Lifestyle

Toiletmu, Jati Dirimu?

Satu yang bikin saya langsung ilfil itu ketika nemuin toilet rumahan yang gak terawat. Kalo sekedar toilet umum sih wajar ya, karena itu adalah toilet buat banyak orang, toilet buat rame-rame. Tapi apa jadinya kalo toilet rumah tapi kondisinya separah toilet umum? Eh, ini saya sering temuin juga ternyata. Bahkan di rumah-rumah yang terbilang mewah, pemilik rumah serba ada, tapi toiletnya, hiks kemproh!

Sayang banget gitu, rumah mentereng bertingkat, furnitur keren-keren, mobil juga selalu yang terbaru, tapi kondisi toilet rumahnya mengenaskan. Padahal misal nih bisa bayar ART, kan bisa aja toh salah satu job desknya itu buat ngebersihin seminggu 2-3x.

Pernah juga kenal dengan beberapa orang, perempuan tepatnya. IRT juga seperti saya. Penampilannya modis, cantik, wangi. Pas berkunjung ke rumahnya, dan karena Sasha, anak saya pengen buang air kecil, maka ceritanya pengen numpang di toilet si pemilik rumah yang cantik wangi modis tersebut. Ternyata toiletnya, huwaaaa, super duper kotor, ditambah dengan beberapa diapers sekali pakai yang tergeletak di sudut kamar mandi. Saya langsung muel, begitu pula Sasha yang langsung bilang, “Bun, nanti di rumah aja ya aku pipisnya”.

Suka sedih saya tuh, dengen fenomena toilet-toilet rumahan yang semacam diabaikan begitu saja. Iya sih, ini memang cuma tempat buat buang kotoran, tapi kan juga sekaligus tempat buat bebersih seperti mandi misalnya. Mandi bakal lebih segar ketika kita mandi di tempat yang juga bersih kan?

Gak harus mewah deh, dengan bathup atau shower box yang kece badai. Cukup bersih aja. Lha wong toilet umum di POM Bensin aja sekarang udah banyak yang bersih-bersih tho, masa kita cuekin toilet rumah sendiri.

Suatu saat, Ibu saya pernah bilang, pribadi seseorang itu kelihatan dari gimana ia memperlakukan toiletnya. Benarkah demikian? Apa artinya kalo seseorang yang cantik-modis-wangi dengan rumah maglong-maglong terus toilet kotor itu sebenernya nunjukin kualitas pribadinya yang gak seperti penampilannya sehari-hari?

Mmm, saya juga belum pernah ngebuktiin secara akurat apakah kondisi kebersihan toilet itu ada hubungannya dengan jati diri seseorang. Tapi yang pasti, saya sendiri belajar dari rumah Ibu saya di Jogja, yang namanya toilet itu amat sangat dijaga kebersihannya. Karena Ibu udah sepuh, jadi memakai jasa orang yang membersihkan toilet rumah seminggu 1-2x.

Saat menjadi tamu pun, saya pikir kita juga punya kewajiban untuk menjaga toilet si pemilik rumah dalam kondisi bersih dan nyaman. Prinsip saya, jangan sampai saat kita keluar dari toilet itu justru bikin aroma tidak sedap ataupun meninggalkan *jejak-jejak* yang tidak bersih tersiram. Huek! Bayangin aja bikin muel eui! Karena pernah eui, rumah Ibu kedatangan tamu, yaaaa masih terbilang saudara, tapi adab ke toiletnya itu enggak banget. Padahal waktu itu, kamar saya dan anak-anak ada di kanan-kiri toilet tersebut. Otomatis ketika tamu tersebut lepas dari kamar mandi, aromanya semerbak kemana-mana. Alhasil, saya dan Ical, anak mbarep saya, atau kadang suami pun ikut gantian membersihkan dan membuat kamar mandi kembali wangi.

Sumpah, buat saya pribadi, menjaga kebersihan toilet itu udah menjadi tekad dan niat. Seperti sekarang saat saya dan anak-anak tinggal di Jakarta Bekasi, meski ini masih rumah kontrakan, tapi saya mengajak anak-anak untuk merawat dan menjaga rumah termasuk toiletnya, layaknya rumah kami sendiri. Gimanapun, sehari-hari kami tinggal disini, beraktivitas di dalam rumah ini. Untuk saat ini, saya mengerjakan segala kegiatan domestik, sendirian. Suami yang sekarang selama beberapa minggu tugas di Kalimantan, dan beberapa minggu off alias balik ke rumah, mau tidak mau membuat saya harus mandiri. Termasuk mengurus anak, rumah dan seisinya.

Lalu, gimana caranya membersihkan toilet sendiri, mengingat tanpa ART dan mengerjakan hampir semuanya sendiri?

Tips Menjaga Toilet Tetap Wangi, Bersih & Nyaman

1. Buat yang punya ART, bisa tuh, berikan schedule untuk membersihkan kamar mandi minimal setiap 1-2x seminggu. Kalo saya, karena tanpa ART, jadilah saya bersihkan seminggu sekali, dan kadang dibantu oleh Ical ataupun Sasha secara bergantian.

2. Siapkan cairan khusus pembersih toilet, bisa Vixal, Mr. Muscle, dll yang bisa kita beli di minimarket terdekat. Gimanapun beberapa bagian toilet tertentu, seperti pojokan, di dalam closet yang menguning, itu butuh cairan pembersih khusus saat kita sikat.

3. Siapkan wewangian khusus toilet yang bisa kita beli juga di minimarket, pilih sesuai aroma kesukaan kita, terutama yang bisa menyerap aroma-aroma gak sedep.

4. Saya sendiri, kadang saat mandi itu sekalian membersihkan beberapa area di kamar mandi. Kadang ada aja kan tuh pas anak-anak di kamar mandi, odol tumpah atau sabun berceceran, nah ini biasanya saya bersihkan saat mandi. Paling saya usap dengan air aja kalo ini. At least, cukup ngebantu pas membersihkan mingguan gak terlalu berat karena udah dicicil dikit demi dikit.

5. Kalo tanpa ART, dan ngerasa uda melambaikan tangan gak sanggup bersihin toilet, bisa tuh panggil jasa yang bisa ngebersihin. Seperti waktu awal pindahan ke kontrakan, secara rumah sempat kosong beberapa waktu, kondisi toiletnya lumayan kotor, terutama closetnya. Akhirnya saya panggil jasa online yang membersihkan kamar mandi, cukup 50ribu aja, yang penting segala macam alat dan cairan pembersih udah tersedia.

Dannnn tulisan ini, terinspirasi dari tanggal 19 November 2019 yang ternyata adalah Hari Toilet Sedunia. Cita-cita saya sih gak muluk mau kondisi toilet sedunia bakal seperti apa. Yang pasti, kalo toilet rumah kita bersih, kan dunia sekitar juga bisa ikutan bersih. Bersih itu nyamannnn. Baik nyaman di dalam maupun di luar toilet.

Selamat Hari Toilet Sedunia! Yuk cek lagi toilet rumahan kita masing-masing, udah seberapa nyaman? Dan setuju gak sih kalo toilet rumah itu nunjukin jati diri si pemilik rumah?

 

 

 

 

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *