• Reflection

    Happy 38th!

    Tahun ini, hari ini tepatnya, 7 februari 2019, usia saya masuk 38 tahun, banyak kejutan manis yang hadir dalam hidup saya selama ini. Tahun 2018 lalu bisa dibilang salah satu tahun terberat. Saya berdoa dan memohon segenap hati, tahun ini lebih berjalan nyaman dan penuh keberkahan. Hidup lebih sehat juga salah satu yang saya upayakan sejak beberapa tahun terakhir, meski up and down saya alami. Yang sudah sering mampir dan baca di blog ini, pasti sudah tau benar, kalo saya suka dengan yoga sebagai olahraga yang saya tekuni. Berkat yoga yang cukup rutin saya lakukan, memang banyak manfaat kesehatan yang saya dapatkan. Meski masih empot-empotan untuk mengatur pola makan, tapi…

  • Reflection

    Apa Kabar Mas Guru Ngaji?

    “Iyo, nek Mas Daroji ki ora galak, tapi berkharisma”, ujar Mbak Nik, rewang di rumah Ibu yang sudah ikut sejak saya masih bayi. Pembicaraan saya, Ibu dan Mbak Nik yang cukup sering kami ulang, tentang jasa guru ngaji bernama Mas Daroji. Mbak Nik selalu minta paling belakang ketika Mas Daroji mengajar di rumah. Karena beliau ini super ketat dalam hal mahroj dan aneka aturan membaca huruf demi huruf Arab. Akan tetapi, dengan Mas Darojilah, Mbak Nik akhirnya bisa baca Al-Quran dengan baik dan benar. Dari Ibu, saya juga baru tau, kalo Mas Daroji ini awalnya guru ngaji tetangga rumah. Tapi karena tiap datang ke rumah tetangga, pastilah si tuan rumah…

  • Reflection

    Menjadi Toleran, Apakah Salah?

    Selama ini saya jarang upload tentang hal-hal yang berkaitan dengan ibadah serta apapun yang melingkupinya. Kenapa? Saya takut. Ibadah apapun bentuknya, baik ragawi maupun ruhawi, kalau saya sebarkan melalui media sosial misalnya, takut diri saya tidak mampu menahan diri dari rasa bangga. Bangga dengan ibadah kita sendiri? Bukankah itu yang membuat nilai ibadah itu berkurang nantinya? Wallahu a’lam. Saya bukan yang ter-ahli ibadah, pengetahuan saya juga jauh dari sempurna. Yang saya tau dan jelas rasakan, ketika upload atau posting sesuatu yang berkaitan dengan keberhasilan ibadah, baik itu saya ataupun anak-anak saya, artinya kecemasan justru muncul. Cemas jika semua ikhtiar yang berkaitan dengan ibadah menjadi hangus? Apakah demikian? Wallahu a’lam. Saya…