KENALI Proses KEHILANGAN, Temukan MAKNAnya

“Memaknai kehilangan? Ahhh, itu hanya teoriiii sajaaa…”, begitu barangkali yang bersliweran di pikiran Anda sekarang.

Pertanyaan berikutnya, memaknai yang seperti apa? Apakah memaknai itu sama halnya dengan merenungi, meresapi, hingga jadi sensi & termehek-mehek? Atau memaknai secara positif & memberdayakan?

“Hayaaaahh, mana  ada memaknai kehilangan dengan positif & memberdayakan”, otak kritis Anda mengajukan mosi tidak percaya, secara dari pengalaman kumulatif yang Anda saksikan, dengar & rasakan, kehilangan diidentikkan dengan lonely-desperate-hopeless. Kehilangan baik itu kehilangan ‘sesuatu’ atau seseorang acap kali membuat seolah hidup terhenti,  tak mampu berjalan lagi, dunia serasa runtuh, mata semakin berkabut, & suara-suara kepiluan makin menyayatttt…..

Eeitttsss… Stopppppp stoppp stoppppp….

Ijinkan saya bertanya terlebih dahulu.. Sejauh mana Anda mengetahui bahwa ternyata jika kita semakin meng-Kenali bagaimana proses sebuah kehilangan itu bisa mempengaruhi kita, berarti semakin kita mampu memaknai kehilangan? Sudahkan Anda men-Sadari bahwa proses tersebut adalah jalan mudah menemukan makna dibalik sebuah kehilangan?

Bagaimana cara meng-Kenali proses sebuah kehilangan?

Ok, Begini…

Cara termudahnya adalah dengan menganalisa lebih fokus tentang kejadian yang telah Anda kategorikan sebagai sebuah kehilangan.

karena….

Tanpa Anda sadari, dengan MULAI untuk MELIHAT gambaran peristiwa, MENDENGAR suara (baik itu suara pada saat kejadian/ suara batin Anda sendiri), & MERASAKAN sensasi yang muncul saat terjadinya momen kehilangan, berarti Anda belajar untuk men-Selami proses kehilangan SEKARANG!

GAMBARAN

Bayangkan/ visualisasikan saat-saat melihat peristiwa ‘kehilangan’. Perhatikan gambar tersebut dengan FOKUS. Ketika mata Anda menatap lekat ke gambaran tersebut, apa yang terjadi? Ada rasa tidak nyamankah? Jika ini terjadi, otak-atik gambarnya, semisal gambar ini semula berwarna, bisa diganti dengan hitam putih, atau jika warna gambarnya cerah bisa diredupkan, atau Andaikata gambarnya bergerak seperti film, Anda bisa rubah gambarnya menjadi diam, bahkan jika jaraknya terlampau dekat, bisa  dijauhkan. Otak-atik seoptimal mungkin baik itu warna, bentuk, jarak, dimensi dan apapun yang dapat menjadikan gambar tersebut mendatangkan keNYAMANan.

SUARA

Sebagian orang mampu mendengar dengan jelas suara-suara yang muncul dalam sebuah kehilangan, baik itu suara batin sendiri ataupun suara-suara orang-orang disekelilingnya.  Mana yang Anda dengar? Suara batin Anda atau suara di sekeliling Anda? Tidak ada yang BENAR atau SALAH dalam hal mendengar suara yang mana. Yang jauh lebih penting adalah, Anda sungguh-sungguh melacak suara tersebut. Jika parau & terkesan tidak nyaman, Anda bisa ubah suara parau tersebut menjadi nyaring. Atau jika suara tersebut terlalu kencang volumenya, Anda bisa turunkan secara perlahan. Kuncinya tentu saja, menemukan takaran yang pas, agar suara yang Anda rubah tersebut menuju pada suara yang memberi kenyamanan. Otak-atik dari sisi volumenya, naik turun suara, hingga kecepatan suara tersebut.

SENSASI

Apa yang paling Anda RASAkan saat stimulus terhadap kehilangan itu muncul? Apakah berdebar-debar keras di dalam dada? Apakah seolah-olah ada udara keluar masuk ke rongga tubuh? Ataukah dingin/ hangat yang menyergap permukaan kulit/ seluruh tubuh Anda? Seperti halnya Otak-atik pada elemen GAMBARAN & SUARA, pada SENSASI pun Anda mulai temukan kondisi tidak nyaman, dan kemudian bawa ke kondisi nyaman. Jika ada rasa tertentu di lidah, semisal pahit, asin, Anda bisa rubah rasa itu menjadi manis, ataupun sebaliknya. Misal sensasi dingin muncul & menyebabkan ketidaknyamanan, Anda bisa rubah suhunya menjadi hangat. Tujukan pada nyaman. Tujukan pada kenyamanan.

***contoh elemen-elemen pada gambaran, suara, & sensasi diatas bisa dalam kondisi sebaliknya**

Sebagian orang barangkali  mengalami sekaligus ketiga hal tersebut, baik itu GAMBARAN, SUARA, ataupun SENSASI. Akan tetapi sebagian yang lebih lain, terkadang hanya merasakan 1 atau 2 poin saja. Apapun itu, tidak ada yang tidak BENAR. Karena ke-MAMPU-an Anda untuk meng-otakatik  & men-TEMUKAN KENYAMANAN itulah yang paling diperlukan.

Sesudah Anda mengotakatik elemen-elemen tersebut dan menemukan ke-NYAMAN-an. Tes dengan mengingat gambaran, suara, atau sensasi ketika muncul kembali memori kehilangan.

Jika Anda ulang proses otak-atik yang sama, dan semakin nyaman, berarti Anda tinggal perkuat & persering. Akan tetapi jika belum, Anda bisa pilah lagi, langkah mana diantara GAMBARAN, SUARA, atau SENSASI yang lebih dominan.

Semakin Anda berhasil mengenali elemen-elemen dari proses Kehilangan, semakin Anda mampu mencari & mendapatkan keNYAMANan.

Semakin Anda Nyaman, Semakin Anda mendapat hikmah dari setiap kehilangan yang terjadi.

Sementara Anda makin men-DAPAT HIKMAH dari sebuah kehilangan yang bermakna, maka Anda makin memperkuat mata, telinga, & hati Anda untuk melihat-mendengar-merasakan hal-hal yang lebih positif & memberdayakan.

Salam Ceria 🙂




coded by nessus

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.