Parenting

Pengalaman Melahirkan Pertama

Hamil dan melahirkan bisa jadi salah satu momen terindah bagi tiap wanita selama hidupnya. Begitu pula dengan saya dan Anda para ibu ataupun calon ibu yang sekarang sedang harap-harap cemas menanti kelahirkan buah hati tercinta.

Nah, berikut ini sharing pengalaman Melahirkan pertama yang pernah saya alami, semoga bermanfaat ya Mom 🙂

1. Selasa 20 Maret 2007 sekitar jam 10 malam, keluar flek (semacam darah berlendir), belum terasa kontraksi sama sekali, dan di kehamilan pertama inipun saya tidak mengalami yang namanya kontraksi palsu. Malam itu juga saya diantar mama langsung ke rumah sakit, secara ini adalah kehamilan pertama dan belum tahu persis seperti apa rasanya saat-saat akan melahirkan. So I think,  mending langsung ke RS aja, biar di cek gimana kondisi tepatnya.

2. Sesampai di RS, di cek sama perawat, udah bukaan 1. But still, belum ada kontraksi apapun. Masih bisa haha hihi tuh, hehe. Tapi rasa dag-dig-dug duerrr tetep gak bisa dipungkiri.

3. Hingga rabu pagi saat suami saya datang dari jakarta, the baby still’s inside. Kata orang-orang, “nungguin bapaknya dulu tuhh”. Sepanjang rabu tanggal 21 Maret 2007 itu saya mulai mengalami yang namanya kontraksi. Awalnya berjarak sekitar 30-45 menit sekali, lama-lama makin rapat dan makin rapat hingga 10-15 menit sekali.

4. Rabu malam sekitar selepas maghrib, kontraksi makin rapat & kencang, tapi setiap di cek pembukaannya tidak ada perkembangan yang berarti, pelan sekali prosesnya. Mungkin saja karena saya terlalu tegang di melahirkan yang pertama ini, jadi seluruh otot-ototnya pun merespon sedemikian rupa.

5. Sekitar jam 11.30 malam, saya dipindahkan ke ruang bersalin dengan masih berada di pembukaan 5. Disinilah akhirnya keputusan dokter untuk menginduksi, agar proses pembukaannya lebih cepat.

6.  Setelah proses induksi ini, saya yang karena sejak pagi tidak terlalu nafsu makan, jadi mual dan muntah. Di tengah cemas dan lemas, saya rasanya pengen nyerah. Alhamdulillah, suami menguatkan saya dan meyakinkan jika saya bisa.

7. 2 jam kemudian, pembukaan hampir sempurna. Dan ketika pembukaan sepuluh di sekitar jam 2.30 pagi, dokter meminta saya untuk mulai mengejan. Akan tetapi sebelumnya dokter memecahkan ketuban saya terlebih dulu, karena belum pecah dengan sendirinya.

8. Alhamdulillah di dini hari jam 3.10 pagi, hari Kamis 22 Maret 2007, lahirlah buah hati saya dan suami secara normal, yang kami beri nama, Saladdin Saddha (ical).

Nexttt…..

Pengalaman melahirkan kedua dengan sejuta cerita berbeda tapi tetap penuh makna. Tunggu tanggal mainnya 🙂

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)