Ical 8 Tahun, Cacar Air

11108283_10205880006993382_286740047368637689_nJumat sore, tanggal 22 mei 2015, adalah saat pertama Ical mulai ngeluh gak enak badan. Yang awalnya uda mau siap-siap berangkat les musik, akhirnya gak jadi. Karena saya liat kondisinya lemas, mata cekung, dan tidak aktif seperti biasanya. Saat ini saya melihat ada 2 bentol di bagian tangan, seperti pecah, sempat saya duga seperti cacar air, tapi saya cek di bagian tubuh lain, belum ada atau mungkin saja belum tampak jelas

Saya pegang dahinya agak anget, dan langsung saya cek dengan termometer, suhunya sudah hampir 39 derajat celcius. Saya berikan obat penurun demam lalu Ical bobok sore, padahal biasanya hampir gak pernah tidur siang, hehe. Sebagai ibu tentunya hapal dengan anak-anaknya, seperti Ical ini, tidur siang biasanya kalo menunjukkan gejala akan sakit

Paginya hari sabtu tanggal 23 mei 2015, ketika akan sekolah, uda siap mandi, saya cek lagi suhu badannya, dan masih normal, tapi Ical keliatan masih lemas dan sayu. Kemudian saya cek lagi bagian tubuhnya terutama punggung dan dada, dan ternyata sudah muncul bentol-bentol lainnya, berwarna merah. Saat itu juga, saya langsung telpon ke Panti Rapih, untuk tanya jadwal praktek Dokter Eddy Dharma

Pulang siaran jam 11 siang, saya jemput Ical, dan langsung menuju ke tempat praktek. Ternyata gak serame yang saya duga. Hanya menunggu 2 antrian, kemudian kami dipanggil suster. Dannn benarlah dugaan saya, Ical terkena cacar air, karena memang dulu belum pernah. Dokter hanya memberi 2 resep, yaitu acyclovir (tablet) yang minumnya sehari 4x, tiap 6 jam dan obat untuk batuknya sehari 3x (kebetulan ical batuk juga), biasanya saya gak pernah ke dokter kalo untuk urusan batuk, tapi karena khawatir batuknya akan memperarah cacar, maka saya setuju ketika ada obat. Benarlah, cacar air juga ada di dalam mulut dan juga di tenggorokan, yang membuat Ical kesulitan untuk menelan

Tanggal 24 mei 2015, sekitar siang hari, suhu badan Ical kembali naik, hingga 40 derajat celcius. Saya berikan kembali obat penurun demam. Yang saya perhatikan adalah tiap cacar-cacar air baru mau keluar, badan suhunya langsung tinggi

11295816_10205815813468584_7987419414384358611_nTanggal 25 mei 2015, Ical sudah tidak panas, dan benar seperti kata Dokter Eddy, bahwa cacar akan mulai mengering. Dokter wanti-wanti tidak perlu diberikan salep, bedak, atau olesan apapun saat cacar belum kering, saat cacar masih dalam posisi matang, biarkan saja kering dengan sendirinya. Cukup perhatikan higienitas kulit, mandi pagi dan sore, dan pastikan keramas, karena di kulit kepala juga tumbuh beberapa cacar

Hari ini tepat seminggu Ical cacar, dan kondisi fisiknya sudah jauh lebih baik, dan setelah kontrol hari kamis tanggal 27 mei, Dokter sudah membolehkan Ical masuk sekolah, asal tidak banyak lari-larinya, supaya tidak berkeringat terlalu banyak. Khawatirnya gatel dan pengen menggaruk cacar yang belum kering benar, malah bisa timbul infeksi. Kebayang ekspresi Ical, pas dokter bilang, gak boleh lari-lari? Hehe. Langsung manyun ^_^

Hanya saja, porsi makannya jadi sangat berkurang, karena tiap menelan lumayan sakit. Tapi Alhamdulillahnya, Ical bisa banget saya ajak kerjasama untuk membantu kesembuhannya. Mau minum lebih banyak, mau minum obatnya, karena paham untuk bisa *lari-lari* dan maen di luar rumah, artinya nurut kata dokternya. Apalagi setelah saya jelaskan juga, kalo dokter eddy ini dulu kuliahnya di Belanda, makin manteplah Ical! Segera sehat  maksimal ya Kakkkk :*




coded by nessus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *