Blogging & Writing

Dunia Menulis itu Luas, Bukan Milik Penulis Buku Saja

Well, ribet amat yak judulnya?

Ya beginilah kalau penulis ala blogger yang ceplas-ceplos macam saya, ada yang suka, ada yang nganggep beberapa tulisan saya nyinyir, that’s fine. Totally fine. Negara merdeka, bro! Jangankan perbedaan di dunia menulis, perbedaan milih calon presiden aja bisa heboh dunia persilatan. Ye kan?

Apalagi saya, yang *cuman* nulis di blog, buku juga baru mau satu, itupun buku rame-rame alias buku antologi bareng teman-teman di estrilook community. Jauhlah pengalaman saya, dibanding para penulis buku hebat, yang sudah menelurkan belasan hingga puluhan buku.

Sejak menekuni kembali ngeblog, dan dari awal saya beberapa tulis di blog ini juga, bahwa menulis buku, terutama buku solo, belum termasuk prioritas saya saat ini. Banyak pertimbangan, utamanya karena saat ini vlog project cukup menyita waktu, dari mulai konsep, proses editingnya, vlogwalking untuk menambah subscriber secara alami, hingga banyak perintilan lain yang lebih seabrek untuk meraih 1000 subscribers pertengahan tahun ini. Amin.

Mungkin nanti, ketika saya punya buku solo, tidak jauh dari pengalaman membangun vlog ataupun yang berkaitan dengan parenting, relationship, hal-hal yang saya suka.

Lalu bagi orang seperti saya, yang hobby menulis, dan mencetak buku solo dengan nama sendiri terpampang di cover buku, gak menggiurkan gitu? Ya menggiurkan sih, tapi saya gak mau, ketika trend bikin buku solo, yang untuk menembus ke penerbit indie pun juga butuh effort tertentu, hanya membuat saya latah ikutan apa yang sedang terjadi. Ya, sempat tergoda, tapi kembali lagi ke tujuan awal, ingin memajukan vlog terlebih dulu.

vlog yang sedang saya kerjakan bersama suami dan anak-anak, SADDHA STORY

Untuk saat ini, saya lebih prefer menyebut diri saya sebagai blogger. Sebutan penulis, saya melihatnya seperti kasta tertinggi dalam sebuah dunia literasi. Seperti sesuatu yang WOW! Apalagi penulis-penulis besar seperti Andrea Hirata, Tere Liye, dan penulis hebat lainnya, saya yakin tempaan tahunan dalam tulis menulis sudah menjadi asam garam bagi mereka. Bahkan tenaga dan pikiran yang mereka curahkan pun sangatlah besar untuk menghasilkan sebuah karya berupa buku.

Bahkan saat diskusi bersama dengan Pak Putu Putrayasa, seorang praktisi NLP dan pengusaha cemerlang, beliau cerita, setiap akan membuat buku, ia selalu semacam *mengasingkan diri* dalam artian benar-benar butuh waktu fokus selama beberapa bulan, barulah buku bisa selesai.

Salah satu guru broadcasting saya, Eny Esyta Kolopaking, yang dulu juga ikut terlibat sebagai penulis scenario sandiwara radio, juga mengungkapkan hal yang sama. Saat menulis scene demi scene, harus bener-bener terjaga dan nyambung moodnya, supaya lebih mudah tersampaikan. Nah, artinya juga butuh waktu khusus, perhatian lebih untuk membuat sebuah naskah sandiwara yang benar-benar bagus.

Dunia Menulis itu Luas

Asyiknya dunia menulis itu luas, kita bisa koneksikan kemana saja. Tinggal kita pilih, mau spesifik kemana, lalu tekuni, dan berikan fokus spesial:

1. Penulis Buku

Bagi yang punya pengalaman & wawasan luas, menulis buku sepertinya hal yang cocok dan bisa sekaligus berbagi ilmu yang dipunya. Baik itu buku fiksi maupun non fiksi, pasti punya proses panjang dan berliku, baik dari menentukan ide hingga eksekusi dan penerbitan, bahkan termasuk promonya. Tapi yang pasti, tidak ada hasil yang mengkhianati sebuah usaha.

2. Penulis Scenario Radio/ TV

Ya, jaman FTV sekarang, banyak dicari penulis scenario yang mumpuni, mampu bekerja cepat, berani dikejar deadline, mau begadangan menyelesaikan puluhan naskah dalam semalam. Saya sendiri, sempat terlibat dalam penulisan naskah acara televisi, naskah drama misteri di radio, dan beberapa naskah untuk iklan.

3. Blogger

Ya, ini seperti yang saya pilih saat ini. Lebih nyaman menuliskan isi kepala di dalam blog, daripada di buku. Ini saya loh ya, tiap orang boleh berbeda. Sekali lagi, pembuatan buku solo harus benar-benar spesial. Ngeblog membuat saya menjadi diri saya sendiri, bisa berbicara dengan bahasa tulisan yang gak jauh berbeda dengan ketika saya bicara sehari-hari. Blogging is me. Guwe banget! Gak perlu pusing terikat aturan menulis yang saya sendiri jujur gak terlalu kasih perhatian di awal. Yang penting, tulisan di blog bisa ngalir dan dimengerti.

4. Penulis Artikel

Ini adalah profesi yang sekarang juga sedang menjamur, beberapa berasal dari kalangan blogger, beberapa memang para penulis yang fokus menulis artikel untuk beberapa platform media baik lokal maupun skala internasional. Saya juga sedang menjajal kemampuan di bidang ini, meski belum seaktif di blog sendiri, tapi menjadi seorang penulis artikel ini tantangan tersendiri untuk saya.

5. Content Creator

Dunia digital yang makin berkembang, juga membuka satu lagi profesi menarik, yang nyatanya profesi ini membutuhkan skill menulis. Content creator, yang biasa menyuguhkan hasil karyanya melalui bentuk audio visual ini, mau gak mau, harus tau cara menulis dengan baik. Karena seorang content creator, juga membutuhkan kemampuan untuk membuat detail cerita secara berurutan dan menarik.

6. Editor

Wah wah, kalau profesi ini, wajib, mau gak mau, harus ngerti kaidah nulis, titik koma, sampai ke kata demi kata yang benar itu yang mana. So far, saya langsung nyerah kalau ini. Pastinya, bukan passion saya. Yang menekuni dunia editing menulis ini, wowww saya salutttt! Saya juga ngedit sih, tapi ngedit video, kalau ngedit tulisan saya milih gandeng teman-teman editor di komunitas yang saya ikuti.

7. Translator

Nah seseorang yang menjadi penerjemah, juga sebaiknya tau persis dunia menulis. Intinya mah, harus ngerti juga menulis itu seperti apa. Supaya kalimat demi kalimat yang diterjemahkan, gak aneh. Supaya buku atau artikel apapun yang diterjemahkan, bisa dibaca dengan baik dan tidak menimbulkan arti yang berbeda atau bahkan membingungkan.

See? Dunia menulis itu itu luas banget ya? Serunya nih kita bisa memilih kok mau fokus yang mana. Mau semuanya juga boleh, asal pastikan hasilnya berkualitas, gak asal bikin, gak asal langsung jadi.

 

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

19 Comments

  • Muyassaroh

    Menulis itu nggak melulu menulis buku memang Mbak. Saya juga nggak mau latah ini dan itu sampai akhirnya justru nggak menikmati apa yang sudah saya bangun. Saya berusaha mengerjakan apa yang saya cintai, gppa pelan-pelan asal saya menikmatinya. Toh tujuan awal menulis memang karena suka…*curhat Mah…kwkwk

  • Haeriah Syamsuddin

    Saya suka menulis apa saja. Tapi sebenarnya, yang paling menyenangkan itu apabila kita menulis apa yang kita sukai dan kuasai. Saya pernah punya pengalaman menulis sesuatu yang tidak terlalu saya kuasai. Akibatnya, saya justru tersiksa bukannya malah bahagia. Jadi, penulis apa pun itu bukan masalah. Yang penting kita bahagia melakukannya.

  • miftah

    Dunia menulis luas banget, insyaallah manfaatnya juga luas banget. Jadi jangan ragu untuk melakoni pilihan menulis yang mana saja.

    Btw, bikin vlog tema keluarga seru juga ya ^^

  • Lia Yuliani

    Iya, Mbak menulis itu luas. Awalnya saya pengen jadi penulis novel, ternyata malah nyemplung di penulis artikel, belajar jadi editor, sama ngeblog juga. Suka , sih, semuanya. Memang jadi editor kadang bikin lapar, haha … baru edit beberapa lembar udah cari cemilan karena lapar πŸ˜…

    Kenal ngeblog, suka juga, lebih bebas menyalurkan tulisan di blog. Terserah dong, kan di rumah sendiri. Hehe πŸ˜„

  • steffifauziah

    ada 3 yang belum kesampaian, jadi penulis skenario TV, kalau radio jaman kuliah udah, terus jadi translator sama editor wkwk. wah translator kudu lebih jago bahasa asing biar gak salah terjemahin wkwk. makasih bun sharingnya.

  • Tatiek Purwanti

    Iyes, bener banget kok judulnya, Mbak.
    Menulis bisa via media apa saja. Bahkan banyak juga yg hobi nulis di Facebook, trus tulisannya dishare kemana-mana. Dia dikenal orang sebagai penulis, tuh.
    Secara Facebook lebih familiar dg netizen ‘yang umum’. Maksudnya, hampir semua orang punya akun facebook. Tapi kalau blog, hmm… bisa dikira-kira perbandingannya, ya.

    Tapi, saya sendiri prefer ke blog untuk nulis. Facebook tetap pakai, dong untuk share tulisan di blog. Lebih nyaman, berasa di rumah kedua. Trus, saya memilih nulis buku juga. Memang melatih kesabaran banget sih nulis buku itu, apalagi kalo antologi.
    Yang lain-lain Mbak sebut di sini belum saya lakuin. Minat sih sama dunia translation πŸ™‚

    Keren tuh, Mbak proyek vlog-nya. Lanjuut…

  • Ida Nurfitriana

    Benar… Banyak hal yg bisa dilakukan dalam dunia literasi. Tetap punya fokus dan target (impian) yang ingin dicapai… Dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan kedamaian hati😊😊

  • Nyk note

    Bener banget mba… Meski basicnya nulis tapi bnyk mengarah ke banyak profesi dalam dunia nulis. Semoga kita lancar ya dan sesuai dgn passion kita. Mksh info dan Ulasanny y mb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *