<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lihat, Dengar &#38; Rasakan</title>
	<atom:link href="http://innaistantina.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://innaistantina.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 15:32:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Ibu Makan Seafood, Bayi ASI Bisa Alergi?</title>
		<link>http://innaistantina.com/ibu-makan-seafood-bayi-asi-bisa-alergi/</link>
		<comments>http://innaistantina.com/ibu-makan-seafood-bayi-asi-bisa-alergi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 06:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[bayi alergi]]></category>
		<category><![CDATA[bayi alergi kulit]]></category>
		<category><![CDATA[bayi ASI alergi seafood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://innaistantina.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Saat babySasha masuk usia 3 bulan, tiba-tiba saja kulit muka muncul ruam-ruam merah-merah dan kasar, di pergelangan tangan dan kaki malah cenderung menghitam dan kasar, begitupun dengan sebagian perut, dada, dan pundak. Tidak ada demam, hanya merah-merahnya itu bikin babySasha merasa gatal dan ingin terus menggaruk. Waduw ada apa ini? Sebelumnya belum pernah kejadian seperti ini. Bahkan anak pertama saya juga semasa bayinya tidak pernah mengalami hal seperti ini. Saya coba untuk menghentikan pemakaian sabun seperti biasanya. Saya ganti dengan merk lain. Tapi tetap sama saja. Setelah lebih seminggu gak kunjung reda, saya ke dokter anak langganan anak-anak saya, Dokter Nur, SPA, di klinik apotek depok dekat rumah kami. Saat memeriksa dokter Nur bertanya: &#8220;Ibu konsumsi seafood ato telur dlm beberapa hari ke belakang?&#8221; Walaahhh iyaaa, saya bbrp waktu lalu memang makan seafood dan telor. Malah berturut-turut lagi selama beberapa hari. Mulai dari telor balado terong, cumi-cumi oseng pedas, dan kepiting asam manis. Wihihihihiiiwww, maapin Bunda y sayang, abisss gak nahan liatnya, hehe. Ternyata benar adanya, kalo apa yang kita makan, ada efeknya ke bayi yang masih nenen (minum ASI). Dokter Nur memberikan salep aja, dan saya oleskan selepas abis mandi. Dalam 2-3 hari Alhamdulillah sembuh kok. Nah sekarang mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saat babySasha masuk usia 3 bulan, tiba-tiba saja kulit muka muncul ruam-ruam merah-merah dan kasar, di pergelangan tangan dan kaki malah cenderung menghitam dan kasar, begitupun dengan sebagian perut, dada, dan pundak. Tidak ada demam, hanya merah-merahnya itu bikin babySasha merasa gatal dan ingin terus menggaruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Waduw ada apa ini? Sebelumnya belum pernah kejadian seperti ini. Bahkan anak pertama saya juga semasa bayinya tidak pernah mengalami hal seperti ini. Saya coba untuk menghentikan pemakaian sabun seperti biasanya. Saya ganti dengan merk lain. Tapi tetap sama saja. Setelah lebih seminggu gak kunjung reda, saya ke dokter anak langganan anak-anak saya, Dokter Nur, SPA, di klinik apotek depok dekat rumah kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat memeriksa dokter Nur bertanya: &#8220;Ibu konsumsi seafood ato telur dlm beberapa hari ke belakang?&#8221;<span id="more-310"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Walaahhh iyaaa, saya bbrp waktu lalu memang makan seafood dan telor. Malah berturut-turut lagi selama beberapa hari. Mulai dari telor balado terong, cumi-cumi oseng pedas, dan kepiting asam manis. Wihihihihiiiwww, maapin Bunda y sayang, abisss gak nahan liatnya, hehe. Ternyata benar adanya, kalo apa yang kita makan, ada efeknya ke <a title="bayi alergi seafood" href="http://innaistantina.com/ibu-makan-seafood-bayi-asi-bisa-alergi/" target="_blank"><strong>bayi yang masih nenen (minum ASI)</strong></a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dokter Nur memberikan salep aja, dan saya oleskan selepas abis mandi. Dalam 2-3 hari Alhamdulillah sembuh kok. Nah sekarang mau <a title="toko butik online baju batik modern indonesia" href="http://dechantique.com" target="_blank"><strong>packing orderan baju &amp; bolero batik</strong></a> ama jemput si sulung sekolah dulu nie Mom.. See yaa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://innaistantina.com/ibu-makan-seafood-bayi-asi-bisa-alergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Status &#8220;Galau&#8221;</title>
		<link>http://innaistantina.com/status-galau/</link>
		<comments>http://innaistantina.com/status-galau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 04:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[status facebook]]></category>
		<category><![CDATA[status galau]]></category>
		<category><![CDATA[status twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://innaistantina.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Saya gak pernah ngerti, kenapa seseorang mesti mengumbar kegalauannya di depan publik. Iya, status-status galau yang lalu lalang di twitter, BBM ataupun facebook.  Kadang hiburan tersendiri sih kalo baca status-status bergenre galau tersebut. Terutama kalo baca status para ababil, alias abegeh labil, wehehhehe.  Tapi seringnya status model begini, malah bikin miris, miris cenderung kasian, menuju simpati yang teramat sangat. Saat seseorang teman atau kerabat yg saya kenal, berstatus Galau. Ganjil bagi saya, terutama jika status itu mengumbar kondisinya yang tidak sreg dengan tingkah laku pasangan hidupnya.  Galau yang teramat ganjil bukan? Jika kita yang sudah menikah, kemudian ngedumel tentang pasangan hidup kita, gerutu tentang polah anak-anak, gemes ama mertua, atau apa lah, yang semuanya itu diketik kemudian hanya dengan sekali klik, status penuh kegalauan itu terbaca oleh ratusan atau bisa jadi ribuan orang. Hadeh! Saya jadi heran, apa yang sebenarnya mereka cari? Perhatian? Ingin seluruh dunia tau, bahwa hidupnya menderita bin merana. Atau suka aja gitu, kalo ada yang nanggapin statusnya yang berisi kegamangan.  Saya, sebagai manusia juga sama lah, gak bisa lepas dari namanya galau. Selama ini saya berusaha mengemas kegalauan itu dengan bahasa yang nyaman. Gak ujug-ujug: &#8220;aduhhhh, adek bayi nangis terus nih, mama ngantuk&#8221; atau &#8220;gimana sie [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya gak pernah ngerti, kenapa seseorang mesti mengumbar kegalauannya di depan publik. Iya, <a href="http://innaistantina.com/status-galau/" target="_blank"><strong>status-status galau</strong></a> yang lalu lalang di twitter, BBM ataupun facebook.  Kadang hiburan tersendiri sih kalo baca status-status bergenre galau tersebut. Terutama kalo baca status para ababil, alias abegeh labil, wehehhehe.  Tapi seringnya status <a title="model baju batik modern terbaru" href="http://www.malioborobatik.com/2012/04/apa-sih-model-baju-batik-favoritmu.html" target="_blank"><strong>model begini</strong></a>, malah bikin miris, miris cenderung kasian, menuju simpati yang teramat sangat. Saat seseorang teman atau kerabat yg saya kenal, berstatus Galau.</p>
<p style="text-align: justify;">Ganjil bagi saya, terutama jika status itu mengumbar kondisinya yang tidak sreg dengan tingkah laku pasangan hidupnya.  Galau yang teramat ganjil bukan? Jika kita yang sudah menikah, kemudian ngedumel tentang pasangan hidup kita, gerutu tentang polah anak-anak, gemes ama mertua, atau apa lah, yang semuanya itu diketik kemudian hanya dengan sekali klik, status penuh kegalauan itu terbaca oleh ratusan atau bisa jadi ribuan orang. Hadeh!</p>
<p style="text-align: justify;">Saya jadi heran, apa yang sebenarnya mereka cari? Perhatian? Ingin seluruh dunia tau, bahwa hidupnya menderita bin merana. Atau suka aja gitu, kalo ada yang nanggapin statusnya yang berisi kegamangan.<span id="more-306"></span></p>
<p style="text-align: justify;"> Saya, sebagai manusia juga sama lah, gak bisa lepas dari namanya galau. Selama ini saya berusaha mengemas kegalauan itu dengan bahasa yang nyaman. Gak ujug-ujug: &#8220;aduhhhh, adek bayi nangis terus nih, mama <a title="hypnosleeping dongeng sebelum tidur" href="http://innaistantina.com/hypnosleeping-dongeng-si-kecil-mudah-tidur-pulas/" target="_blank"><strong>ngantuk</strong></a>&#8221; atau &#8220;gimana sie nie bapaknya anak-anak, malah maen game mulu&#8221;. Itu masih mending, kadang saya nemuin bener-bener kata-kata yang nyolot abisss.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri kalo di facebook seringnya update dagangan di <a title="toko butik online baju batik modern indonesia" href="http://dechantique.com" target="_blank"><strong>toko butik online baju batik</strong></a> saya, hewhew. Kalo di twitter, ada lahh aroma-aroma galaunya, tapi tetep saya berusaha menulisnya dengan manis. Hahahahahaha.  Gimana dengan anda? Seberapa cerdaskah anda mengolah kegalauan itu dalam rangkaian kata menjadi kalimat yang <a title="tips memandikan bayi" href="http://innaistantina.com/tips-memandikan-bayi-buat-ibu-baru-crinnnggg/" target="_blank"><strong>nyaman</strong></a> dibaca &amp; dirasakan oleh pembaca status dan anda sendiri pastinya?</p>
<p style="text-align: justify;">Dan apa sih yang anda lakukan kalo ada teman di facebook atau twitter yang sering <a title="status galau" href="http://innaistantina.com/status-galau/" target="_blank"><strong>berstatus galau</strong></a>?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://innaistantina.com/status-galau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Model *horrreey*</title>
		<link>http://innaistantina.com/jadi-model-horrreey/</link>
		<comments>http://innaistantina.com/jadi-model-horrreey/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 22:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Batik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[model baju batik]]></category>
		<category><![CDATA[model baju batik modern]]></category>
		<category><![CDATA[model baju bigsize]]></category>
		<category><![CDATA[model baju terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://innaistantina.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Duluuuu banget.. Waktu masih tinggal di Semarang, Jawa Tengah&#8230; Jaman masih SMP, secara perawakan saya bongsor menjulang, pernah tuh ditanyain Mbak Irma, tetangga depan yang kebetulan kerja di salon, &#8220;Kenapa gak jadi Model aja? Banyak loh yang cari model-model catwalk anak-anak seusiamu&#8221;. Wew, gak pernah kepikiran sama saya jadi model tuh mesti mulainya dari mana. Mulailah dari situ saya beberapa kali diajak Mbak Irma ke acara-acara fashion show. Dan ketomboian saya agak berkurang dengan mulai koleksi majalah GADIS, hewhew. Hingga suatu malem minggu, saya pulang agak malem, selain karena kelamaan di acara peragaan busana di sebuah mall waktu itu, plus juga karena saya mesti nyasar dulu pulangnya, setelah salah milih angkot. Hadehhhh! Mbak Irma yang berangkatnya bareng sama saya, kali ini gak pulang bareng karena dia pulang ke rumah orangtuanya, bukan ke tempat kerjanya yang satu komplek dengan rumah saya. Selama perjalanan pulang, saya yang sebelumnya belum pernah pulang lewat dari 9 malem, sendirian pulak, uda kebayang alamat pasti bakal dapet omelan dari mama. Dan benarlah demikian sodara-sodara. Anak SMP kelas 1 pulang jam stengah spuluh malem, sampe rumah dengan gaya culun, saya masuk rumah, dan tenggg terenggg, mama uda nunggu di ruang keluarga yang itu pas di depan kamar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Duluuuu banget.. Waktu masih tinggal di Semarang, Jawa Tengah&#8230; Jaman masih SMP, secara perawakan saya bongsor menjulang, pernah tuh ditanyain Mbak Irma, tetangga depan yang kebetulan kerja di salon, &#8220;Kenapa gak jadi Model aja? Banyak loh yang cari <a href="http://innaistantina.com/jadi-model-horrreey/" target="_blank"><strong>model-model catwalk</strong></a> anak-anak seusiamu&#8221;. Wew, gak pernah kepikiran sama saya jadi model tuh mesti mulainya dari mana. Mulailah dari situ saya beberapa kali diajak Mbak Irma ke acara-acara fashion show. Dan ketomboian saya agak berkurang dengan mulai koleksi majalah GADIS, hewhew.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga suatu malem minggu, saya pulang agak malem, selain karena kelamaan di acara peragaan busana di sebuah mall waktu itu, plus juga karena saya mesti nyasar dulu pulangnya, setelah salah milih angkot. Hadehhhh! Mbak Irma yang berangkatnya bareng sama saya, kali ini gak pulang bareng karena dia pulang ke rumah orangtuanya, bukan ke tempat kerjanya yang satu komplek dengan rumah saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama perjalanan pulang, saya yang sebelumnya belum pernah pulang lewat dari 9 malem, sendirian pulak, uda kebayang alamat pasti bakal dapet omelan dari mama. Dan benarlah demikian sodara-sodara. Anak SMP kelas 1 pulang jam stengah spuluh malem, sampe rumah dengan gaya culun, saya masuk rumah, dan tenggg terenggg, mama uda nunggu di ruang keluarga yang itu pas di depan kamar saya -_-</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dari mana aja&#8221;, tanya mama saya. &#8220;Dari mall mah, nonton fashion show&#8221;. Dan selanjutnya selanjutnya&#8230;. Hehe</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah hari terakhir saya klayaban ke luar rumah buat nonton fashion show.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-290"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itu juga udah gak kepikiran jadi model catwalk lah, fotomodel lah&#8230; Apapun yang berkaitan dengan model! Hingga sampailah di suatu siang yang terik di tahun 2008&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya yang di tahun tersebut masih kerja di radio, mengajak <a href="http://fitriashiluetta.com" target="_blank"><strong>ponakan saya, Iyak</strong></a> yang waktu itu baru masuk bangku kuliah dan <a href="http://ceritasaddha.com" target="_blank"><strong>anak saya</strong></a> yang waktu itu baru 1, yaitu Ical, ke acara off air radio tempat saya bekerja yang baru ngadain lomba bakat untuk anak. Pas baru sampe di parkiran, tiba-tiba ada mas-mas nyamperin saya dan ponakan saya. &#8220;Mau jadi Model?&#8221;. Kata mas-mas itu. Saya dan ponakan saya pun bingung kan. Secara kita berdua secara porsi bodi juga gak kek Angelina Jolie atau Atika Sari Devi kan? Hahaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Mas-mas itupun melanjutkan penjelasannya, disaat saya dan ponakan saya masih terbengong-bengong. &#8220;Ini mbaknya (menunjuk ke ponakan saya) mau jadi Model? Jadi kami ini lagi nyari <a href="http://innaistantina.com/jadi-model-horrreey/" target="_blank"><strong>model untuk baju big size</strong></a> Karita&#8221;. Ooooww baru ngehlah kita. Saya langsung komporin ponakan saya, &#8220;Iya Yak ambil aja lagi, kesempatan, <a title="westlife super junior" href="http://innaistantina.com/generasi-westlife-generasi-super-junior/" target="_blank"><strong>pengalaman</strong></a> lagi&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah ponakan saya latihan buat peragaan busana Karita Moslem Square, tibalah di hari pagelaran. Pagi harinya saya anter Iyak untuk keperluan gladi resik. Kurang lebih beberapa jam menunggu Iyak yang latihan lenggak-lenggok di atas catwalk, tiba-tiba mas Yoyon dari model agencynya nyamperin saya, &#8220;Mbak Inna ikutan aja yuk, ini model bigsizenya kurang satu&#8221;. Hadewww, kenapa saya jadi ikut-ikutan pula. &#8220;Ayok Mbak, mumpung ini putaran latihan terakhir&#8221;. And you know what, yang namanya lantai catwalk itu licinnnyaaa setengahh matihhh!</p>
<p style="text-align: justify;">Jenggg jenggggg, malem harinya, resmilah saya dan ponakan saya jadi <a title="model baju batik terbaru" href="http://www.malioborobatik.com/2012/04/apa-sih-model-baju-batik-favoritmu.html" target="_blank"><strong>model baju</strong></a> bigsizenya Karita. Duh, sayangnya saya dan ponakan gak bawa kamera, gak bawa temen yang bisa motoin juga. Jadilah memori manis ini terpatri di benak kami berdua sampe kapanpun tanpa ada dokumentasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sodara-sodara&#8230;. Kami berduapun kembali jadi model baju bigsize. Kali ini untuk <a title="butik online baju batik indonesia" href="http://dechantique.com" target="_blank"><strong>baju-baju batik bigsize di butik batik online</strong></a> kami. Ya sekalian menumpahkan kenarsisan dan meraup rejeki lahhh! #aseeekk. Koleksi lengkap gaya narsis saya jadi fotomodel dadakan, monggo silahkan mampir ke butik batik online www.deChantique.com. Mariiiiii ^^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://innaistantina.com/jadi-model-horrreey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

