From Jogja with Love

“Masih di Jogja aja tho Na”. Begitu kata seorang teman di tengah pembicaraan kami via BBM. Kalo saya mau ngikutin emosi, pertanyaan semacam ini sebenernya bisa aja semacam sindirin, Kenapa masih di Jogja aja? Alhamdulillah, saya menerimanya justru sebagai pecutan. Bahwa dari Jogja saya mampu mendunia. Insya Allah keyakinan saya …

Ketika Si Kakak Semakin “Kritis” dan tidak lagi “Manis”

Sejak memasuki usia 4 tahun, Ical, putra pertama kami makin menunjukkan kekritisannya. Kalo bahasa awamnya mungkin lebih dikenal dengan “ngeyel”, hehe. Keliatan sekali dari cara bicaranya, penolakan-penolakannya, pertanyaannya yang serba detail, yang tidak jarang menguji kesabaran. Eksplorasi kosakata yang digunakan pun makin beragam, kadang ada kata-kata “ajaib” yang entah Ical …