Entertainment

Menjemput Rejeki, Mendadak Viral!

Sekarang kata “menjemput”, semacam jadi trend tersendiri yak? Terutama sejak kasus you-know-what yang gak perlu saya jelasin disini. Takutnya blog kalau mengusung kata kunci yang sedang trend ini, mendadak kebanjiran traffic dan saya harus nambah bayar hosting lagi πŸ˜›

Sementara kata “rejeki” memang sudah trend sejak dulu. Selalu berkonotasi positif dan punya daya pikat positif. Buat saya pribadi, kata rejeki ini penuh dengan doa dan harapan. Serasa ada energi tersendiri. Bahkan tanpa sadar, entah berapa kali kita mengucapkan kata rejeki sepanjang hidup kita. Dan lagi-lagi, kata ini selalu punya unsur keilahian, lekat dengan kata syukur dan penuh dengan keistimewaan.

“Menjemput Rejeki”, apa yang salah dengan kata ini? Gak ada ya sebenarnya. Cuma sekarang perpaduan dua kata ini, membuat orang jadi punya gambaran tersendiri tentang kasus yang marak beredar. Padahal jaman seorang motivator tentang “Rejeki”, sudah berhasil membuat kata Rejeki makin populer dalam artian sebagai penyemangat banyak orang, termasuk saya, untuk meraih rejeki.

Saya sendiri pun, tiap ngetik kata “menjemput” saja, lah kok tiba-tiba keinget berita 80 juta? Padahal konteksnya jelas-jelas beda. Misal nih, pas mau bikin kata-kata “menjemput anak di sekolah jam sekolah jam segini itu…..”. Atau “jemput suami di stasiun dulu yaaaa”. Hadeh! Piye tho ikih?

Bukan salah kata menjemput, bukan pula salah rejeki. Bahkan nih ya, bukan salah kasus 80 juta, atau pun salah media massa yang membombardir berita sedemikian rupa, hingga kemanapun kita berselancar di dunia maya, mau gak mau bersliweran informasi tersebut.

Terus siapa yang salah, sampai sebagian orang, termasuk saya, tiap mau menulis kata “menjemput” dan “rejeki” ataupun gabungan keduanya, atau sekedar membaca sekilas kedua kata tersebut, lah kok keinget berita itu lagi, itu lagi.

Nah loh, siapa yang salah?

Ya gak ada yang salah juga sih. Karena otak manusia kan punya kemampuan untuk menangkap dan mencerna berita. Seperti misalnya beberapa waktu lalu ada berita heboh tentang perceraian artis misalnya, berita politik dengan suhu memanas, hingga berita hoax gak bermutu pun selalu ada tiap hari. Nah otak nih, cerdas banget! Setiap hal yang menonjol, maka ia akan fokus kesana. Entah kita suka atau tidak dengan konten informasi yang kita baca, as long as itu adalah sesuatu yang berulang-ulang, maka akan terus terekam.

Inilah yang kemudian menjadi viral di otak kita. Lalu para otak-otak manusia seantero jagad raya ini fokus bersama dengan sebuah event tertentu, maka jadilah kabar biasa pun menjadi viral dan omongan banyak orang.

Hanya saja memang, kata atau kalimat yang menjadi viral itu ada yang berkonotasi positif ataupun negatif. Sekarang saya mau coba untuk bikin list, kata-kata yang pernah atau masih hits kita pakai:

1. Β Mestakung (Semesta Mendukung)

Kalau era 90-an tau banget pasti ya istilah ini, ini kata lain dari bahasa inggris yang super keren, The Law of Attraction. Ya namanya lidah Indonesia, kalau istilah inggeris kadang susah ngucapinnya, maka tercetuslah istilah sendiri, yaitu Mestakung. Semesta Mendukung, dimana mengisyaratkan bahwa apapun yang ada di diri kita, sebenarnya tiap langkah, tiap kata, tiap pikiran, itu senantiasa berkaitan dengan apa yang ada di lingkungan kita

2. Berapa Lapis? Ratusannnn!

Susunan kata-kata yang berasal dari iklan wafer ini, sempat menjadi viral. Hampir dalam tiap kesempatan, orang-orang sering bercanda dengan kata-kata dalam iklan tersebut.

3. Aku mah apa atuh

Mungkin karena kalimat ini viral dari lagu dangdutnya Cita Citata, atau mungkin juga sebenarnya ini kalimat yang tanpa sadar sebagian orang udah sering ucapkan, tapi ketika menjadi sebuah lagu, maka jadilah viral. Biasanya kalimat ini ada terusannya nih, “Aku mah apa atuh, cuma remahan rengginang”.

Jadi yaaa, kalau sekarang baru viral “menjemput rejeki”, ya inilah masanya, ntar juga bakal berlalu kok, seperti duo Shinta & Jojo yang pernah viral di youtube, jaman youtuber jaman now belum pada eksis. Bahkan denger-denger udah ada yang bikin lagu dengan judul Menjemput Rejeki ini, Wow!

Pose Embuh dalam Menjemput apa atau Menjemput siapa?Β 

Baik itu kata, kalimat, bahkan kelakuan orang yang menjadi viral, tentunya punya konsekuensi tersendiri. Terutama kita nih, yang berlaku sebagai penonton, seberapa penting sih ikut sesuatu yang viral? Kalau saya sih, kadang penting, kadang cuek aja, dan kadang sering ketinggalan kalau ada yang viral πŸ˜€

 

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *