Lifestyle

LDR, Asikkin Aja!

LDR. Long Distance Relationship, atau buat yang sudah menikah seperti saya, istilahnya menjadi LDM, Long Distance Marriage. Ada yang pernah atau sedang mengalami?

Saya dan suami termasuk yang mengalami LDM dalam rentang waktu cukup lama. Hampir seusia pernikahan kami yang sudah  masuk tahun ke-12. Awalnya memang karena suami bekerja pindah-pindah lokasi dan tidak diperkenankan membawa keluarga. Di tahun-tahun pertama, memang terasa cukup berat, terutama setelah anak pertama lahir. Berasa banget, ketika harus ini itu sendiri. Bahkan di kelahiran anak ke-2 kami, suami tidak mendapat ijin untuk pulang. Padahal waktu itu suami tugas di halmahera, yang jauh di Indonesia Timur sana. 

Jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan diri, untuk berada di ruang bersalin, tanpa ditemani suami. Pengen nangis? Ya pasti lah, tapi saya tau, bahwa saya harus kuat. Untuk suami, anak pertama saya, dan tentunya anak yang akan lahir

Pernikahan dengan LDR seperti ini, memang kadang justru membuat orang lain yang melihat merasa kasihan. “Duh Mba, kalo aku gak sanggup bisa jauh-jauhan kek gitu”. “Mba gak capek wara wiri sendiri tanpa suami?”.

Dari golongan yang mengkasihani, ada juga golongan yang cukup nyinyir, seperti, “Eh, suami kerja dimana, ya harus diikutin kemana aja. Dosa loh!”. Atau hal-hal kenyinyiran lainnya, yang sering saya dengar, saya telan, tapi tidak saya masukkan ke hati.

Intinya, tidak perlu emosi lah, ketika suami dan istri memutuskan untuk LDR, ya mau gak mau, harus mau belajar percaya satu sama lain. Emang gak pernah cemburu? jelas enggak dong! Enggak salah! 😀

Itulah kenapa, bagi suami dan istri yang menikah dan memutuskan untuk menjalani LDR, maka perlu sama-sama menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Kalo suami, tentu sudah sibuk dengan aktivitas di kantor. Nah buat para istri nih, yang mungkin semacam saya, IRT, di rumah saja, tidak kerja kantoran, maka perlu mencari aktivitas yang membangun dan memberdayakan kemampuan.

Selain ikhtiar, upaya berupa doa pun, tetap diperlukan, supaya keluarga tetap sakinah, mawaddah dan warohmah, meski harus menjalani pernikahan secara jarak jauh.

Keputusan LDR ini, memang saya dan suami ambil, karena kondisi pekerjaan yang tidak memungkinkan kami sekeluarga untuk ikut. Nah, beberapa tahun terakhir, suami mulai kerja di Jakarta, dan tinggal di rumah mertua. Saya di Jogja, di rumah kami sendiri dan juga rutin mengunjungi Ibu kandung saya yang rumahnya dekat dengan sekolah anak-anak.

Dengan kondisi pekerjaan suami saat ini, lalu apakah saya dan suami akan mengakhiri sistem pernikahan serba LDR ini? Iya, kami punya rencana tentu saja. Doakan saja ya 🙂

Tapi yang jelas, masa-masa LDR yang kami jalani, kami nikmati saja dulu, dan Alhamdulillah anak-anak tetap bisa dekat dengan Ayahnya, meskit tidak bertemu setiap hari. Karena sejak anak-anak bayi, saya selalu menghadirkan sosok Ayahnya dalam tiap Doa dan obrolan kami. Jadi bukan berarti, anak-anak yang tumbuh dari orangtua LDR, tidak bisa dekat ataupun mengenal Ayahnya.

Kuncinya ada pada komunikasi. Karena tidak jarang kan, anak-anak juga tetap tidak bisa dekat dengan Ayahnya meski setiap hari bersama? Kembali lagi, bagaimana para Ibu, membangun bounding antara Anak dan Ayah. Lagi-lagi tugas Ibu ya? Banyak ya tugas seorang istri dan sekaligus Ibu? Iyes, termasuk dalam hal LDR ini, seorang Ibu mengajarkan ke anak-anak, bagaimana tetap kuat dan bahkan kreatif, meski sosok suami tidak selalu ada setiap hari.

Yang masih galau dan resah karena LDR dengan suami, yukk mari Mom, persibuk diri dengan hal manfaat, dan fokus membesarkan anak-anak dengan sepenuh hati. Insya Allah, keluarga bisa tetap harmonis, dan anak-anak pun bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

So, LDR-an? Sedih? Boleh aja. Nangis? Boleh aja. Tetap kuat yes Mom, Be strong and active! Meski banyak komentar gak enak di luar sana. Kita kok yang tau persis bagaimana rumah tangga kita. Kita yang paham, bukan orang lain. Asikin aja! Sepakat? 🙂

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *