Parenting

Melatih Mental Kompetitif, Pentingkah?

12654521_10207583893709485_8334890403296989170_nBulan Februari 2016 ini adalah bulan yang cukup padat buat anak pertama saya, Ical. Yang biasanya di tahun-tahun sebelumnya, Ical hanya mengikuti 1 lomba yaitu Lomba Musik, untuk tahun ini Ical terlibat dalam 3 lomba sekaligus. Yaitu musik, OSK (Olympiade Science Kuark), serta Robotic

Untuk lomba musik memang sudah hampir jadi rutinitas tahunan, sementara OSK dapet rekomendasi dari guru sekolahnya, dan Robotic, les yang baru Ical ikuti sejak bulan Juli 2015, ternyata Ical dapet rekomendasi juga untuk ikut kompetisi Robotic

Yang bikinpengen nulis blog kali ini adalah  karena sebuah pernyataan  menarik dari salah satu temen Ical di les, saat Ical tanya ke anak tersebut, “Kamu ikut lomba gak?”. Terus jawab anak tersebut: “Aku anak yang gak suka ikut lomba”

Saya sendiri dulu sebenernya dari kecil, pernah ikut lomba skala kecil, misal lomba agustusan, lomba puisi skala sekolah, dll. Dan pola asuh jaman dulu yang barangkali membuat saya dan kedua orang tua kurang bisa begitu dekat, beda seperti pola asuh jaman sekarang, yang menjadikan anak sebagai teman dan sahabat. Seorang inna yang waktu itu kisaran SMP dan mulai suka dunia nyanyi, ikut beberapa lomba nyanyi, dan ternyata kalah, semacam tidak bisa menerima kenyataan

Secara saya anak paling bontot, tentunya sering mendapat perlindungan dari ortu maupun kakak-kakak. Jadi semacam mental tidak terasah untuk menghadapi kegagalan. Belum lagi ketika kalah, saya yang tidak terbiasa bercerita apapun ke ortu, jadi dipendem sendiri, nangis sendiri, dan alhasil sempat jadi pribadi yang cukup introvert selama beberapa tahun

Melatih mental kompetitif, pentingkah? Yess, kalo menurut saya penting banget. Ada 3 alasan mendasar yaitu:

  1. Menanamkan PD pada anak
  2. Melatih mental berani sukses, berani gagal, sedari dini
  3. Membuatnya punya sense social yang lebih kuat, nyaman dengan lingkungan baru
  4. Membentuk mental lebih tangguh, karena terbiasa menghadapi kegagalan
  5. Lebih kreatif, karena dari tiap kegagalan, anak belajar bagaimana caranya berhasil dan menjadi lebih baik dari sebelumnya

Seperti ketika Ical dapat kepercayaan di 3 lomba bulan ini, saya sempat menanyakan apakah siap untuk menjalani ketiganya? Kalo iya, mari kita hadapi barengan. Saya sering bilang ke Ical, tugas Bunda itu seperti CHEERLEADER! Kasih support dan semangat ke apapun hal positif yang Ical lakukan, apalagi jika itu adalah pilihan Ical sendiri

Karena jujur, buat saya dan suami, hasil itu bukan yang utama, tapi bagaimana Ical, anak sulung kami, bisa belajar menempa dirinya melalui aneka kompetisi. Pelajaran dan pengalaman berharga dari tiap pertandingan itulah yang menjadi bekal hidupnya saat ini dan nanti

Maaf jika terkesan postingan ini menggurui, karena saya yakin tiap orang tua pasti punya pandangan pola asuhnya masing-masing, terutama dalam hal melatih mental kompetitif ini. Kalo menurut Ayah Bunda yang sedang baca postingan ini, pentingkah? Boleh yuk kita saling share

 

 

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *