MOVE ON (part 1)

Ibaratnya orang pacaran, kemudian putus, lantas yang diputusin merasa hancur sehancur-hancurnya, luluh lantak sedalam-dalamnya, dan segala konspirasi hati lainnnya 😀

Itu barangkali yang tim kerja saya rasakan selama berkecimpung di Oriflame ini, ehhh saya juga ding! Saya juga pernah berada di posisi tersebut. Atau lebih tepatnya, sekarang ya masih lah kadang-kadang, tapi kadarnya sudah makin menipis.

Dulu awal gabung, saya selalu berusaha menjadi IBU PERI, be nice to everyone, make people happy!

Dulu gak paham juga, kenapa ya upline-upline sama crossline-crossline yang pada sukses-sukses itu keliatannya “galak” sich!

Dannn ternyataaa…

Setelah setahun saya disini, saya paham, bahwa TEGAS itu sangat kita perlukan. Terutama hal-hal yang bersifat teknis, saya sangat mengedepankan kemandirian. Okelah, kalo baru 1-2-3 orang di group, bisa kita bantu ini itunya, tapi begitu beranjak banyakkkkk, tangan kita 2 cinnnn, harus ada Duplikasi Kerja.

Tanpa kita sadari, kita ini justru malah FOKUSSSS bener sama yang “bikin ribet” yak, karena satu alasan besar, kita takut kehilangan poin! Iya apa Iya? Bikin ribet dalam konotasi saya adalah, yang gak mau belajar, yang maunya dilayani, yang gak mau meMANDIRIkan dirinya sendiri. Dikit-dikit, “mbak, bisa bantu ini ndak?”, dengan muka atau suara paling memelas seantero bumiiiii 😛

Ato malah fokus “ngopyak-opyak” yang belum  mau fokus sekarang. Come on, plisss yuk, kita kasih toleransi ke diri kita, berapa kali maksimal “nowel”nya. Kalo gak ada respon di batas maksimal yang kita tentukan, thennn marilah beranjak yang yang mau fokus dulu. PASTI ADA. “Lah, kalo belum ada mbk, wong downline saya baru satu?”. Lah tau baru satu, yaa cari lagiii dunkssss ^_^

Lantas konsekuensinya apa, ketika merubah alur dari IBU PERI yang sok helpful ke semua hal teknis, jadi IBU KEPALA SEKOLAH yang tegas dan to the point? Tentunya, konsekuensinya ada konsekuensi enak dan gak enaknya.

Gak enaknya dulu kali ye,

Gak enaknya ya tentunya yang biasa kita “manjain” bisa MUNTABER, alias mundur teratur tanpa berita. Artinya ya dia ini “tim hore”, bukan coreteam sesungguhnya, meski di awal gabung keliatan menggebu-gebu, pengen belajar ini itu, pengen cepetan bisa ini itu. Dan enggg ingg inggg, begitu tau hambatannya, langsunggg “permisiiiiiiiii” 😛

Nah, di sisi lain, Apa tuh enaknya?

Enaknya, ini merupakan alat penyaringan coreteam yang termudahhhhh dan tercepat! Siapa yang siap ikut caranya & proses belajarnya, artinya dialah PEMENANGnya!

So, just relax sodara-sodara, jika ada yang pergi, YAKIN pasti akan ada yang datang lagi. Selamaaa…. kita terus bergerak, teruss LEMPENGin hatiiiii, legowooooooooo, panjangin ususss ampeeeeee ratusan meterrrrr, dan kalo perlu bayangin ada air sejuk yang nyeka muka kitaaa tiappp “hampir panas”, tiap “muntub-muntub” berasa mau meledak karena belum plonggg ngadepin downline yang belum bisa diajak kerjasama secara terbuka.

Ibaratnya orang pacaran, kemudian putus, maka haruskah ngendon di kamar bertahun-tahun, gak kemana-mana, meratapi terus-terusan? HEYYYYYY NO WAYYYYYYY! Hanya satu yang bisa bikin kita bangkittttttt, ya MOVEEEE ONNNNN! Life must go on ya buk ibuk, pak bapak! No matter what gimana sebelnya dengan yang uda kita bina, kita ajarin ini itu, kita berusaha bimbing, kita bantu naek levelnya, eeee ladalahhh jengg jengggg, orang tersebut malah mengundurkan diri, atau menghilang tanpa jejak! #eh #curcol

Jadilah sodara-sodaraku, temen-temenku, tim kerjaku di *Jaringan Istantina*, marilah MOVE ON untuk jaringan yang lebih sehat-kuat-solid. Buang jauh-jauh yuk, segala kelebaian hati yang bikin galau jiwaaa dah pokoknyaa!

LEMPENGGGG! MOVEEE ONNNNN! Maju Terus, Pantanggg Mundurrrrrr! Merdeka!

Salam MOVE ON 😉

Inna Istantina

www.istantina.com




coded by nessus
One comment

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.