Hamil Bebas Mual?

Hamil bebas mual? Wuuuiiii sapa yang gak mau ya? Terus gimana donk? Apa saat hamil harus selalu mengalami mual dan muntah? Harus selalu? Seremmm abiss pemilihan kata-katanya. Jadi inget satu sesi di pelatihan NLP bareng Mas RonnyFR yang paling saya suka, yaitu saat reminder ‘betapa linguistik kita sangat mempengaruhi hasil yang kita dapatkan’.

Ok then, kalo gitu kita cari pemilihan kata-kata yang lebih ‘passs’ 🙂

Secara alamiah, hamil memang suatu perubahan proses tubuh yang melibatkan jiwaraga tho ibuk-ibuk? Bahkan saking seringnya kita denger tentang wanita hamil muda terus mual, muntah, ataupun ngidam aneh-aneh, dan kita pikir kita pasti gak ngalamin hal sama, ternyata saat tek dung tralala datanglah apa yang gak kita pengenkan. Mual, muntah, lemas, letih, lesu, dsb.

Perubahan faktor hormonal tentulah sangat berperan pada proses kehamilan. Tapi tentu saja ini bukan satu-satunya alasan terus kita bisa menjadikan sebuah pembenaran bahwa hamil identik dengan over-mual yang berkorelasi erat dengan lemah-letih-lesu.

Lantas, gimana donk? Apa yang dapat kita lakukan, hingga selama kehamilan kita bisa terhindar dari mual? Terhindar barangkali bukan suatu hal yang paling tepat, karena sekalipun faktor perubahan hormonal bukanlah satu-satunya unsur, tapi tetep punya pengaruh kan? Gimana kalo lebih tepatnya, kita sebut sebagai cara mengurangi mual saat hamil?

Sementara Anda bertanya-tanya, apa cara mengurangi mual saat hamil yang paling cocok untuk Anda, saya ada referensi menarik dari ayahbunda online tentang hal ini:

  • Makan sedikit-sedikit tapi sering dan tepat waktu. Lima kali makan lebih baik daripada tiga kali, karena jika perut sempat kosong, akan memicu mual.
  • Makan saat baru bangun tidur, karena saat tidur biasanya kadar gula di dalam darah turun. Letakkan makanan ringan seperti biskut kering (rendah lemak) di sisi tempat tidur. Saat bangun, makan beberapa biskuit dan duduk di pinggir ranjang 20 – 30 menit sebelum berdiri.
  • Pilih makanan tinggi protein dan karbohidrat.
  • Hindari makanan berlemak, asam dan banyak bumbu.
  • Banyak minum. Tapi hindari terlalu banyak minum saat makan. Minumlah di antara jam makan. Jumlah ideal, 10-12 gelas sehari.
  • Yoghurt mengandung vitamin B yang membantu mengurangi rasa mual.
  • Hiruplah wangi lemon! Anda dapat juga menambahkan potongan lemon dalam air minum ataupun teh Anda.
  • Jahe juga ampuh melawan mual, sudah dikenal oleh nenek moyang kita sebagai obat tradisional saat hamil.
  • Konsumsi suplemen vitamin B, konsultasikan dulu ke dokter kandungan.
  • Makan snack anti-mual seperti pisang atau buah-buahan kering (misalnya anggur kering atau sultana).
  • Anggur dan melon membantu tubuh mendapat cairan tanpa rasa nek.
  • Hindari minum kopi, cola ataupun minuman berkafein lainnya.
  • Sediakan waktu bersantai. Bertukar cerita dan pengalaman bersama para calon ibu lainnya pun dapat membantu Anda terlepas dari stres yang bisa memperparah mual.
Nah, jika Anda sudah menerapkan sebagian besar atau malah semua tips-tips diatas, barangkali ada hal yang lebih signifikan lagi yang membuat mual tetap berlangsung begitu hebatnya. Yaitu seberapa kuat Anda sudah memberikan nutrisi positif bagi pikiran & jiwa Anda?
Pikiran kita mempunyai kekuatan yang luar biasa. Sekali lagi, mual memang suatu hal yang tidak bisa kita bikin ‘zero’ sama sekali dalam perjalanan kehamilan kita.  Tapi percayakah Anda, bahwa hanya dengan mensugesti diri Anda itu lebih kuat, lebih nyaman dengan kehamilan, lebih mensyukuri dengan kehadiran di jabang bayi di rahim Anda, Insya Allah mual lebih mudah teratasi kok.
Proses sugesti seperti ini memang akrab di dunia hypnobirthing yang diterapkan hampir sebagian ibu hamil untuk melewati masa-masa kehamilannya. Anda bisa saja mendapatkan cd atau buku serupa untuk menambah pengetahuan Anda. Beberapa teman sih, setelah baca bukunya, denger cdnya, atau bahkan sampai ikut pelatihannya pun ada  yang bisa memberikan efek cess pleng, sementara di lain pihak ada pula yang tidak merasakan apa-apa. Lalu, ada apa gerangan ini?
Have You Mastered Your Mind? Pikiran Anda adalah alat luar biasa, sugesti dari pihak luar mampu berlaku ampuh ketika Andapun mampu mengendalikan pikiran Anda. Ibarat tombol-tombol di kepala Anda.
Saat mual terjadi, tombol mana yang Anda pilih? Merenungi si mual, sampai Anda lemas bukan kepalang atau Nikmati dan terima saja kehadiran mual tersebut, kemudian salurkan dengan cara sederhana: ‘Tarik Nafas dalam lewat hidung (menandakan tarikan keikhlasan, kemudahan, happiness dan beragam sugesti positif lainnya) dan Buang Nafas melalui mulut (sebagai representasi pelepasan kekhawatiran, kecemasan, kegalauan, dan aneka efek negatif yang bersliweran dalam pikiran Anda). Lakukan ini saat Anda hendak tidur, bangun tidur, setelah beribadah, atau kapanpun Anda merasa mual tiba-tiba datang.
Teknik sederhana tersebut setidaknya bisa mengurangi kecemasan Anda saat hamil, mual yang berlebihan, dan membuat kehamilan Anda penuh dengan keceriaan, kenyamanan, dan kemudahan hingga saat Anda melahirkan nantinya. Amien.



coded by nessus

3 Comments

  1. Pingback: Assikknya Berenang Saat Hamil | Lihat, Dengar & Rasakan

  2. Pingback: Flu Demam Batuk Pilek Saat Hamil, Perlu ke Dokter? | Lihat, Dengar & Rasakan

  3. Pingback: Welcome babySasha | Lihat, Dengar & Rasakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *