Lifestyle

IRT Produktif

Maaf, sebentar. Tulisan ini khusus untuk para ibu rumah tangga aja loh ya. Bapak rumah tangga juga silahkan ikut nimbrung. Eh suaminya para IRT juga boleh lah. Para calon IRT juga sah-sah aja baca postingan kali ini. Pada akhirnya, boleh untuk semua kalangan, dengan catatan, gak baperan, gak nyinyiran πŸ˜›

IRT, satu profesi yang dulu jauh dari impian saya. Impian seorang Inna jaman sekolah dan kuliah dulu, adalah jadi orang kantoran. Pergi pagi pulang sore. Kerja pake outfit keren ala-ala sekertaris dan sepatu kerja yang bunyinya cetak-cetok.Kesampaiankah impian tersebut? Alhamdulillah iya. Sempat mencicipi menjadi pegawai kantoran, dan inipun saya sebenarnya suka dengan bidangnya. Bahkan bidang ini saya rintis sejak kuliah. Namun ketika saat lamaran dari calon suami tiba, gak tau kenapa, saya galau.

Saya yang idealis pengen kerja kantoran, pengen punya gaji berjuta-juta, sekejap gamang, karena langsung berpikir, kalo saya menikah lalu punya anak, terus anak-anak nanti gimana? Sekonyong-konyong saya jadi ingat salah satu keponakan yang tinggal di rumah dengan baby sitternya, dan dibentak, dicubit, bahkan itu pas ada saya loh sebagai tantenya. Gimana kalo gak ada saya coba? Diapain tuh anak pas kakak saya & istrinya kerja? Dan gimana pula coba kalo itu anak saya?Β Duh duh duh, setiap hal yang sebelumnya tidak pernah terpikir setelah proses lamaran, mendadak menyeruak semua.

IRT, maka menjadi sebuah pilihan buat saya, yang jujur gak mudah pada awalnya. Mesti ngapain coba di rumah kalo kerjaan rumah uda kelar semua? Terus gak bisa eksis dong! Hahaha tetep ya, eksis is number one πŸ˜€

Jauh di dalam hati saya, saya pengen di rumah, mendampingi tumbuh kembang anak secara langsung, namun di sisi lain, juga pengen tetap produktif. Produktif disini tentu saja bisa menghasilkan dan membantu keuangan keluarga. Gak tega lah saya, melihat suami kerja pontang-panting dan menerjang kemacetan tiap hari.

Nah buat para Bunda yang mungkin gamang dan galau seperti yang pernah saya rasakan, dan mencari tau apa yang sebaiknya dilakukan untuk tetap menjadi IRT sekaligus pribadi yang produktif dan bisa menghasilkan uang?

  1. Suka Masak Bun? Wah ini saya banget, eh enggak ding! Xixixii. Tapi kalo Bunda suka masak, bisa mulai tawarkan masakan atau makanan yang Bunda bikin sendiri. Saya kenal salah satu orang tua murid di sekolah anak saya, dengan berjualan puding hasil bikinan sendiri, secara omset lumayan loh, meski awalnya hanya dari mulut ke mulut saja, sekarang malah sudah merambah di sosial media dan makin dikenal dimana-mana.

2. Suka Jahit, Bikin Kerajinan atau Pernak-Pernik lainnya? Nah ini juga ada cerita dari teman saya SMA, yang awalnya suka dengan segala hal tentang Batik. Lalu ia pun mulai belajar dan gak disangka bisa jadi desainer. Bahkan karyanya beberapa kali ikut tampil di Jogja Fashion Week.

3. Suka Dodolan? Pastikan untuk Bunda yang pengen jualan, pisahkan uang belanja dan uang jualan ya Bun, biar gak riweh di kemudian hari. Meski mulai jualan kecil-kecilan, yang penting rapih dan teratur pembukuannya, plus niat kuat pengen bantu suami, Insya Allah lambat laun juga makin berkembang usahanya. Ini mah, contohnya banyak. Lihat saja para penjual online di sosmed yang gigih promosi. Salah satu keponakan saya juga termasuk yang meraup rejeki dengan cara jualan online ini. Ya meski gak mudah, tapi ternyata bisa tuh, jadi IRT dan punya penghasilan dari rumah. Bahkan suaminya akhirnya resign karena usahanya makin besar.

4. Suka Olahraga? Wah ini juga asyik banget, suka olahraga, terus belajar jadi instruktur, dan buka kelas di rumah, terus punya penghasilan. Salah satu instruktur yoga saya pun, kalau dilihat jam kerjanya, minimalis banget. Ada kelas di rumahnya, tiap pagi jam 8-10. Kadang lanjut ada kelas private di siang atau sore hari. Gak usah dihitung berapa penghasilannya dari private yoga deh, hitung aja dari kelas regularnya, selasa sampai sabtu, tiap orang per kedatangan Rp 50.000,-, dan biasanya kelasnya berisi minimal 5 orang. Kalikan aja tuh, berapa minimal penghasilannya perbulan? Bikin ngiler ya?

5. Suka Nulis atau Motret? Tos dulu kita! Buat saya, menulis ini media, buat menuangkan isi pikiran sekaligus informasi. Apalagi kalo nulis dapet bayaran? Motret juga sama, mulai dulu aja dengan ikut kontes-kontes sederhana di sosmed, nanti orang juga bakal ngeh dengan karya kita.

Intiya Bun, banyak banget yang bisa kerjakan dari rumah, supaya kerjaan domestik beres, kondisi keuangan pun aman tentram sejahtera.Β Kuncinya, temukan yang kita sukai, lalu tekuni. Meski di awal terkesan biasa-biasa saja, tapi percayalah ketika kita kerjakan tahunan, maka publik juga percaya dengan kita, dan orderan demi orderan sesuai dengan bidang kita pun akan berdatangan

Good luck! Siap jadi IRT yang produktif yes?

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

12 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *