Manfaat Olahraga Berenang Untuk Kesehatan Perempuan Usia 40 Tahunan

“Bun, ayooo berenang”. Inilah salah satu gambaran hari-hari saya bersama anak-anak sejak pindah ke Jakarta. Alasannya simple banget, karena di depan komplek rumah itu ada kolam renang umum, yang tinggal jalan kaki saja langsung sampai. Otomatis, ini menggoda anak-anak buat nyemplung, almost everyday! ๐Ÿ˜€

Saya sendiri, mulai bisa berenang sejak usia 24-25 tahun, belajar melalui guru, dan sejak itu menjadikan berenang sebagai olahraga favorit. Favorit ya, bukan berarti rutin, wkwkwk. Justru anak-anaklah yang bikin saya ngiler lagi buat berenang. Menjadikannya rutin dan kegiatan yang menyenangkan. Yes, berenang adalah salah satu olahraga yang saya suka selain yoga.

Sedihnya, sejak proses pindahan hingga stay di tempat baru, aktivitas olahraga saya amat sangat berkurang. Susahnya itu mencari ritme yang tepat. Untuk kembali bisa rutin menulis di blog saja, behhhh itu butuh perjuangan. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa back on track ngeblog lagi, PR saya berikutnya adalah kembali lagi fokus olahraga, demiii demiii kesehatan yang lebih baik. Secara nyadar banget, baru beberapa hari lalu masuk di usia 39 tahun, artinya gerbang usia 40 tahunan siap saya jelajahi.

Pengalaman Ibu Sakit Nyeri Lutut

Beberapa tahun lalu, sebelum Ibu berangkat haji, sempat mengeluh lututnya sakit. Saya ingat betul, saya yang antar Ibu periksa ke Dokter di rumah sakit Panti Rapih Jogjakarta. Setelah dianalisa, memang keluhan Ibu, rata-rata diderita oleh perempuan seusia beliau. Waktu itu saya masih SMP, sekitar usia 13-14 tahunan, berarti Ibu berusia sekitar 50 tahunan. Saat itu tindakan dokter adalah memberi suntikan, istilahnya semacam memberi minyak/ oli, karena Ibu didiagnosa terkena Osteoarthritis.

Belakangan saya baru tau, kalau ternyata suntik lutut untuk Osteoarthritis ini muncul pro kontra, karena menimbulkan efek kesehatan lainnya, seperti terjadinya bengkak setelah injeksi, penipisan tulang di sekitar injeksi bahkan kerusakan syaraf (hellosehat.com).

Guru Yoga saya sewaktu di Jogja, juga menganjurkan ke kami para perempuan yang belum terlanjur suntik lutut, sebaiknya menjaga kesehatan dengan olahraga yang baik untuk menguatkan otot dan sendi, seperti berenang dan yoga itu sendiri. Ini juga yang akhirnya Dokter rekomendasikan untuk Ibu, yaitu berenang.

Padahal tau gak, Ibu saya gak bisa berenang loh, tapi semangatnya untuk sembuh, meski Osteoarthritis ini tidak bisa disembuhkan 100%, tapi minimal membuat lututnya lebih nyaman. Karena tidak mungkin bergantung dengan suntikan lutut terus menerus. Seingat saya, Ibu lebih dari sekali mendapatkan suntikan lutut ini, dan yang paling mahal pernah sampai 2-3 jutaan sekali suntik, ini pun sebelum tahun 2000an. Entah sekarang berapa, dan apakah dicover BPJS? Ada yang tau infonya mungkin biaya suntik lutut di era 2020 ini?

Nah, dari pengalaman Ibu inilah, salah satu yang membuat saya ngotot pengen hidup lebih sehat. Setidaknya kalau pola makan masih amburadul, biarlah saya upayakan dulu melalui lebih rajin olahraga. Padahal bagusnya keduanya yaaaa, tapi duh duhh duh, perkara makan ini sepertinya memang perlu dobrak mindset banget nih saya, resolusi yang belum berhasil sejak entah kapan tahun resolusi dibikin ๐Ÿ˜€

Mengalami Sendiri Nyeri Sendi

Saat hamil anak pertama, berat badan saya hampir 100 kilo loh. Hiks. Ampun, sampai saya gak punya foto sama sekali. Malu kali ya waktu itu, sampai saya gak punya rekam foto diri saat hamil. Disini nih, saya mulai merasakan nyeri, bukan di lutut, tapi di tungkai kaki. Deh ini nyeri luar biasa.

Begitupun setelah hamil anak kedua, dan melahirkan, berat badan saya tidak pernah jauh dari angka 90 kilogram. Inilah yang akhirnya membuat lutut pun jadi nyut-nyutan. Teringatlah saya dengan pengalaman Ibu. Duh, Ibu suntik lutut saja usia 50 tahunan, lah saya yang waktu itu belum 30 tahun saja, sudah tanda-tanda seperti ini.

Setelah saya rajin yoga dan berenang, keluhan macam begini memang jadi berkurang. Tapi kalau saya pas males, langsung lah muncul kembali. Inilah kenapa, saya paling sedih, ketika benar-benar tidak ada waktu olahraga sama sekali. Karena biasanya, kalau berhenti olahraga sekali, dua kali, tiga kali, mau membangkitkannya lagi ituuuu loh, yang butuh effort maksimal!

Ya, namanya mau sehat, memang diperlukan usaha berlipat-lipat! Salah satu cara saya mencapainya, adalah melalui berenang, yang ternyata manfaat secara kesehatan untuk perempuan, khususnya saya jelang 40 tahunan begini. Apa saja manfaatnya?

Manfaat Berenang Untuk Kesehatan Perempuan Usia 40 Tahunan

1. Meredakan Nyeri Sendi

Entah masih berupa gejala ataupun sudah masuk ke tahap Osteoarthritis, berenang terbukti mampu mengurangi nyeri yang terjadi. Seperti yang saya ceritakan di paragraf sebelumnya, bahwa dengan rutin berenang, membuat sendi-sendi lutut lebih nyaman dan jauh dari kata nyeri. Kalau menurut guru yoga saya, gerakan berenang dan yoga, ada beberapa diantaranya yang memicu secara alami pelumasan bagian lutut, semacam oli/ minyaknya terpancing untuk diproduksi. Ini yang membuat, kenapa ketika para penderita Osteoarthritis berenang atau yoga, menjadi lebih reda penyakitnya. Reda ya, bukan sembuh total. Artinya butuh rutin untuk mempertahankannya.

2. Menguatkan Jantung

Bisa dibilang, hampir seluruh jenis olahraga memberikan efek baik untuk kesehatan jantung. Hanya saja, untuk perempuan yang masuk usia 40 tahunan, apalagi dengan keluhan nyeri sendi, maka olahraga paling tepat, salah satunya adalah berenang. Berenang selama ini memang dipercaya sebagai salah satu olahraga kardivaskular terbaik yang pernah ada. Gerakan-gerakannya membuat seluruh tubuh bergerak, sehingga mampu membantu aliran peredaran darah ke jantung.

3. Memperbaiki Metabolisme Tubuh

Usia 40 tahunan, memang masa-masa dimana metabolisme tubuh makin menurun. Jalan satu-satunya untuk bisa memperbaiki hal tersebut, adalah dengan olahraga. Berenang sebagai salah satu olahraga dengan kategori aman untuk perempuan usia 40 tahunan, membantu kita lebih sehat dengan adanya perbaikan metabolisme secara menyeluruh.

4. Menjaga Berat Badan

Usia 39 tahun seperti saya saat ini, bukan pasrah dengan berat badan yang segini-gini aja, tapi juga berusaha supaya tetap terjaga dengan baik. Sekarang angka berat badan di 85 kiloan, bagi saya prestasi sendiri sih, setelah bertahun-tahun berjuang di angka lebih dari 90-95 kilo. Sebenarnya sudah pernah di angka 80-81, tapi karena bandel jarang olahraga, jadilah membahana lagi tuh angkanya, xixixiii. Tuh, kan, jadi memang dengan rajin olahraga, termasuk berenang ini, berat badan lebih terjaga dan otomatis badan lebih fit dan bugar.

5. Lebih Rileks & Jauh dari Stres

Sehari marah-marah berapa kali bukkkk?ย Bisa jadi, ini karena kurang olahraga loh. Stres ini penyakit mental yang gak bisa kita abaikan gitu aja loh. Kalau kita abaikan bisa masuk ke tahap depresi, which is ini lebih berat lagi penanangannya. Saya juga ngerasain sendiri, ketika rutin olahraga, termasuk yoga dan berenang, selain badan lebih sehat, bawaannya tuh lebih semangat, happy dan gak gampang sewot!

Manfaat secara pribadi, karena saya tukang jualan suara di dunia voice over, maka berenang ini membantu sekali saat ambil suara buat kerjaan. Nafas lebih panjang, dan gak ngos-ngosan!

Nah tuhhh, ini aja baru beberapa manfaat yang saya alami langsung, kalau mau googling, lebih banyak lagi manfaat berenang untuk perempuan usia 40 tahunan.

“Tapi aku takut berenang mbaaa”. “Aku gak bisaa berenang”.

Eh gini-gini, saya kan belajar berenang usia 24-25 tahunan ya? Tau gak, Ibu saya belajar berenang itu mulai usia 60 tahunan, dan bisaaaaa loh! Jadi gimana, berapa umur Ibuk-ibuk sekalian? Masih gak mau juga belajar berenang buat dapet kesehatan lebih baik?

1 thought on “Manfaat Olahraga Berenang Untuk Kesehatan Perempuan Usia 40 Tahunan

  1. Aku malah sampe 30an ini masih belum bisa renang. Jadi terpicu pengen belajar renang. Biar bisa menikmati olahraga yang satu ini. Dan olahraga renang ini pun yang direkomendasiin buat semua penderita penyakit saraf ya, mak. Pasanganku ini abis implan tulang pun disuruh olahraga yang boleh cuma renang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *