Reflection

Fabulous Forty, Are You Ready?

Ok well, suami saya baru saja berulang tahun ke 38 beberapa hari lalu. Artinya beberapa bulan ke depan, gantian saya, dengan usia yang sama. Yes, kami berdua cuma terpaut 3 bulan, tapi suami jauhhhh lebih dewasa secara pemikiran dan looknya, hahhaha. Saya mah, tetep bawaan anak bontot, macam pengennya manjaaa muluk 😛

Ok, cukup lah kita bicara umur. Eh belum belum, justru postingan ini akan mengupas tuntas seputar umur. 38 artinya angka krusial mendekati 40 tahun. Apakah 40 tahun ini momok? Ataukah 40 tahun justru sebuah tantangan? Itu kembali ke kita mau gimana menghadapinya.

Saya justru menjelang 40 tahun ini, menemukan kembali aktivitas lama, seperti salah satunya menulis menjadi sesuatu yang makin menarik. Kadang saya bertanya, baik ke dalam diri saya sendiri, maupun ke Allah. “Kenapa aku masih gini-gini aja, pengennnnn berbuat sesuatu yang bisa bikin Mama dan Suami bangga. Bikin anak-anak dengan bangganya menyebut nama Bundanya”.

Yes keresahan inilah yang hinggap di diri saya beberapa tahun terakhir. Stress karena saya termasuk lulusan kumlot di kuliah, bisa dapet kerja cepet tapi malah ditinggalin, dapet banyak kesempatan di depan mata tapi saya acuhkan.

Hingga saya kembali menulis, kembali ngeblog, disinilah seperti menemukan diri saya kembali. Terlebih lagi ketika saya juga aktif bersosialisasi dengan para penulis dan juga blogger, hidup rasanya makin hidup.

Haru bercampur aduk, saat mengetahui bahwa, usia saya hampir 40 tahun, dan saya baru benar-benar menemukan jati diri saya? Masya Allah.

Saya jadi teringat, saat saya masih berusia dibawah 25 tahun, masih bekerja di Trans TV Jakarta sebagai tim kreatif. Salah satu liputan yang pernah saya kerjakan adalah meliput aneka profesi, dari mulai yang kantoran hingga para wirausahawan.

Ada satu hari, satu kesempatan, yang terus saya kenang sampai saat ini. Yaitu saat saya mewawancarai seorang Ibu berusia hampir 50 tahun, yang bercerita, bahwa karirnya dimulai sejak berusia 40 tahun. Ibu Lusi yang berperawakan langsing ini, dengan gaya bahasa keibuannya yang kental, mengisahkan ketika anaknya masuk usia 6 tahun, mulai sekolah, maka ia yang seorang IRT mulai bingung dengan aktivitas apa yang sebaiknya ia kerjakan saat anak sekolah.

Lalu ia memilih untuk mengambil kursus kecantikan di Martha Tilaar, dan disinilah akhirnya ia menemukan passionnya, menjadi seorang MUA ternama, dan bahkan memecahkan rekor MURI saat event make up natural dengan peserta terbanyak.

Wow! This is really Fabulous Forty!

Setiap orang bisa, Bu Lusi bisa, maka kita juga bisa!

Jujur, kadang saya menyalahkan diri saya, kenapa saya begitu egois di masa muda, atau begitu naifnya mencampakkan banyak kesempatan. Tapi kemudian setelah saya teringat lagi cerita Bu Lusi ini, saya jadi merasa begitu lega. Berarti keputusan saya sudah benar.

Kebayang, kalo saya dulu menuruti nafsu masa muda, bekerja di kantor, nine to five, lalu saya tidak kenal waktu, apa jadinya anak-anak saya? Padahal saya sangat concern dengan psikologi anak. Atau lebih tepatnya, saya gak tegaaaaaannn, kalo anak-anak tumbuh dan berkembang bukan dengan saya, terutama di masa emas 5 tahun pertamany. Ah ini mah saya yang egois, gak mau berbagi ke orang lain, untuk mengurus dan membesarkan anak-anak. Kecuali saya memang sudah kenal lama dengan orang tersebut.

Ucapan syukur, Alhamdulillah, ketika akhirnya Allah mempercayakan kembali, beberapa bidang yang saya minati di masa lalu, menjadi sesuatu yang saya tekuni saat ini, dan Insya Allah selama saya masih ada nafas, selain saya menekuni, ilmunya juga akan terus saya bagikan.

So girls, when you reach 40, are you ready to be fabulous? More fabulous? Artinya siap dan berani ambil kesempatan yes!

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

19 Comments

  • steffifauziah

    Wah katanya usia 40 tahun akan puber lagi mba, begitu juga kah dengan dirimu? Hehe. Saya belum kepikiran kudu gmn di 40 tahun. Tapi setidaknya harus semakin muhasabah diri dan semakin dekat kepada Allah dan keluarga. Jadi pubernya positif gak aneh2 yes wkwk.

  • Pendar Bintang

    Ah, bener.
    Suami yang selama ini kayanya gak PD-an (kalau saya kebalik, sayanya Mbak yang lebih dewasa dari suami, berasa jadi Kakaknya wakakkak) tiba-tiba saja mulai bicara tentang “retirement” yang dia bilang menjadi hadiah terindah buat anaknya. Dalam artian ini sih dia ada keinginan ninggalin pekerjaan kantoran dan ingin kerja dari rumah saja sambil ngemong anak apalagi anak kita udah mau 4tahun.

    Karena waktu memang ga bisa membatasi kita untuk meraih mimpi. Kalau saya sih meski udah masuk 30an sekarang tapi tetep ngerasa 20an pokoknya tetap produktif berkarya di bidang yang kita sukai masing-masing, hehehehe

  • Alia Arifin

    Wiih mb keyeeen,, cumlaude trus kerja d trans tv lagi 😍
    Usia takkan menghalangi kita tuk berkarya,, selama hayat masih dikandung badan yes 😉

  • Dewi Mae

    Keren banget tulisannya. Saya pun jadi merasa lebih lega karena memilih meninggalkan karir dan fokus mengurus anak2. Meskipun tekanan dari orang2 sekitar masih sering mampir.

  • salbiah

    suka deh dengan tulisannya, style sederhana mudah dicerna. Sama donk mba, aku juga baru temukan jatidiriku yang sebenarnya tahun ini, usia 32 tahun, ah kenapa ga dari dulu yah… tapi ga ada kata terlambat yah, semoga kedepannya semakin sholeh dan cerdas dalam menyikapi semua hal dan siap untuk jadi orang hebat, minimal hebat dimata keluarga…

  • Reyne Raea

    Mbaaakkk, keren amat sih 😀
    Saya masih beberapa tahun lagi nih ke 40, kadang takut dan sedih, karena berpikir selama puluhan tahun hidup, rasanya belum ada sesuatu yang membanggakan ortu, belum bisa balas budi ortu hiks.
    Tapi baca ini jadi semangat lagi, insha Allah tak peduli apapun yang terjadi, semoga usia kita bisa berkah aamiin 🙂

  • Meilawati nurhani

    Wah inspiratif sekali Mba.. Saya jadi ga galau lagi.. skrg memang saatnya disibukkan Sama 2 anak Yg masih kecil2, kelak ada saatnya bagi Kita untuk benar2 Serius berkarya, mudah2an berapapum jatah usia Kita senantiasa dalam kebaikan Dan keberkaha

  • Sofia Yuliani

    Waah, pengalaman yang hebat. Tidak ada yg sia-sia. Kini sdh menjadi penulis hebat. Padahal kita seumur lhoo… Tapi saya masih ketinggalan jauuh. Saya mau belajar dengan mastah nih… Hehehe.

  • Lelly

    Banyak orang yang jadi berkilauan di umur 40 tahun karena di umur sebelumnya sudah merintis di masa mudanya. Ibaratnya, di umur segini tinggal panen aja.

    Saya jadi bertanya-tanya sendiri. Nanti saya bisa nggak ya panen hasil seperti mereka?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *