Lifestyle

Drama KTP Hilang!

Mmm pernah mengalami berapa kali KTP atau mungkin ATM hilang?

Please, jangan tanya saya!

Karena jawabnya, berkali-kali

Kejadian yang masih hangat-hangatnya sekitar bulan juli-agustus tahun ini, setelah KTP dipakai untuk perpanjangan BPKP motor, KTP entah berada dimana. Tepatnya, saya lupa naruhnya. Sekitar 1-2 minggu saya coba cari, belum ketemu juga. Hingga pada titik, pasrah. Uniknya, baru saya berpikir seperti itu, tidak berapa lama ketika saya beberes atas lemari, KTP ternyata tergeletak disana. Nah kan? Barang tuh ya, kalau kita tenang, baru deh biasanya ketemu sendiri 😀

Selama sekian minggu, KTP terselip manis di dompet, hingga suatu hari saya daftar jadi kontributor di salah satu platform media online. Beberapa data yang harus dilengkapi termasuk scan ktp, npwp dan buku tabungan. Tidak terbersit sedikitpun, kalau KTP bakal hilang (lagi) setelah pengisian data tersebut. Dan ternyata, hilang lagi saudara-saudara 🙁

Mulailah rutinitas roadshow mencari ktp hilang. Bawah kolong kursi dan kolong kasur, cepitan kursi, ubek-ubek kantong di dalam tas, cari di mobil hingga bawah karpetnya, hingga semua laci di rumah. Intinya hampir seluruh bagian rumah saya geledah! Tetap tidak ketemu. Tapi ya gitu deh, karena belum begitu butuh, mikirnya nanti bisa dicari lagi atau bikin baru saja lagi.

Hingga tiba waktunya saya harus ke Bank untuk membuka tabungan anak untuk keperluan sekolah Ical. Salah satu syarat dan paling penting adalah KTP. Mau ada kartu keluarga, mau ada akte kelahiran, mau biaya saldo awal tersedia, tapi tanpa KTP? Big No! Tidak akan bisa diproses! Titik.

Padahal itu adalah hari terakhir untuk penyerahan fotokopi tabungan ke sekolah untuk dilanjutkan ke Dinas Pendidikan Sleman, sebagai penerimaan bonus Ical sebagai pemenang juara 3 pianika tingkat Kabupaten tahun 2018 ini

Setelah mendapatkan informasi dari pihak bank, langsung saya pulang untuk mencari kembali KTP. “Bun, itu KTPnya gak ada di laci yang lemari baju itu?”, tanya Ical. “Bunda uda cari beberapa kali Cal, tapi gak ada tuh”, jawab saya. Tapi entah kenapa, sesampai di rumah, tempat pertama yang saya tuju adalah laci di lemari baju tersebut.

Saya keluarkan semua isi laci, dan jeng jenggggg! “Bun, ini KTPnya”, tunjuk Ical sambil mengeluarkan KTP tersebut dari dalam buku tabungan BCA yang sama-sama saya pakai untuk proses pendaftaran kontributor penulis beberapa waktu lalu

Yak, KTP ketemu di lemari yang sama dengan kehilangan sebelumnya! Bedanya, kalau sebelumnya diatas lemari, kalau yang ini di dalam laci

Rasa lega luar biasa. Alhamdulillah. Karena tidak terbayangkan, kalau harus mengurus dari awal, ke kantor polisi untuk surat kehilangan, lanjut ke RT, RW, Dukuh, Kelurahan, Kecamatan. Fiuh! Panjang kali ya prosesnya!

Untunglah, sekarang KTP berlaku seumur hidup, tidak lagi memperpanjang setiap 5 tahun sekali seperti dulu, karena prosedurnya itu loh, weleh-weleh. Belum lagi, pas pak rt/ rw/ dukuh/ lurah/ camat sedang tidak di tempat, maka masih perlu menunggu. Iya kalau butuhnya lama, kalau buru-buru gimana?

Maka, marilah kita jaga KTP dengan sepenuh dan segenap jiwa raga 😀

#komunitasonedayonepost #ODOP_batch6 #Day12

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *