Lifestyle

Motret is My World

Sejak mulai aktif belajar teknik dasar fotografi, kenallah dengan beberapa teknik motret, seperti macro photography. Gampangnya itu kita motret sesuatu obyek yang kecil bahkan bisa dibilang sangat kecil, dan obyek tersebut tetap tampak indah dan tentu saja detail akurasinya

Fotografi makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik seperti mikroskop. Fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya (wikipedia)

Kalau beragam bunga, saya sih masih excited saja motretnya. Serangga seperti belalang, kupu-kupu, kepik, ataupun lebah adalah beberapa yang pernah saya abadikan dengan teknik makro ini. Satu serangga yang saya belum kuat ngadepin, yaitu ulat! Hiiiiii denger kata ulat aja saya sudah merinding sendiri, masih teringat benar ketika saya SD dulu, pernah naik pohon jambu di belakang rumah. Tanpa saya sadari, ternyata ada ulat bulu nemplok di kaki saya. Huwaaaaa! Langsunglah saya panik, turun dari pohon, dan sepanjang siang saya gatal & bentol hampir seluruh tubuh, karena gak tahan buat saya garuk meski kakak saya sudah memberikan bedak untuk mengurangi rasa gatalnya. Sejak itulah, saya parno dengan yang namanya ulat, mau ulat bulu kek, ulat sayur kek, ulat buah. Selama itu berjenis ulat, saya langsung ngibrit! 😀

Selain hewan dan tumbuhan, target foto makro saya juga ada pada mainan anak-anak seperti lego, balok-balik kecil, maupun action figure. Kalau bertandang ke rumah ibu, saya juga potret hiasan-hiasan mungil yang sudah ibu simpan belasan tahun

Selain makro, saya juga sedang belajar tentang Still Life, Flatlay, Landscape, dan lain-lain. Belum menemukan mana genre paling pas buat saya, intinya jalani & nikmati saja dulu, nanti pasti bisa menemukan gaya paling cocok. Seperti menulis, saya juga menemukan stylenya setelah latihan bertahun-tahun

Sejak aktif ikut beberapa kontes foto di Instagram, saya rajin mencari properti sederhana sebagai pemanis. Apapun yang ada di sekitar kita bisa dipakai. Misalnya saja botol yang sudah usang, amplop yang sudah sobek, ataupun serpihan-serpihan kayu yang berceceran di halaman

Dengan mempelajari ilmu motret, ternyata saya jadi lebih aware dengan sekitar saya. Lebih mengawasi detail demi detail yang ada dan sedang terjadi. Kalau dulu mungkin hanya saya catat saja untuk bahan update blog, kalo sekarang juga sambil membayangkan jika dari sudut kamera terlihat menarik, maka langsunglah saya jepret. Meski ada yang sempat komen sinis tentang foto yang saya ambil, saya anggap itu sebagai bahan evaluasi. Motret is my world, saya malah sangat berterimakasih ketika ada saran & kritikan. Bagaimanapun juga, manusia sejatinya selalu belajar dari pengalaman dan kesalahan, right? Kalau kita selalu benar dan berhasil, maka kita tidak akan pernah bertumbuh 🙂

Biarlah kau sibuk dengan gawaimu

Biarlah kusibuk dengan karyaku

#komunitasonedayonepost #ODOP_batch6 #Day9

 

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *