Nulis atau Motret?

Beberapa hari lalu, sambil sliweran mengerjakan aktivitas di rumah, tv tetap nyala. Lumayan buat teman di pagi hari, saat suasana rumah sepi. Karena belum sempat mengurus pergantian decoder cable tv yang rusak, maka NET TV dari list tv nasionallah pilihannya. Mmm bisa dibilang satu-satunya pilihan, di saat tv lain isinya berita yang kadang memihak calon-calon capres pilihan masing-masing, atau tv yang isinya sinetron lebay, ataupun channel gosip yang ngomongin segala hal gak penting. Oke, cukup kita bahas tentang pertelevisian di Indonesia. Gak bakal kelar nulis sampe ratusan purnama itu mah! 😀

By the way, ada yang pernah nonton acara Saliha di NET TV? Nah ini nih, acara yang mencuri perhatian saya pagi itu. Di episode tersebut mengupas beberapa profesi hibajers yang unik & menarik. Awalnya saya hanya selintas melihat dari dapur, yang dibahas adalah seorang IRT dan berprofesi sebagai food photographer

Wiiii langsunglah saya tinggalkan sejenak pisau dan teman-temannya, saya duduk sebentar depan tv. Perempuan berhijab ini awalnya hanya hobby motret saja, lalu kemudian ia ikut kontes-kontes sederhana, hingga orang-orang merecognize dirinya sebagai seorang pemotret handal. Bahkan bisnis kuliner Chelsea Olivia mempercayakan produknya untuk difoto perempuan ini. Duh kok saya lupa ya namanya 😀

Saya lupa merekam nama yang tertera di layar televisi karena saya terlalu fokus dengan penjelasannya, salah satunya seperti ini, “Ikuti saja kontes-kontes motret, entah itu hadiahnya mau panci kek, apa kek, ikut aja dulu. Nanti orang kan akan mengenal kita, dan mereka bisa lihat, kita motret produk biasa saja keliatan bagus, gimana motret barang yang mahal? Pasti lebih keren”

Saya sendiri beberapa waktu terakhir ini, mulai suka kembali dengan dunia photography. Kalau dulu mungkin hanya sekedar gimana sih motret yang bagus, atau minimal enak dipandang. Sekarang ini ketertarikan menjadi lebih dalam, dan belajar hal-hal basic hingga teknik-teknik foto yang buat saya gak gampang, gak bisa dengan cepat saya ikuti, tapi saya senang mengerjakannya

Sekitar sebulanan mengikuti kontes foto secara online di instagram, saya pernah 2 kali masuk sebagai foto terpilih. Alhamdulillah. Meski belum mendapatkan hadiah, bisa masuk Top 10 saja sudah senang luar biasa

Dari foto-foto peserta lain saya banyak menimba ilmu. Apalagi ilmu photography ini bertebaran gratis di sosial media. Tinggal kita ikuti dan praktekkan. Sama seperti waktu pertama kali saya belajar ngeblog, semua saya lakukan otodidak, belajar sendiri menggunakan google searching dan memberanikan diri tanya ke beberapa pesohor blogger waktu itu

Lalu kalau ditanya, saya mau fokus yang mana? Mau nulis atau motret? Duh, itu 2 pilihan yang cukup berat, keduanya passion saya, keduanya menyenangkan. Refreshing ala-ala saya yang tidak perlu pergi terlalu jauh dari rumah. Nulis bisa di ruang manapun di dalam rumah. Motretpun sama, bisa tetap di rumah, karena saya lebih banyak memotret apa yang ada di rumah. Untuk foto outdoor lebih banyak saya lakukan ketika pergi dengan anak-anak dan suami

Menulis dan memotret, kalau saya perhatikan, kedua bidang ini saling melengkapi. Dengan menulis, saya bisa mengekspresikan segala hal dalam bentuk kata dan dengan memotret saya bisa mengungkapkan isi kepala saya melalui gambar

Jadilah sekarang, makin harus pintar-pintar atur waktu, di tengah aktivitas domestik di rumah, antar jemput sekolah & les dua anak, kapan harus mengerjakan tulisan, kapan harus menyelesaikan deadline motret, dan kapan tetap mempertahankan rutinitas yoga setiap pagi. Karena dengan hidup sehatlah dan badan fitlah, aktivitas nulis & motret juga bisa lancarrrrr jaya 🙂

#komunitasonedayonepost #ODOP_batch6 #Day8




coded by nessus

4 Comments

  1. Wah keren mba, dirimu

    Aku juga sama sih gitu,
    Suka moto juga.
    Tp aku lebij cendrung fotoku untuk mendukung tema, atau foto2 buat bikin topik.

    Kalau dua duanya dipisah gitu, aku tak sanggup sungguh.
    Hehehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *