HypnoSleeping & Dongeng: Si Kecil Mudah Tidur & Pulas

20 Februari 2011 ini adalah hari yang cukup bersejarah buat saya & anak saya, sehingga keesokan paginya selepas Sholat Subuh, keinginan untuk menuangkan pengalaman ini meletup-letup di kepala saya. Apa yang membuatnya begitu bersejarah? Yang menjadikannya special & bersejarah adalah karena inilah momen pertama buat anak saya yang menjelang usia 4 tahunnya di bulan Maret nanti, meMINTA TIDUR di ruangan terpisah dari saya & suami.

Jika Anda cermat membaca kalimat terakhir dalam paragraph pertama diatas, maka Anda akan menangkap, bahwa si kecil meMINTA TIDUR bukan dalam kondisi ‘terpaksa’ karena seseorang atau sesuatu.

Pernahkah Anda menyadari bahwa setiap anak punya ritmenya masing-masing? Tugas kita sebagai orangtua adalah menyelaraskan ritme tersebut dengan kebutuhan & keinginannya. Jika ada pendapat bahwa anak kecil belum mengerti apa persisnya keinginannya,  lalu Bagaimana bila keinginan itu munculnya dari pikiran bawah sadarnya sementara kita menganggapnya hanya sebagai ‘keinginan anak kecil saja’?

Apakah Anda sudah benar-benar mencari tahu bahwa dengan penselarasan ritme, bisa membuat si kecil ‘nyaman’ & belajar untuk tahu benar apa yang dipilihnya & apa konsekuensi yang akan diterimanya? Bukankah kehidupan ke depannya akan banyak dihadapkan dengan pilihan-pilihan? Dimana kita sebagai orang tua pun sangat mustahil jika mengawasinya terus menerus selama 7 hari 24 jam.

Seberapa jauh Anda mengolah setiap ritme yang ada dengan cara yang ‘bijak’ tanpa paksaan & ancaman?

Sudahkah Anda memberikan perhatian lebih pada salah satu hal penting dalam etape kehidupan anak yaitu KAPAN WAKTU TEPAT SI KECIL TIDUR SENDIRI?

Apakah Anda menjawabnya dengan pertanyaan tersebut dengan jawaban-jawaban seperti ini?

“Ya, kalau mau/ sudah punya adik, harus tidur sendiri”.

“ Seharusnya dari sejak lahir, agar menjadi pribadi mandiri nantinya”.

“Nantilah setelah selesai masa penyapihan”.

Ataukah Anda punya jawaban lain?

Bagi saya & suami, setiap keputusan si kecil, ‘sekecil & sesederhana’ apapun, kami hormati. Bagaimana dengan Anda? Kami berdua percaya, bahwa dengan menghormati & menghargai keputusan tersebut, bisa berefek pada pembentukan kepribadian di masa yang akan datang.

Seperti halnya, kemarin malam, saat pulang bepergian, putra kami sambil mencorat-coret di kertas, bilang ke saya: “Bunda, nanti aku mau tidur sendiri”. Setengah surprise, saya merespon keinginannya tersebut: “Mau tidur di kamar sebelah?”. “Iya”, begitu jawabnya.

Langsung saja saya ungkapkan keinginan si kecil itu pada suami saya, dan ia pun mengapresiasikannya dengan baik. Putra kami memang beberapa kali mau tidur dengan eyangnya, itupun jarang. Tapi untuk tidur di ruangan tersendiri, belum pernah sekalipun. Meskipun demikian, saya & suami senantiasa mempersiapkan saat itu dengan baik, sehingga ‘tanpa paksaan & ancaman’, si kecil dapat memutuskan kapan mau tidur sendiri.

Tanpa suatu alasan yang jelas, tiba-tiba saja Anda bertanya-tanya: “Bagaimana caranya agar si kecil mau dengan mudah tidur & memutuskan untuk tidur sendiri?”

Teknik berikut adalah teknik sederhana yang saya gunakan JAUH-JAUH HARI sebelum si kecil akhirnya memutuskan untuk tidur sendiri. Sejujurnya, sebelumnya saya sering kesulitan ketika hari sudah menjelang malam & mengajak si kecil tidur. Bahkan seringkali uring-uringan dulu dengan si kecil, sebelum akhirnya ia tertidur. Cara ini tentunya sangat jauh dari kata ‘efektif’. Selain si kecil akhirnya tidur tidak nyenyak karena perasaan ‘mangkel’, kitapun juga mengalami hal yang serupa.

Suatu malam, saat saya benar-benar lelah & waktunya si kecil tidur, saya menemukan teknik ini dengan menggabungkan dongeng (yang sebelumnya sudah saya terapkan) & ilmu luar biasa yang membuat saya kesengsem, yaitu belajar NLP & hypnotherapy. Terbukti EFEKTIF! Saya hanya butuh kurang lebih 30-60 menit atau bahkan kurang, untuk membuat si kecil terlelap, tanpa omelan & bentakan yang justru menguras energy.

Anda makin penasaran kan? Gimana caranya?

RELAKSASI DENGAN HYPNOSLEEPING

Sudahkah Anda sadari bahwa sebelum si kecil terlelap dalam tidurnya adalah saat yang ‘emas’ buat Anda? Mengingat pikiran bawah sadar 9x lebih kuat dibanding pikiran sadar, maka di momen tersebut, adalah saat-saat ia memasuki kondisi rileks, trance (ter-hypnosis), dan kita bisa mengajarkan hal-hal mendasar & memberdayakan. Dengan teknik relaksasi hypnosleeping secara simple & bisa Anda lakukan sendiri, bisa membuat si kecil tertidur lebih mudah & bangun lebih segar.

Syarat utama agar kita melakukan proses ini adalah: U GO FIRST! Dengan kita menjadi rileks terlebih dahulu, tentunya apa yang ter-deliver ke si kecil, adalah benar-benar kondisi rileks & nyaman.

Bagaimana caranya?

Anda cukup tarik nafas dalam & panjang, hembuskan perlahan, sambil sedikit mengangkat kepala hingga dagu terasa naik perlahan membentuk sudut yang makin melebar dengan leher Anda. Diulang beberapa kali, hingga Anda benar-benar rileks.

Sementara Anda makin rileks, Anda bisa mulai membelai kepala, tangan, kaki atau bagian tubuh lain yang membuatnya nyaman. Masing-masing anak biasanya berbeda-beda, seperti anak saya yang suka dengan garuk-garuk kecil di kepala, atau ponakan saya yang suka diusap-usap di lingkaran siku tangan atau ponakan saya yang lain yang lebih suka dipijat kakinya sebelum terlelap. Anda yang tahu persis, apa tepatnya kebiasaan putra putri Anda sebelum tidur. Jika belum, GO FIND IT ^.^

Saat si kecil masih asyik cerita atau ngutak-atik apa-apa yang ada di tempat tidur atau di sekelilingnya, biarkan saja. Gunakan waktu tersebut, agar Anda semakin rileks & percaya diri dengan proses ini. Karena  Anda juga tahu kan? Jika kita semakin melarang, justru akan semakin menarik buat si kecil.

Bahkan sebenarnya Anda bisa menggunakan saat-saat si kecil ketika masih asyik dengan apa yang ada di sekelilingnya, dengan mulai mendongeng atau bercerita apapun.

Apalagi ditambahkan dengan THE MORE THE MORE PATTERN, misalnya: “Semakin Kakak/ adik fokus dengan melihat jari-jari kakak/ adik, maka kakak/ Adik semakin rileksssssssss…. Dst…

Sementara Anda merilekskan si kecil, Anda bisa masuk ke tahap berikutnyaaaa….

Yaituuuuu…..

DONGENG

Barangkali Anda pernah membaca artikel atau mendengar orang lain menyampaikan bahwa Dongeng atau cerita penghantar tidur adalah salah satu cara terbaik agar kita sebagai orang tua mempunyai ‘kedeketan emosional’ dengan anak-anak kita. Saya & suami sering berperan sebagai pendongeng bagi putra kami, meski hanya beberapa kali dalam seminggu, dongeng ini benar-benar ajaib, karena mampu memberi contoh-contoh yang seharmoni dengan usia anak.

DONGENG APA YANG TEPAT?

Mungkin Anda bertanya, dongeng apa yang sebaiknya dibacakan atau diceritakan? Sebenarnya, dongeng atau cerita apapun adalah ‘baik’, asalkan cerita tersebut memberdayakan. Saya jadi teringat, Master Guru NLP saya, Mas Ronny, yang pernah mengungkapkan di kelas, bahwa beliau sering merevisi sendiri dongeng ‘Si Kancil Mencuri Timun’, misal dengan mengubahnya menjadi ‘Si Kancil Yang Baik Hati’, tentunya bukan sekedar merubah judulnya tapi juga merubah kontennya.

Dongeng atau cerita yang Anda sampaikan adalah dongeng yang melibatkan unsur V-VISUAL, A-AUDITORI, & K-KINESTETIK (gerak, rasa, sensasi). Misal:

Bayangkan seekor panda yang lucu & menggemaskan (V)…. Saat panda berjalan menyusuri hutan (K), panda dikejutkan suara minta tolong (A)… dst

POSISI MENDONGENG

Mulailah menjadi orangtua yang IMAGINATIF. Kembangkan cerita-cerita yang ada, karena posisi saat kita mendongengpun sebaiknya kita kerjakan dalam posisi tidur sama seperti si kecil. Bayangkan jika kita terpaku dengan buku, bisa-bisa kurang bisa focus ke si kecil atau malah melewatkan memberikan belaian yang dibutuhkan sebelum tidur.

Dalam mendongeng inipun, ekspresi yang muncul dari raut muka & suara Anda juga sangat perlu untuk dilibatkan, karena semakin ekspresif semakin ‘ter-hypnosis’ putra-putri Anda.

Semakin ter-hypnosis, maka semakin mudah Anda menanamkan sugesti-sugesti memberdayakan untuk putra-putri Anda.

Ps:

21 Februari 2011, saat proses diatas saya terapkan untuk si kecil yang meminta tidur di ruangan sendiri, salah satu sugesti yang saya tanamkan adalah BANGUN JAM 6 PAGI. Ajaibnya ia bisa terbangun di jam 6 lewat beberapa menit & tidur dengan pulas, tanpa terbangun mencari-cari saya atau ayahnya di malam hari. Jika masalah waktu bangun tidur saja bisa kita sugestikan sesaat sebelum si kecil tertidur, alangkah indahnya jika dongeng & hypnosleeping ini kita gunakan untuk hal-hal yang lebih ‘membangun & memberdayakan’ bukan?

 




coded by nessus
3 comments

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.