Cerita Bisnis Rumahanku

twahwCerita Bisnis Rumahan

 

Mantan Penyiar yang Tergila-gila dengan Bisnis Rumahan

Dulu, saya tidak pernah ngebayangin bakal  terjun dalam Bisnis Rumahan & banyak kerja di rumah dan bisa beneran menghasilkan. Padahal inget banget, jaman SMA – Kuliah dulu, pengen yang namanya kerja di Jakarta, masuk ke dunia broadcasting TV. Sejak kuliah saya bekerja sebagai penyiar radio di UNISI FM, kemudian ketika lulus dari Jurusan Hubungan Internasional UPN Veteran Jogjakarta, saya bertekad untuk masuk ke TV Nasional di Jakarta. Mimpi itu kalo kita pegang kuat-kuat dan kita barengi ACTION, akhirnya tercapai. Melalui saringan ribuan orang di Universitas Atmajaya yang berlokasi di Babarsari – Yogyakarta, saya diterima di TRANS TV Jakarta tahun 2005 di DIvisi Produksi, bagian Creative. Bangga pastinya akan pencapaian tersebut. Akan tetapi, ketika hendak memutuskan menikah, saya gamang, inikah yang bener-bener saya cari? Kerja dari pagi hingga larut malam? Mmmmm… bukan sepertinya! Bukan ini yang saya cari. Lalu apa? Bisnis Rumahankah jawabannya?

 

Awal Bisnis Rumahanku

Sejak putra saya lahir di tahun 2007, saya mulai mencari-cari Bisnis Rumahan apa yang bisa saya kerjakan di rumah  selain ngurus anak & siaran radio 3 jam/ perhari dari senin – jumat. Kerja di radio memang mengasikkan tapi dari sisi penghasilan tentunya masih jauh dari kata cukup ya, secara prinsip suami dan saya ingin memberikan fasilitas pendidikan & kesehatan terbaik untuk anak saya. Di masa Ical, anak pertama saya masih baru beberapa bulan, suami membelikan saya computer PC. Dengan computer dan modal internet, saya mulai berkenalan dengan blog, bertemu dengan teman-teman di dunia online, dan juga mengenalkan saya tentang konsep toko atau butik online.  Waktu itu saya sedang belajar berdagang jilbab di tempat kuliah matrikulasi psikologi UGM dan juga membuat sebuah website untuk jualan jilbab secara online. Secara belum tau apa-apa, dan saya juga belum terlalu tertarik. Bisnis rumahan dengan jualan jilbab online pertama waktu itupun terhenti.

Jualan Ayam Fried Chicken = Bisnis Rumahan?

Di tengah-tengah pencarian saya dan suami untuk membuka bisnis rumahan usaha sendiri, kami menemukan usaha ayam fried chicken berupa franchise. Dengan modal 20 juta dari sebagian deposito yang ada, kami putuskan untuk terjun di bisnis rumahan ini. Kurang lebih berjalan tidak sampai 6 bulan ya, bisnis ini bubar jalan. Market sepi, sementara kami tetep harus menggaji karyawan yang jaga outlet, serta membayar sewa tempat yang waktu itu kami ambil di Carrefour Jalan Laksda Adisucipto.  Apakah saya menyerah? Tidak!

Ngeblog, Pondasi Bisnis Rumahanku

Pada tahun 2009, suami saya tugas di Kalimantan Selatan, saya dan Ical ikut. Di banjarbaru, tempat kami tinggal, tidak banyak aktivitas selain ngurus rumah dan kebutuhan sehari-hari. Disitulah saya berkenalan lebih banyak tentang ngeblog. Jika sebelumnya saya ngeblog hanya dengan blog gratisan di blogger.com, mulai tahun 2009 saya punya 1 blog berbayar.  Melalui blog tersebut saya bertemu dengan banyak blogger lainnya, dan kemudia saya kenal juga dengan istilah blogger matre. Mulailah saya meng”komersial”kan blog saya. Dari mulai pasang-pasang adsense, ikutan dulang dollar lewat paid review, serta belajar mendatangkan traffic ke blog. Asik? Tentu saja. Secara saya di Kalimantan tidak terlalu banyak punya teman, dan banyak waktu saya habiskan di rumah dengan Ical & suami. Bertemu dengan banyak teman dari seluruh Indonesia lewat blog, dan menguasai beberapa teknik untuk mendatangkan traffic ke blog, membuat saya tertarik kembali untuk bisnis rumahan jualan online.

Butik Batik Online, Bisnis Rumahan Online Pertamaku

Sekembalinya dari Kalimantan, saya tinggal di Jogja dan dengan tekad yang bulat untuk bisa punya bisnis rumahan & berpenghasilan, tanpa meninggalkan anak dan kesibukan di rumah, saya membuka butik batik online www.deChantique.com. Alhamdulillah, melalui butik ini saya semakin ingin haus untuk terus belajar dan belajar ilmu-ilmu terupdate di dunia online dan internet marketing.

Internet marketing yang awalnya saya anggap angin lalu, serta keraguan. “Masa iya, orang bisnis rumahan di depan laptop bisa punya penghasilan?”. Itulah awalnya. Namun ketika saya bertemu dengan satu persatu orang yang terbukti berhasil di bisnis online, saya makin penasaran, bahkan saya makin memfasilitasi kegiatan online saya dengan koneksi internet terbaik yang ada di kota Jogja. Apapun deh saya lakukan, agar saya bisa dapatkan pengetahuan lebih tentang dunia internet dan juga PRAKTEK lebih banyak & lebih nyaman.

Dengan mengurus bisnis rumahan butik batik ini, saya tidak berpuas diri hingga disini. Kehausan saya untuk mencoba bisnis online satu ke yang lainnya, saya lakonin. Dengan modal? Tentu saja! Setiap bisnis apapun baik konvensional maupun online, butuh yang namanya modal. Modal tenaga, uang, pikiran dan juga waktu.

 

Oriflame d’BC network  =  Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga

 

Dengan beberapa kegagalan, saya belajar banyak hal. Hingga saya bertemu dengan Bisnis Rumahan yang sesuai untuk ibu rumah tangga. Yaitu Bisnis Oriflame. Oriflame? Yap, bener banget Oriflame. Karena di Oriflame ini kita bisa make money today & fulfill your dream tomorrow. Yang membuat special, karena saya bergabungnya di jaringan terkuat se-dunia dan punya segudang fasilitas online yang amat sangat membantu! D’BC network. 2  founder d’BC network, yaitu Nadia Meutia & Dini Shanti, rupanya sangat jeli melihat perkembangan pengguna internet, termasuk saya yang tiap hari bakalan mules-mules plus pusing tujuh keliling kalo jauh-jauh dari akses internet, hehehe.

Melalui bisnis rumahan Oriflame ini, saya saat menulis postingan ini, yaitu Januari 2013, berada di level Senior Manager dengan gaji mendekati 4 juta rupiah. Saya terus berjuang untuk yang terbaik bagi keluarga saya, ibu saya, dan jaringan saya pastinya.  Saya bergabung bulan September 2012 dengan amat YAKIN YAKIN YAKIN YAKIN YAKIN YAKIN YAKIN!

Lantas, gimana cara berbisnis rumahan Oriflame bareng d’BC network? Simak postingan berikutnya ya. Yang jelas, saya sangat bersyukur, karena suami saya, ibu saya, sangat mendukung kiprah online saya ini. Mereka tau persis, berapa modal yang sudah saya keluarkan untuk masing-masing bisnis online yang saya coba. Dan mereka juga ngerti persis, jungkir balik saya dalam bisnis rumahan online ini. Inilah yang membuat motivasi saya makin kuat. Saya ingin mengembalikan lagi rupiah demi rupiah yang ada di tabungan saya & suami, yang Insya Allah justru akan berlipat-lipat dari sebelumnya. Saya meyakini janji Allah, bahwa Allah pasti menolong tiap-tiap hambanya yang mau berusaha & berdoa maksimal.

Bismillah Ya Rabb! Mudahkanlah perjalanan ini, ijinkan sempatkan waktu untukku membahagiakan ibuku di sisa usianya. Berlimpahkanlah rejeki keluarga ini, yang bisa memberi manfaat ke banyak orang melalui bisnis rumahan ini. Berkah Berkah Berkah! Amin YRA




coded by nessus
8 comments
  1. Usaha yang dilakukan dirumah atau bisnis rumahan sangat mudah dilakukan oleh siapapun. Bisnis rumahan bisa dikerjakan oleh orang yang sudah bekerja sebagai usaha sampingan, ibu rumah tangga, apalagi orang yang belum mempunyai pekerjaan tetap. Bahkan bila dikerjakan dengan baik bisa mendapatkan penghasilan yang luar biasa.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.