Parenting

Kakak Adik Kompak, Apa Rahasianya?

Puyeng gak sih Bun, kalo dikit-dikit kakak dan adek berantem, atau saling ngadu satu sama lain. Di saat kita lagi capek pulang kantor misalnya, atau kerjaan rumah belum kelar-kelar juga, eeee lah kok kakak sama adik pada ribut berebut sesuatu, entah itu mainan, makanan, dan lain-lain.

Pernah ngalamin hal seperti ini?

Saya tunjukkk tangannn lah! Pasti pernahhhhh!

Dan terus seringkah?

Kalo kejadian ini berulang sehari beberapa kali, dan tiap hariii, waduwww dijamin bisa nyut-nyut-an tuh kepala πŸ˜€

Dulu ketika anak-anak meributkan sesuatu, saya selalu ikut campur. Sampai suatu ketika, suami bilang: “Udah Bun, biarin aja dulu, biarkan mereka cari jalan keluar buat mereka sendiri”.

Nah setelah saya coba beberapa kali, ketika mereka saling berargumen atau berdebat tentang sesuatu, saya berusaha untuk diam tanpa turut campur. Dan hasilnya? Wiiii bener banget loh, ternyata mereka juga cuma bentar aja kok debatnya, setelah ituuuu ketawa ketiwiii lagiiiiiii.

So, hal pertama yang perlu kita camkan benar-benar adalah, kita gak usah terpancing emosi ketika sedang memperdebatkan sesuatu. Disini mereka akan belajar cara diskusi hingga mencari solusi terbaik. Dengan kejadian seperti ini, mereka juga belajar berkomunikasi secara baik dengan kakak/ adiknya, sehingga bisa dibawa untuk komunikasi di luar rumah.

Yang bikin puyeng adalah, kita turut campur, terus emosi, lalu merepetlah kemana-mana. Duh, capekkk bun energi kita kalo memperlakukan sikap anak seperti itu. Mending energinya kita pakai untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

Lalu langkah keduanya apa?

Hentikan sikap membanding-bandingkan antara kakak dengan adik, meski hal sekecil apapun. Misal: “Tuhhh, adikmu tuh gak gitu loh” atau “Lihat tuhh kakak pinter di sekolah”. Ketika kita membandingkan anak satu dengan yang lain, tanpa kita sadari kita sedang membangun dinding pemisah antara satu dengan yang lain.

Pernah melihat satu keluarga isinya ribut terus antara kakak dengan adik-adiknya? Atau pernah mengalami sendiri? Dan ributnya ini bahkan terbawa hingga dewasa?

Nah, hal-hal sepele inilah yang sering kita abaikan, bahwa membuat anak-anak kompak adalah tanggung jawab kita juga sebagai orang tua. Mosok kita mau, di masa tua kita nanti, anak-anak saling asing satu dengan lainnya dan bahkan gontok-gontokkan? So please, hentikan membandingkan antara si kakak dengan adik, sekarang juga!

Langkah ketiga yang juga sebenernya cukup mudah adalah, dengan melibatkan kakak dan adik dalam satu kegiatan yang sama atau serupa. Misal mereka sama-sama suka musik, atau suka menggambar, atau suka kegiatan alam seperti outbound, membuat kerajinan, dan lain-lain. Dengan melakukan aktivitas bersama-sama, disini mereka belajar menghargai dan memahami sifat dari saudaranya.

Kompak adalah ketika mereka bisa saling beradaptasi satu sama lain dengan baik dalam segala situasi, kompak itu bukan berarti tanpa masalah ya Bun, namanya juga anak-anak, sangat manusiawi kalo mereka juga kadang ada *berantem kecilnya*

Jadi gak pake rahasia-rahasiaan ya gimana caranya biar kakak adik lebih kompak.Β Kuncinya di 3 hal diatas, 1) Biarkan mereka belajar cari solusi atas masalah mereka berdua, 2) Stop membanding-bandingkan!, 3) Ajak mereka dalam 1 aktivitas yang sama.

Ada yang mau nambahin mungkin? Silahkan komen aja yukkk πŸ™‚

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

8 Comments

  • Reyne Raea

    Mba Inna, suka banget liat duo ini di IG mba, dan emang keliatan kalau mereka kompak, meskipun BTS-nya mungkin gak seindah yang tertampil hahaha.

    Mungkin karena mereka gak beda jauh usianya kali ya, seru dan gemes banget liat kompaknya mereka πŸ™‚

  • Rania Fardyani

    Membiarkan anak menyelesaikan masalah mereka sendiri juga termasuk pendidikan parenting, biar nanti udah gedenya mereka bisa problem solving sendiri

    itu kata ibu saya yang guru TK, saya mah anak pertama baru mau lahir beberapa minggu lagi πŸ˜€

  • Rita

    Dulu saya juga sering turut campur ketika anak2 bertengkar.
    Yang membuat saya masih kesal dan dongkol sampai beberapa saat kemudian sememtara mereka sdh lupa, sudh baikan, sdh ketawa2 lagi. Ngeselin yaπŸ˜‚

  • Esthy

    Hai mb Inna…
    Asal gak berbahaya seperti pukul-pukulan, dibiarin aja sih. Pernah si adik kegores kuku kakaknya, saya sudah mencak2, eh mereka malah ketawa ketiwi. Mrka lebih woles drpd emaknya, hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *