Lifestyle

Kapan Nikah?

“Alkisah, puluhan tahun lalu, di sebuah kota kecil bernama Bumiayu. Seorang lelaki usia mapan tertarik dengan seorang gadis desa yang akan segera lulus dari sekolah menengah pertama. Hanya melalui beberapa kali dialog singkat, lelaki asal Purworejo itu langsung menemukan kemantapan dan dengan penuh percaya diri meminang gadis yang masih berusia 16 tahun tersebut”

Ahhh yaa, inilah kisah ketika Bapak saya melamar Ibu saya yang jauh lebih muda. Bapak yang waktu itu sudah bekerja & jatuh hati dengan gadis desa sederhana, dan tanpa pikir panjang langsung menemui Eyang Buyut yang merawat Ibu saya, lalu melamar

Awww so romantic yaaaa! Kadang saya suka membuat *terjemahan* sendiri di kepala saya, betapa *cute* & *culun*nya ibu waktu itu. Kebayaaannggg, SMP aja baru mau lulus, eeee uda diajakin nikah! Ibu saya juga cerita, sebenernya minta waktu ke Bapak untuk lanjutin SMA dulu, baru kemudian mereka menikah. Tapi jawab Bapak saya: “Ojo ora usah, mengko malah kecantol karo koncomu SMA” (uda gak usah, nanti malah kecantol sama temen SMAmu”. Hahaha Rupanya Bapak bener-bener gak mau kehilangan Ibu

Foto ini adalah foto ketika saya & Ibu pergi ke Bumiayu saat libur lebaran tahun ini, dannnn Ibu ngajakin nostalgia ke SMP Ibu, sekolah terakhir sebelum Ibu menikah dengan Bapak
Ibu cerita juga, kalo di jaman itu, kisaran tahun 60-an, perempuan (terutama di tempat Ibu tinggal, yaitu Bumiayu), masih jarang banget yang sekolah sampe SMP. Boro-boro sekolah, kelas 5-6 SD aja uda pada dilamar dan akhirnya menikah. Well, bisa dibilang Ibu termasuk yang beruntung bisa mengecap pendidikan hingga lulus SMP. “Kalo yang jaman itu, perempuan sekolah sampe SMA, biasanya jadi pejabat”, celetuk sepupu saya, yang juga ikut ke acara nostalgia Ibu ke Bumiayu 

Kalo dipikir-pikir, Bapak saya waktu itu terlihat yakin & percaya diri untuk segera melamar, karena memang sudah punya pekerjaan yang cukup mapan

Mmmm lalu, mapan itu apa sih? Karena saya sendiri sekarang usia 37 tahun, punya beberapa teman sekolah ataupun kuliah, yang which is mereka adalah laki-laki ataupun perempuan dengan pekerjaan cukup mapan, bahkan punya rumah & kendaraan pribadi

Alasan seseorang belum menikah, pastinya beragam, ada yang karena merasa belum cukup mapan, ada yang bilang belum nemu jodohnya, ada yang pengen fokus di karir dulu, adaaa yang juga masih patah hati karena hubungan sebelumnya, dan lain sebagainya

Pertanyaan “Kapan Nikah” sepertinya menjadi momok bagi sebagian orang. Menganggu? Ya jelas! Saya pun paling anti kalo nanya hal begini ke orang lain, terutama orang-orang yang sudah punya usia layak menikah. Kalo ke para ponakan saya yang masih pada kuliah, saya kadang godain, “Ijazah atau Ijabsah dulu nih?”. Secara sekarang pernikahan usia muda marak terjadi. Beberapa pasangan yang memilih menikah muda, beralasan lebih baik SAH daripada ikutan gaya pacaran serba bebas, ataupun mereka berani ambil resiko menikah meski belum punya pekerjaan tetap, asal bisa bareng & juga bareng-bareng membangun segala sesuatunya dari NOL

Nah, para jomblowan/ jomblowati, kalo ditanya Kapan Nikah? Apa biasanya jawabannya? Dan kira-kira berani nikah itu kalo sudah mapankah? Lalu apa definisi mapan?

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

2 Comments

  • Reyne Raea

    Awwwww… Co cwiitt banget sih ibunya, mbak 😀

    Coba gitu ya, banyak pemuda kayak bapak di zaman sekarang.
    Kalau suka anak orang, langsung lamar, bukannya diajak pacaran mulu yak hahaha.

    Dan kata mapan memang selalu gak sama dalam tiap presepsi orang lain.

    Kalau saya dulu ditanya kapan nikah?

    Dijamin saya jawab “BESOK! Soalnya hari ini udah kesorean hahaha”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *