Food & Travel

Candi Sambisari, Eksotisme Tersembunyi

Hari Minggu lalu, setelah saya menjemput anak-anak dari kursus broadcasting kids, setelah makan siang, kami singgah sebentar di Candi Sambisari. Ical sebelumnya sudah pernah ke candi ini saat acara outdoor learning sekolah. Sementara untuk saya dan Sasha, ini adalah kali pertama. Khusus Sasha, ini adalah candi pertama yang pernah dikunjunginya. “Apa Bunda? Kita mau ke candi? Asikkkkk”, begitu hebohnya Sasha ketika saya mendadak punya rencana wisata tipis-tipis ke Candi Sambisari. 

Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Nama desa ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut. Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu material vulkanik di sekitar candi.

dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping). Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini (di sebelah utara), patung Ganesha (sebelah timur), patung Agastya (sebelah selatan), dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nandiswara.

(wikipedia)

Sesampai depan halaman candi, Sasha gak sabar, “Ayoo Bun, cepetannnn, aku mau liat candi!”. Meski kami datang sekitar jam 3 sore, tapi terik matahari masih saja menyengat cukup intens. Namanya juga anak-anak, meski panasnya luar biasa, tetap saja mereka excited dan happy banget.

Harga tiketnya cukup murah, Rp 5000,00 untuk turis domestik dan Rp 10.000,00 untuk turis mancanegara. Saat kami datangpun, ada beberapa turis asing yang sudah datang duluan. Lalu disini kita bisa menikmati apa saja? Secara luasan candi, sebenarnya tidak terlalu lebar. Candinya pun tidak seperti candi kebanyakan yang megah dan tinggi besar. Tapi secara lokasi sekelilingnya, termasuk cukup nyaman, ada beberapa tempat yang bisa kita jadikan tempat berteduh, dan banyak spot menarik untuk yang punya hobby photography seperti saya.

Saya dan suami, memang cukup sering mengajak anak-anak wisata di tempat-tempat bersejarah, seperti museum ataupun candi, tentunya supaya mereka lebih mengenal Indonesia dan aneka sejarah & budayanya. Yaaa, kami sekeluarga bukan *gank mall*, kecuali buat nonton film ataupun bener-bener cari barang yang gak bisa didapetin di luar mall.

Nah, khusus Candi Sambisari ini, punya eksotisme dan misteri tersendiri. Selain sempat terkubur di bawah tanah selama ratusan tahun, beberapa arcanya juga hilang. Mmm tapi gimana gak hilang ya? Ketika kami kesana pun, banyak arca yang tergeletak begitu saja di halaman candi.

Saat hari makin sore, maka makin ramailah candi ini, mungkin saja turis-turis ini berbondong-bondong untuk mengejar indahnya sunset dengan berlatar candi. Sayangnya, kami harus pulang terlebih dahulu, jadi tidak bisa ikut menikmati pemandangan matahari terbenam. Candi Sambisari, we’ll be right back 🙂

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *