-Azhar.

Bertepatan dengan beberapa pekerjaan di Jakarta sekitar akhir tahun lalu, maka saya pun cukup leluasa untuk melakukan survey ke beberapa tempat. Termasuk ke Lab School Rawamangun. Tempat Caca, Nisa dan juga Lisa, 3 ponakan saya yang berhasil tembus di SMP tersebut. Diantar mamanya Nisa-Lisa, Ical yang juga ikutan survey, langsung terpukau dengan sekolah tersebut. Cara Lab School untuk *menggaet hati* calon siswanya memang top deh! Dari mulai pintu masuk, kita langsung bisa lihat deretan prestasi siswa-siswinya di berbagai bidang. Dalam hati saya berpikir, “Oh, ini yang gak semua sekolah lakukan!”. Bahkan di SD Ical pun, saya perhatikan belum melakukan hal serupa.

Simple but genius! Kalo di ilmu afirmasi, ini pun semacam daya ungkit alam bawah sadar, sugesti tersendiri sehingga orang tertarik. Bahkan anak-anak yang bersekolah disitu pun akan terpicu dengan stimulasi sederhana yang ada.

Ketika survey inilah, saya juga baru tau, kalo ternyata Lab School sekarang bukan hanya di Rawamangun, tapi juga Kebayoran dan Cibubur. Bahkan Lab School Cibubur ini mulai dari SD hingga SMA, sementara di Rawamangun dan Kebayoran, sementara ini saat postingan ini ditulis, hanya SMP-SMA aja, eh ada KB & TK juga ding, yang di Rawamangun (kalo gak salah), CMIIW plis!

Setelah pikir-pikir panjang, dan melihat antusias Ical yang langsung jatuh hati dengan pesona Lab School, saya & suami bertekad untuk membantu Ical mewujudkan cita-citanya masuk Lab School. Apalagi setelah *dikomporin* kakak ipar, yang cerita, kalo di Lab School itu benar-benar mendukung minat bakat anak, ini yang membuat prestasinya bukan sekedar di akademik tapi juga meluas ke bidang-bidang lainnya. Lha wong, pas Ical ikut survey, langsung nunjuk ke Piala Lomba IT, sambil komentar dengan mata berbinar-binar, “Bun, ada ekskul ITnya nih disini”.

Nah, pertanyaannya Lab School yang mana yang dipilih? Rawamangun seperti beberapa kakak sepupunya? Lab School Kebayoran yang meski lebih baru dari Rawamangun ternyata peringkatnya gak kalah juga, atau Lab School Cibubur, yang sebenarnya berada di perbatasan Bekasi-Cibubur, bahkan secara lokasi (masih ada di Bekasi), tapi entah kenapa namanya bukan Lab School Bekasi? Ok ini nanti saya tanya ke sekolah aja yak buat info lebih lengkapnya.

Pendaftaran Lab School 2019

Hasil diskusi dengan suami, kami pun memilih Lab School Cibubur, kenapa demikian? Kenapa memilih Lab School yang paling baru dibanding di area lainnya?

Pertama, ada SDnya. Yap, ini artinya supaya Sasha, adiknya Ical, juga sekalian sekolah di Lab School. Artinya pula, melakukan proses mutasi Sasha dari kelas 1 ke kelas 2 SD.

Kedua, supaya cari rumah lebih murah? Hahahaha, iya sumpah ini bener-bener terlintas di pikiran saya & suami. Kalo cari rumah di Rawamangun, apalagi Kebayoran, secara kocek, yakin pasti lebih tinggi! Itulah kenapa, kami melipir dikit ke Bekasi, yang konon lebih murah propertinya. Secara singkat, mikir sekolahnya dimana dulu, baru mikir nyari rumahnya. Ituh! πŸ˜€

Proses Pendaftaran & Penerimaan SMP Lab School Cibubur 2019

Lab School secara serentak dalam durasi tertentu, memang melakukan pendaftaran siswa SMPnya. Seperti terlihat di bagan ini, tanggal-tanggalnya sudah exact. Artinya memudahkan buat saya, yang masih berada di Jogja, untuk menyesuaikan kapan Ical ke Lab School untuk melakukan tes masuk. Bahkan, dengan rangkaian tahapan yang ada, Ical beberapa kali tidak ikut *try out* yang diadakan sekolah maupun kerjasama sekolah & dinas karena waktunya hampir bersamaan. Karena kadang, saya spare waktu 1-2 hari, supaya Ical bisa istirahat juga jelang tes masuk Lab School.

Bisa dibilang, waktu itu, kami gak punya opsi sekolah swasta lainnya, kalo misal Ical gak diterima di SMP Lab School. Ibarat kata, berjuang sepenuhnya!

 

Secara ringkas, begini tahapan pendaftaran hingga lolos masuk di SMP Lab School Cibubur, biaya yang tertera juga berlaku di Lab School Rawamangun maupun Kebayoran

1. Pendaftaran
Pendaftaran secara online melalui web yang sudah disiapkan lab school, lalu melakukan biaya pendaftaran tes masuk SMP Lab School yaitu sebesar Rp 300.000,00

2. Tes Tahap Pertama: Tes Tertulis, 17 Februari 2019
Saran dari Nisa-Lisa, sepupu Ical yang tembus SMP Lab School Rawamangun, adalah beli buku soal-soal Lab School yang tersedia di Koperasi. Semacam buku latihan UN/ USBN, hanya saja bukan 3 mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA, tapi juga ada IPS, PPKN & Bahasa Inggris. Buku soal-soal tersebut seharga Rp 150.000,00 (CMIIW, agak samar-samar lupa, maap gak nyimpen nota :D)

Setelah membeli buku tersebut, Ical mulai mempelajari soal-soalnya, jika ada yang tidak paham, biasanya Ical tanya ke kakak-kakak sepupunya melalui WA, atau ke gurunya. Sulitkah soalnya? Bisa dibilang demikian, bahkan ada guru Matematika Ical yang *nyerah* karena menilai soalnya cukup susah, sampai bertanya, “Ini soal dari mana, Cal?”

Mamanya Nisa-Lisa juga cerita ke saya, di Jakarta sendiri, sampai ada Bimbingan Belajar (Bimbel) khusus masuk Lab School, karena memang soalnya *terkenal susah*.

Cukup deg-deg-an juga, ketika menunggu pengumumannya di tanggal 23 Februari 2019. Alhamdulillah Ical termasuk salah satu yang lolos tes tertulis dan masuk ke tahapan berikutnya.

Ohya, ada yang cukup berkesan saat proses tes tertulis ini. Jadi ketika anak-anak sedang tes tertulis, otomatis banyak orang tua menunggu. Nah selain ada bazar, ternyata pihak sekolah juga menyiapkan serangkaian acara. Semacam memperkenalkan Lab School. Prof Arief Rachman, selaku salah satu orang yang cukup berjasa di Lab School juga hadir. Memberikan pidato ala Pak Arief, yang renyah & cerdas. Ditambah dengan hiburan dari siswa-siswa yang berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik. Again, brilian! Hal yang juga belum pernah saya temukan di acara pendaftaran calon siswa di sekolah lain. So far, untuk sekolah-sekolah yang saya tau.

3. Tes Tahap Kedua: Tes Kesehatan, 25-27 Februari 2019
Yap, tes yang sebenarnya lebih memantau, apakah anak mengkonsumsi narkoba atau tidak? Ini sih sepahaman saya, karena penekanan tesnya lebih ke tes urin. Pihak sekolah juga info setelah Ical melakukan pengambilan urin, “Kalo nanti sore gak ada telpon dari kami, artinya anak Ibu lolos ke tahap berikutnya”.

Di tes inipun, Alhamdulillah Ical lolos

4. Daftar Ulang & Verifikasi Nilai Rapor, Awal Maret 2019
Dengan lolos di 2 tahapan tes, intinya Ical sudah diterima di SMP Lab School Cibubur, berikutnya adalah proses daftar ulang & verifikasi nilai rapor. Di rentang waktu daftar ulang ini, artinya membayar biaya masuk SMP Lab School, untuk tahun 2019 ini adalah sebesar Rp 31.000.000 (belum seragam senilai Rp 1.750.000), gak bisa dicicil ya ini, jadi langsung jrenggg!

Saat daftar ulang ini pun juga sekaligus membayar untuk psikotes, sebesar Rp 300.000,00, bentar ini saya agak lupa, tapi seinget saya 300ribu, karena pembayaran cash dan saya bukan tipe rapih simpan-simpan nota, jadi gak bisa lacak secara online πŸ˜€

5. Psikotes, 31 Maret 2019
Jelang psikotes, briefing dari pihak sekolah, supaya anak-anak tidak tegang lagi. Karena intinya sudah diterima, gak usah khawatir. Proses tes sudah ada di tahap tes tertulis & tes kesehatan.

Sekarang, tinggal menghitung hari lagi, Ical akan benar-benar bertransformasi menjadi anak SMP di Lab School Cibubur. Pindah kota, tentu butuh adaptasi. Bismillah, I know he can do it! Ini bocah, perihal sosialiasi, saya yakin banget, better than me!

Update tentang Lab School, info-info atau apapun yang berkaitan, tunggu lanjutannya di postingan blog ini yessss!

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

19 Comments

  • agi tiara

    aku alumni labschool rawamangun mba dr SD-SMA, dan di labsraw itu ada KB/TK nya juga. Untuk SD nya dulu SDNP IKIP sekarang jadi SD berapa gitu, walo negeri tapi kalo ga slh juga masih dibawah naungan UNJ juga kok.

    tesnya susah, tapi menurutku pun ngga sesusah itu kok. yang penting anaknya siap nggak menerima pelajaran hehe soalnya menurutku di labs jauhhhh lebih berat ngikutin non-akademis ketimbang akademis

    • innaistantina

      iyaaa, aku pun sempet ngira itu SDnya lab school, ternyata pas tanya-tanya ke admin, beda pengelola dan belum mau ikut managemen lab school, alias sendiri-sendiri ampe sekarang. Plus yang di rawamangun juga itungannya negeri, which means zonasi, otomatis udah kepental adeknya Ical kalo mau pindah situ πŸ˜€

      Dan hal non akademis memang aku perhatiin cukup dapet perhatian dari pihak sekolah ya, keliatan dari anak-anaknya yang bergerak di banyak bidang, ini nih yang juga bikin makin manteppp buat milih labschool.

      Thanks Agiiiiiii infonyaaa

  • Novya Ekawati

    aku tahun depan juga hunting SMP niy mbak buat si sulung, salah satu incaran juga SMP Lab School yang di kompleks kampus UPI Bandung, sekarang gi hunting-hunting informasi. tapi di Bandung masih kategori swasta mbak. makasih mbak sharingnya πŸ™‚

  • Anisah

    Selamat ya anaknya bisa diterima disekolah keren kak. Semoga ilmunya nanti bermanfaat,makasih ya informasinya,bisa aku share untuk ortu yang anaknya mau masuk labschool nih. Prof arief tuh emang luar biasa.

    • innaistantina

      iyaaa mb, luar biasa banget memang beliau ini! Indonesia perlu punya sosok seperti beliau lebih banyak lagi nih!

    • innaistantina

      awalnya juga kami mikir mau negeri, pas ternyata pindahan dan ada sistem zonasi, jadi ganti pilihan πŸ˜€

  • Mega

    Wow biaya masuknya ngalahin biaya masuk S2 loh bun. Emang pendidikan bagus punya harga yang bagus juga hehe. Kudu nabung dari sekarang deh buat anak-anakku kelak

  • Siska Dwyta

    Keren ya anaknya bisa masuk sekolah bergengsi kayak lab scool ini. Pastinya nggak mudah juga masuk di sekolah tersebut karena banyak testnya. Tapi syukurlah anaknya bisa lulus. Btw saya perlu nabung banyak2 nih kalau mau sekolahkan anak ke sekolah kayak lab school yang biaya masuknya aja sampai puluhan juta gitu.

  • Lelly A. Fitriana

    biaya sekolahnya mayan ya mbak. nggak kebayang tuh masukin 2 anak langsung ke sekolah, even beda grade. satunya SMP, satu lagi SD. gini ini yang bikin mikir-mikir dana pendidikan buat anak. kalau mau sekolah bagus ya mau nggak mau harus siap-siap dananya.

    even ke sekolah negeri yang katanya sih gratis, tetep kan harus siapin dana untuk nunjang kebutuhan sekolah anak.

    tapi alhamdulillah ya mbak, anaknya ketrima di sana.

Leave a Reply to agi tiara Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *