• Reflection

    Sepatu Untuk Ibu

    Minggu-minggu terakhir ini, Ibu mengeluhkan sandal dan sepatu yang dipakainya sudah mulai rusak. Tinggal 1 pasang, dan itupun sudah mulai tidak nyaman dikenakan. Ohiya, Ibu ini termasuk orangΒ  yang gak neko-neko. Sederhana dan apa adanya. Di usianya yang sudah 73 tahun ini, Ibu masih cukup aktif ikut arisan RT/ W dan beberapa pengajian dekat rumah. Jadi tentu saja, alas kaki menjadi sangat Ibu butuhkan untuk beraktivitas hampir setiap hari.Β Syarat sandal atau sepatu yang sesuai untuk Ibu, tentu saja harus ringan, empuk dan flat. Sejak tinggal di rumah sendiri, saya memang hanya menginap di rumah Ibu beberapa kali dalam sebulan. Tiap hari juga hampir selalu mampir ke rumah Ibu, karena tempat…

  • Reflection

    Doa Belum Terjawab, Iyakah?

    Saya pernah begitu stress ketika lulus SD dengan nilai minim, dan begitu takutnya tidak bisa diterima di SMP Negeri. Swasta? Mana mungkin? Melihat kondisi Bapak masih mensekolahkan kedua kakak saya lainnya. Dengan gaji PNS di jaman itu, meski sudah dibantu Ibu berjualan segala macam, tetaplah asas hemat harus ada di keluarga kami. Apakah saya masih harus membebani dengan tidak bisa masuk di SMP Negeri? Maka di titik itulah, saya belajar mengenal yang namanya sholat malam. Dari tahajud ke tahajud seorang lulusan kelas 6 SD, demi SMP Negeri. Hasilnya?Β Doa terjawab dengan indahnya, saya diterima di salah satu SMP Negeri di saat-saat terakhir. Indah bukan? Iya mak nyesss rasanya. Seperti terbang ke…

  • Reflection

    Agenda Bapak

    Hari itu begitu deg-deg-an-nya, ketika tau kalo dia bisa tau nama saya. “Inna ya?”, begitu tanyanya untuk memastikan. Sampai rumah, langsung corat-coret di diary kesayangan bergembok, dan tentunya itu diary dengan aroma semerbak wanginya Di lain hari, dia minta tisue. Iya tisue, selembar kertas lembut yang bisa untuk membersihkan wajah ataupun tangan. Selembar tisue yang mengisyaratkan, *bisa jadi, dia juga ngerasain apa yang saya rasakan*. Duh! Makin deg-deg-an pastinya! Grogi gara-gara tisue! Kacau lah! Lalu segala perasaan campur aduk ini, kembali tertuang manis di dalam diary manis yang setia menunggu tiap jam pulang sekolah Memory masa sekolah, terutama SMP, saat pertama kali mengenal dunia tulis menulis, atau lebih tepatnya, saat…