Blogging & Writing

Ngeblog, Dengan Atau Tanpa Niche?

Postingan kali ini, saya buat saat perjalanan menuju Jakarta menggunakan kereta api. Berasa jomblo, naik kereta sendiri, tanpa suami dan anak-anak. Untunglah punya hobby ngeblog, tinggal buka laptop, terus nulis apa yang pengen ditulis. Ngeblog itu asyik tauk, beneran. Sayapun juga bangga menyebut profesi saya ini blogger. Yang buat sebagian orang bisa komentar, “Kan pendapatannya gak jelas Na?”. Lah justru itu, saya suka dengan yang serba gak jelas, wkwkkwk.

Sama seperti blog ini, secara konten gak jelas, terlalu banyak topik. Yaa seperti gado-gado.Β Dengan beragam isi di dalamnya, asal bumbunya tepat, dijamin rasanya pasti enak. Begitu pula dengan isi blog ini, campur baur. Apakah rasanya enak dan lezat seperti gado-gado dengan bumbu yang pas dan menggoyang lidah? Wooo itu saya tidak berani menilai sendiri, saya serahkan bagi para pemirsa eh pembaca sekalian.

Ngeblog Dengan Tema? Buat Apa Sih? Penting Emangnya?

Dulu jaman belajar SEO dan mempunyai peternakan blog, alias banyak blog dengan domain berbayar, membangun blog satu dengan blog lain, rata-rata punya tema berbeda. Tema suatu blog ini disebut dengan NICHE.

Biasanya ada 3-5 blog utama dengan niche berbeda, lalu masing-masing blog utama tersebut mempunyai blog bayangan, bisa 3-5 blog juga. Artinya jika seseorang ingin membangun blog dengan tema kuat, maka perlu mengurus tidak hanya 1 atau 2 blog, bisa berbelas hingga puluhan blog. Ya ujung-ujungnya cara ngeblog model begini bikin saya kliyengan, hahaha. Akhirnya saya memilih untuk ngeblog dengan konteks lebih personal, karena biasanya karakter pemilik peternakan blog yang banyak, lebih seperti artikel di media. Sementara saya, menulis adalah sesuatu yang personal dan intimate.

Bagi para pemilik peternakan blog, tentunya makin spesifik nichenya maka makin berhargalah nilainya di mata mesin pencari, yang berarti traffic harian pun tinggi. Dengan harapan, ketika blog-blog yang diurus dipasang iklan, maka para pembaca blog akan mengklik iklan yang terpasang, yang artinya pula ini adalah pemasukan untuk si pemilik blog.

Puyeng? Tenang, saya juga! Haha. Inilah kenapa saya lebih nyaman dengan gaya ngeblog saat ini. Menulis apa yang saya mau dan saya suka. Tetaplah berusaha belajar beberapa teknik SEO yang selalu berkembang tiap saat, seperti munculnya DA dan PA untuk ukurang kualitas suatu blog.

Lalu apakah niche ini ada kaitannya dengan meningkatnya nilai DA danPA? Ya sepertinya begitu πŸ˜›

Ibaratnya gini, makin kita spesifik tema blognya, tentu kita juga akan lebih mudah menemukan rekan-rekan blog dengan tema sejenis. Berikut juga dengan agency yang akan melirik blog kita. Gampangnya kita ibaratkan blog kita ini penyanyi. Ada si A dia adalah penyanyi segala, genre lagu apapun dia nyanyikan, mau dangdut kek, keroncong, jazz, pop, dan lain-lain. Ada lagi si B yang hanya khusus menyanyikan lagu jazz. Tentunya ketika ada pihak yang ingin menghire penyanyi jazz, yang teringat pertama kali pasti si B, karena ini memang ranah selama ini.

Begitulah dengan blog, makin spesifik, makin spesial.

Lalu Apakah Blog Ini Punya Niche Spesifik?

Oh jelas dong!

Jelas tidak! πŸ˜€

Awal membuat blog ini, sebenarnya untuk mempersiapkan blog bisnis. Maka banyaklah artikel tentang dunia usaha. Tapi kemudian, setelah saya tersadar, bahwa menulis dan ngeblog itu dunia saya, maka beralihlah blog ini membahas aneka rupa.

Ada tentang parenting, cerita tentang tumbuh kembang anak, sharing beberapa review film yang pernah saya tonton, opini-opini kritis dan jahil ala saya seputar hal-hal yang sedang terjadi, aktivitas liburan bersama keluarga, dan beraneka topik lainnya.

Kalau kata orang sih, jenis blog gado-gado begini namanya Lifestyle Blog. Eh keren juga ternyata sebutannya ya? Kirain blog GJ alias gak jelas πŸ˜€

Dengan segala ketidakjelasan tema yang serba simpang siur di blog ini, maka sejak oktober 2018 saya juga membangun 1 blog lagi dengan tema Food & Travelling di www.SaddhaStory.com. Sesuai namanya, tentulah bog ini berisi konten serba makan-makan, jalan-jalan, beragam tips dan hal-hal yang menyertainya.

Untuk blog www.innaistantina.com sendiri, sedang berjuang menuju DA 30, terakhir saya cek masih di 21, secara saya pernah cukup lama vakum ngeblog. Jadiiii saya harus berjuang dengan penuh semangat membara saudara-saudara!!!

Karena sekarang sudah ada blog khusus food & travelling, maka blog ini lebih saya arahkan ke hal-hal di luar tema besar yang diangkat di blog Saddha Story.

Buat saya pribadi, memang lebih nyaman ketika blog itu spesifik nichenya, jadi lebih mudah juga nyambung-nyambungin tiap keywordnya. Dannn tentu saja berasa eksklusif! Blog teman-teman gimana, sudah khususkah nichenya atau masih gado-gado seperti blog saya yang ini?

Apapun niche yang kita pilih, yang pasti tetap konsisten dan komitmen yesss sebagai blogger. Karena justru disinilah letak istimewanya. Yuk, kita rawat blog kita dengan maksimal yuk, biar makin istimewah!

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

16 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *