Young Woman Blowing Her Nose in Bed

Flu Demam Batuk Pilek Saat Hamil, Perlu ke Dokter?

Alhamdulillah Ya Rabb… Yang namanya nikmat sehat itu emang benar-benar luar biasahhh ya Mom, apalagi ketika kondisi kehamilan kita terkena penyakit yang keliatannya sederhana, tapi ternyata lumayan menguras tenaga..  Dan mungkin ketika penyakit itu datang, Anda bertanya-tanya perlu gak sih ke dokter, sakit pas hamil?

Fiuhhhh… Itulah yang saya alami selama hampir seminggu ini.. Berawal dari hari Kamis lalu, saat senam hamil yang memang ruangannya ber-AC, biasanya gak papa sie. Tapi kok kamis sore itu terasa dinginnnnnnn bangettt ya? Hidung juga uda mulai berasa gimana-gimana gituuu saat senam di tengah-tengah hingga selesai.

Begitupun sesampainya di rumah. Kepala makin puyeng-puyeng, hidung terasa panas, dan badan nie mulai greges-greges. Duh duh duhh, alamat flu nie! *pikir saya*. Secara pengalaman sebelumnya kalo dalam kondisi ini saya langsung minum air putih hangat dan juga madu. Taunya, setelah minum madu, saya malah muntah-muntah dalam jumlah cukup banyak.

Alhasil lemasslah badan ini… Tapi tetap gak tergoda minum obat apapun.. Karena sebenarnya dalam kehamilan kedua ini, ini adalah kali ketiga saya kena flu. Kalo badan uda demam dan mencapai 38 derajat celcius, baru minum panadol biru untuk meredakan demam.

Begitu pula hari tersebut, saya langsung rebahan di kamar, dengan hidung yang semakin malam semakin mengucur ingusnya. Untuk flu pertama dan kedua di hamil yang sekarang ini memang biasanya hanya flu-demam-pilek saja. Begitu pula saya pikir hari itu dan 2 hari selepasnya. Malam harinya saya demam, dan minum obat. Meski hidung juga tidak berhenti-henti meler.Malam itu saya juga sms Dr Detty, dokter kandungan saya, menanyakan apakah saya bisa menggunakan obat rhinofed yang pernah beliau berikan ke saya beberapa waktu lalu pas saya pilek yang kedua. Ketika Dr Detty mengijinkan maka saya beli di apotek dan meminumnya. Hasilnya? Di malam pertama saya flu itu kan hidung melerrrrr terus, gak bisa tidur, kalo di malam kedua efek gak bisa tidurnya karena hidung bumpetttt peetttt. Berarti 2 malam sudah saya tidak bisa tidur malam bahkan istirahat sekalipun, plus tenggorokan yang terasa clekat-clekit.

Ditambah siangnya kegiatan di butik online cukup padat melayani pengiriman & order customer, jadi otomatis waktu rehat amat kurang.

Hari Sabtunya saya memutuskan untuk periksa langsung ke Dr Detty, meski Senin dalam minggu yang sama tersebut saya sudah kontrol kehamilan yang mendekati masa-masa perkiraan lahir. Saat periksa, Alhamdulillah kondisi baby, ketuban dan keseluruhan baik. Tinggal gimana cara nie ngatasin pileknya dan badan yang masih greges-greges. Dr Detty memberikan tremenza dan amoxilin plus rhinofed yang sudah saya beli di apotek, disuruh meneruskan saja.

Gak diduga-duga, paginya setelah dari dokter, kok mulai uhuk-uhuk. Wadoouuww, kacau juga kalo tambah batuk nie. Dan benarlah sodara-sodara.. Sampai hampir sore, uhuk-uhuklah dirikuuu… Saya sms lagi Dr Detty, dan beliau menambahkan Sirup Silex untuk meredakan batuknya.

Otomatis hampir 2 malam berikutnya, dengan pilek yang masih belum kunjung sembuh, batuk juga lagi dahsyat-dahsyatnya. Di malam berikutnya, pilek mulai mereda tapi batuk masih cukup membandel. Total sudah hampir 5 malam saya benar-benar tidak bisa tidur, ataupun kalo tidur baru setengah jam-1 jam udah terbangun lagi karena hidung mampet/ batuk ngukluk.

Sampailah saya di hari ke-6/ 7, saat obat pun mulai abis, tinggal sirupnya saja. Saya yang sudah 2 hari juga menambah dengan minum perasan jeruk nipis, sekarang saya tambah kencur yang cocol dengan garam. Barangkali memang obat dari dokter ama obat tradisional yang bikin cocok untuk perpaduannya kali ya? Hehe

Alhamdulillah, mulai kemaren uda bisaaaa tidurrrrr.. Malah pengennya tidurrrr terus, hehee. Pembalasan tidur sebelum-sebelumnya kali ya.

Nah, untuk Anda yang bertanya-tanya perlukah ke Dokter saat flu-demam-batuk-pilek saat hamil? Itu semua keputusan Anda, saya memilih ke dokter pun karena 2 kali penyakit tersebut datangnya di trimester ketiga paling akhir, terutama mendekati hari-hari perkiraan lahir, sementara di flu pertama kehamilan kedua, dan flu satu-satunya di kehamilan pertama (waktu hamil pertama ken flu sekali, batuk juga) itu saya juga tidak ke dokter, dengan pertimbangan waktu itu saya masih bisa kuat dan berada di trimester pertama/ kedua.

Ya pertimbangan saya tentulah, jika saya ingin melahirkan normal, tentulah kondisi badan saya mesti dalam kondisi fit kan?

Ok Mom, see you di sharing berikutnya yaa.. It’s only my sharing… Everyone can have their own opinion kok.. Pengen sharing juga, silahkan aja ya Mom..

Happy Parenting :)




coded by nessus

2 thoughts on “Flu Demam Batuk Pilek Saat Hamil, Perlu ke Dokter?

  1. Pingback: Proses Melahirkan (secara normal) | Lihat, Dengar & Rasakan

  2. Pingback: Bila Si Bayi Demam-Batuk-Pilek | Lihat, Dengar & Rasakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>