My Home

Setelah menikah selama hampir 12 tahun, Alhamdulillah mendekati akhir tahun 2017, saya dan suami *akhirnya* punya rumah sendiri. Kenapa menunggu begitu lama? Klise alasannya, karena budget. Dan ketika ada rejeki demi rejeki sudah terkumpulpun, kami pun memutuskan untuk cari rumah sendiri

Banyak orang bilang, “buruan beli rumah pas anak masih kecil, karena nanti kalo anak makin besar kebutuhan makin banyak”. Poin ini ada benarnya juga sih, apalagi di jogja ya bok, harga tanah dan rumah itu ruarrrr biasaaaa! Apalagi wilayah sleman, yang notabene terkenal tanah subur dan air bersih melimpah ruah, harga rumah jaman anak saya masih berumur 1  bulan dulu kisaran 400jutaan, ketika anak saya 10 tahun, rumah dengan luas tanah & bangunan serta lokasi yang sama uda naik 3-4x lipat! Gileee ndroooo :*

Sebenarnya sudah sejak dari menikah, saya dan suami mulai cari-cari rumah, bahkan bisa dibilang hampir setahun sekali, keingingan *menggebu* pengen punya rumah sendiri itu selalu muncul, dan hampir tiap pameran rumah, kami selalu datang. Dan tentunya info online tentang rumah yang dijual di jogja pun kami selalu update. Tapi lagi-lagi karena budget belum ada, kamipun tunda dulu. Hingga kesempatan itu datang, kami pun langsunggg aja *poskan* budget yang ada untuk rumah

Rumah minimalis dengan luas tanah 133m2 yang letaknya agak jauh sebenernya dari pusat kota, tapi gak tau kenapa, dari beberapa kali survey ke  beberapa tempat, baliknya kesitu lagi. Kalo orang jawa bilang, ini namanya “pulung”. Semacam uda klik disitu ya mau survey atau liat tempat lain yang mungkin secara jarak lebih dekat ke sekolah & les anak-anak, tapi tetep baliknya yang ke rumah itu lagi

Dan ini adalah favorit spot buat saya, taman mungil di belakang rumah, ada teras buat tempat latihan yoga di pagi atau sore hari, dekat dengan dapur, jadi kalo pas masak bisa buka pintu lipat selebar-lebarnya dan ngintip serba ijo-ijo di taman. Alhamdulillah

Buat teman-teman yang sudah berumah tangga dan belum punya rumah sendiri, gak usah putus harapan, jalan selalu ada kok. Merasa *jealous* liat pasangan lain yang mungkin dari awal menikah uda punya rumah sendiri? Gakpapa sih menurut saya, asallll kita jadikan rasa cemburu itu jadi pemicu kita untuk punya dorongan untuk terus berdoa & berusaha

Yang saya percaya, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, gak ada yang namanya kebetulan. Pasti ada *awalan*nya terlebih dulu. Entah itu hanya sekedar *pengen doang* hingga berupa *niat yang kuat*. Ibarat kata seperti mestakung, semesta mendukung atau The Law of Attraction, apa yang kita pikir ya itu yang kita dapetin!




coded by nessus

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *