Budaya Komen di Sosmed

Beberapa minggu belakangan ini, saya mulai sering upload kegiatan motret-motret di akun Instagram saya, dannn muncullah komen: “Hobby ganti lagi ya Na?”

Ngoks! Netijen jaman sekarang! Halahhh, berasa artesss! wkkwkk

Mungkin si pengkomen itu melihat saya biasanya upload yoga selama 1.5 tahun terakhir, dan seputar ngeblog di blog ini. Ketika mendadak tanpa angin tanpa hujan saya upload hasil bidikan smartphone ataupun nikon milik suami, maka muncullah komen tersebut

Sebel? Iya juga, tapi ya sudahlah! Orang itu taunya cuman luarnya aje ye kan? Mana dia tau, kalo dari duluuuu kala, saya sebenernya juga uda suka yang namanya photography. Kerja di broadcasting sejak kuliah, masuk Trans TV Jakarta yang which is juga lekat dengan kamera, apalagi motret anak-anak juga uda biasa aja, dan biasa diupload juga. Apa bedanya dengan upload hasil jepretan yang sekarang saya kasih embel-embel #belajarmotret dan teman-temannya? 

Duh-duh-duh, kok saya sewottt? Hahaha! Nah justru itu, mending saya tuangin di blog ini aja kan? Daripada nyumbat di hati sanubari yang paling dalemmm! 😛

Gimanapun sosmed  juga cerminan siapa dan bagaimana kita. Mulutmu harimaumu, jarimu harimaumu. Yap, seperti inilah fenomena manusia-manusia  bersosmed masa kini. Ada yang memang sadar dalam bertutur kata, ada yang terlalu berhati-hati, ada yang asal jeplak, dsb

Apalagi jelang pemilu 2019 begini, behhhh sosmed tuh berasa sesak. Komen-komen negatif saling  menjatuhkan antar pendukung kedua belah pihak, dijaminnn pasti akan fanasss sodara-sodara! Kadang sampe heran, gara-gara saling menjatuhkan di komen sosmed, hubungan silahturahmi antar teman jadi putuss tuss tusss, jadi rusak sakk sakkk! Rugi banget tauk!

Sekarang ambil cermin, teruss kita liat dan perhatiin lagi, gimana perilaku kita bersosmed selama ini? Sudah bijakkah? Sudah dewasakah?




coded by nessus

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *