Parenting

Melindungi Anak Tiap Saat?

DSCN3486-Copy

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sms dari salah satu orang tua murid yang sekelas dengan anak saya, Ical, kurang lebih isinya adalah:

“Meminta agar Ical tidak terlalu dekat dengan anak beliau, karena sempat terjadi insiden dimana si Ibu ini melihat Ical mendorong anaknya”

Begitu saya terima sms, saya langsung telpon yang bersangkutan, dan bertanya tentang detail kejadiannya, dan saat itu juga saya langsung minta maaf & juga meminta Ical untuk ngobrol & minta maaf ke temennya,

Dalam percakapan tersebut, Si Ibu merasa tidak terima karena ada peristiwa tersebut dan meminta agar Ical menghindari untuk bermain dengan anaknya,

Jujur saya sendiri, selama ini ketika Ical pulang sekolah, dan bercerita, didorong temennya sampe salah satu bagian tubuhnya agak sakit, saya tidak pernah protes pada siapapun. Saya hanya memastikan kejadian tersebut, tidak berdampak pada luka atau cidera yang amat sangat, bagi saya itu wajar, manusiawi, namanya juga anak-anak. Apalagi itu adalah anak cowok yang kalo main memang kadang gak kira-kira. Setiap jemput Ical pun saya sering menjumpai, bukan hanya Ical, tapi banyak temen-temennya atau kakak kelasnya yang juga maen khas anak cowok, ada yang 1 anak ditimpa beberapa anak, ada yang tarik-tarikan tas, lempar-lemparan sepatu. Again, for me, It’s Normal. Ini hal yang lumrah, selama tidak ada cidera serius. Dan yang terpenting selama tidak ada unsur kesengajaan dari si anak.

Saat menulis ini pun, sebagai seorang Ibu saya kadang masih gak habis pikir, ketika orang tua berusaha memberikan perlindungan 24 jam ke anaknya. Mengupayakan si anak harus dalam kondisi baik, membuat si anak harus dalam kondisi bagus.

Hey Mom! Hey Dad! Di luaran sana, anak-anak kita akan bertemu berjuta-juta manusia dengan aneka sikap & karakternya, apakah kita harus melindungi terus menerus? Tugas kita sebenernya sangat sederhana, yaitu memberikan kebebasan untuk anak kita bereksplorasi, belajar mana yang baik dan mana yang benar melalui rangkaian peristiwa dalam kehidupannya sehari-hari, belajar manajemen emosi dari caranya menghadapi anak-anak seusianya ataupun yang lebih kecil dan lebih dewasa.

Ya, saya setuju, tugas kita melindungi, tapi apakah setiap waktu?

Ayah & Bunda yang bijak, Sudahkah kita berikan ruang untuk anak kita belajar? Memahami & mencerna sekitarnya?

Ayah & Bunda yang cerdas, Sudahkah kita berikan kesempatan untuk anak kita, menjadi mandiri & tahan banting hadapi dunia?

Happy Parenting πŸ™‚

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *