Vlog & Youtube

Monetisasi Youtube? Sumpah, Gak Gampang!

Gak kerasa udah beberapa bulan terakhir ini, mulai membangun channel youtube bareng anak-anak. Sebenarnya channel youtube SADDHA STORY udah ada sekitar 2 tahun lalu, tapi hanya sekedar upload sesekali aja, dan belum terpikir untuk dimaksimalkan.

Dimaksimalkan? Maksudnya dijadiin duit gitu?

He em, so pasti lah. Siapa yang gak butuh duit kan? *mata berbinar-binar ijo*

Ih kok matre?

Lah emang gak boleh matre?

Sebenarnya simple aja sih, vlog ini buat saya dan suami seperti investasi. Mumpung anak-anak masih kecil, dan mereka juga punya minat serta bakat yang bisa diolah melalui media vlog, kenapa gak kita kembangkan? Perkara nanti menghasilkan uang berapapun, juga kembalinya ke mereka. Utamanya buat pendidikan formal maupun non-formal mereka.

Sambil terus menulis di blog ini, bikin vlog juga jadi hobby dan passion tersendiri. Ilmu broadcasting radio maupun televisi yang pernah saya tekuni selama beberapa tahun, Alhamdulillah bisa terpakai kembali. Ya gemes aja sih, kalau lihat vlog yang dibikin sekedarnya atau asal jadi. Pengennya bikin vlog khusus anak & keluarga yang memang berkualitas baik secara konten maupun audio visualnya. Secara audio visual yaaa masih pake smartphone yang ada aja, pokoknya jalan ajaaa dulu, nanti kalo udah ada hasil yang lumayan, bisa upgrade toh!Β PR yang lebih besar tentu pada rutin upload serta isi dan jalan cerita sebuah vlog.Β 

Hanya saja memang, youtube sekarang makin ketat. Ibaratnya makin galak pak polisi yang ada di youtube, untuk ngawasin aneka channel baru yang muncul dan terutama yang ditujukan untuk monetisasi. Bahkan ketika aturan berlaku, banyak channel yang sebelumnya uda aktif adsensenya, langsung dibabat habis sama youtube! Kalau sekedar upload aja gak usah mikir mau dipasang google adsense, ya udah ngalir ajaaa, upload aja sebebas-bebasnya.

Nah, kalau pengen monetisasi youtube, perhatikan 2 syarat penting ini, kita belajar bareng-barenggg dan boleh komen untuk kasih info lebih yaaa di postingan ini.

1. Originalitas Konten

Ihh kerennn dehhh! Ini menurut saya ya, keren banget! Artinya para content creator yang memang benar-benar membuat karya original, merasa lebih terlindungi. Terus gimana nasib para re-uploader? Alias yang hobby upload ulang konten orang lain?

Berdasarkan aturan youtube terbaru, masih boleh asal diolah kembali, misal ada tambahan gambar dan suara, jadi tidak murni re-upload. Pernah kan lihat konten youtube seperti model-model acara tivi On The Spot di Trans 7? Nah, channel youtube yang macam begini, bisa selamat dan terus melakukan monetisasi, karena mereka *cerdik* membuat kemasan berbeda meskipun itu adalah konten yang diupload ulang.

2. 1000 Subscribers & 4000 Jam Tayang

Nah ini nih, 2 syarat penting yang harus dipenuhi, ketika kita pengen pasang adsense dalam vlog. Jujur penjuangannya luar biasa. Saya yang awalnya asal upload, mulai belajar lagi tentang SEO, khususnya supaya channel youtube masuk dalam 10-20 besar rangking youtube. Dehhh, gak gampang pastinya! Butuh berhari-hari buat belajar dan praktek. Apalagi tipe emak-emak jelang 40an macam saya, kalo gak segera praktek, maka lenyapnya ilmunya, hahaha.

Beberapa minggu ini, saya benar-benar fokus dan uplek belajar SEO, memperbaiki thumbnail, dan segala printilan channel youtube Saddha Story. Iya nyadar, saya ataupun anak-anak belum bukan artis, jadilah SEO ini penting banget. Tapi saya gak ngiri kok sama artis-artis yang merambah youtube dan mendadak ratusan ribu subscribers dalam hitungan cepat.

So far per tanggal 8 februari ini, Saddha Story mencapai 412 Subscriber dengan 54 jam tayang. Hwaaaa masih jauh yaaaa? Iya saya juga nyadar bener, karena nerapin SEO baru semingguan ini, baru nunggu lah efeknya nanti seperti apa. Kalau masih belum tok cer, yaaa berarti harus riset kata kunci lagi, biar posisi makin dilirik sama Om Youtube.

raport channel Saddha Story – 8 Feb 2019

Dilihat dari target subscribers dan terlebih lagi jam tayang, terlihat jauhh ya? Ya memang demikian adanya, tapi saya terus berjuang untuk memenuhi target minimal supaya vlog bisa dimonetisasi. Ya kalo pengen cepet, bikin channel re-upload yang serba artis, gosip, pasti cepetttt lah πŸ˜›

Maaf, sebuah karya apapun itu, saya yakin ada tanggung jawab serta konsekuensi nilai, norma dan moral. Bisa aja sih bikin channel dengan kata kunci trending, tapi buat apa, kalo hanya untuk seneng sesaat aja? Dalam berkarya baik di blog maupun vlog, saya ingin kontennya bermanfaat & menginspirasi. Yaaaaa, boleh lah dibilang idealis, tapi ini yang membuat saya nyaman.

Apalagi ini karya bersama anak-anak, yang tujuannya lebih ke memfasilitasi minat dan bakat mereka pada wadah yang tepat dan terarah. Bismillah, dengan komitmen dan konsistensi, Saddha Story juga bisa menjadi salah satu barometer vlog anak & keluarga Indonesia. Amin πŸ™‚

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

18 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *