Bila Si Bayi Demam-Batuk-Pilek

Ibu manapun pasti gak tega kan Mom, liat anak-anaknya sakit. Apalagi jika masih bayi. Aduh aduhhhhh, rasanya pengen kita aja yang gantiin sakitnya si keci.l Sekitar 1,5 bulan lalu, babySasha yang waktu itu berusia 3,5 bulan, ketularan Kakaknya yang uda duluan batuk pilek.

Saya pikir, disinilah salah satu seninya, dengan punya anak lebih dari satu. Saat Si Kakak udah mulai sekolah dan berinteraksi dengan dunia luar, mau gak mau saat temannya di sekolah/ tempat  les/ dll ada yang sakit, probabilitas tertular bisa iya bisa tidak. Dan saat jawabannya iya, serta Si Kakak pulang ke rumah, maka hasil ‘tertularnya’ bisa jadi terkena adiknya.

Nah, ketika babySasha pertama kali kena batukpilek, awalnya bersin-bersin hampir sepanjang hari dan keesokan harinya hidung meler-meler dan demam hingga 38 koma sekian derajat celcius. Tentu saja langsung saya kasih  Tempra Drops karena sudah diatas 38 derajat celcius. Yang saya pelajari sejak dari anak pertama saya, demam adalah kondisi alert ketika anak akan mengidap suatu penyakit.

Hari berikutnya babySasha batuknya mulai muncul, dan makin tidak mau lepas dari saya. Tidurnyapun hanya bisa ketika digendong atau saya tiduran dengan posisi duduk dan tangan diganjal bantal. Pastinya karena hidung si bayi jadi bumpet ketika direbahkan di tempat tidur. Posisi tidur pun membuat riaknya menggumpul dan tertekan, jadi bikin batuknya ngukluk.

Saat babySasha rewel gak bisa tidur, saya kasih pala bubuk yang diberi air hangat sedikit, dan dipukpukkan di ubun-ubun kepalanya. Selain membantu agar nafasnya lega dan mengeluarkan ingusnya, babySasha jadi mengantuk karena aroma palanya, hehe. Dan saya oleskan Vicks di dada dan punggungnya biar hangat.Saya berusaha tetap tenang setiap babySasha muntah setiap habis nenen. Dari banyak artikel yang saya baca, saya mengetahui bahwa proses muntahnya adalah untuk mengeluarkan riaknya. Frekuensi menyusui juga saya persering, lebih sering dibanding hari biasanya. Dalam sehari, babySasha pun bisa muntah lebih dari 3 kali. Dan muntahnya selalu ada riaknya.

Setelah 2 hari episode muntah+riak itu, babySasha kondisinya makin membaik. Batuk dan pileknya berkurang, mulai bisa nenen dengan tenang dan tidur lebih nyaman dengan posisi rebahan.

Alhamdulillah kurang lebih semingguan, babySasha sembuh total dan sudah bisa ketawa ketiwi lagi. Leganya Mom, setelah bisa melihat mylilbaby kembali ceria, aktif dan sehat tentunya.

Intinya Mom, ada beberapa hal yang perlu kita cermati saat bayi atau anak kita sakit:

Sudahkah kita sedia Termometer? Karena mengukur demam dengan telapak tangan tidak akurat. Sebaiknya kita selalu sedia Termometer di rumah, jadi ketikabayi demam bisa langsung kita pantau setiap saat. Sesudah diatas 38 derajat celcius, kita bisa bantu dengan obat penurun panas. Kalau masih dibawah 38, sebaiknya jangan, agar daya tahan tubuh si bayi yang belajar untuk melawan. *Ohya buat Mom yang putraputrinya dibawah 3 bulan, sebaiknya ketika demam dibawa ke Dokter aja ya Mom, karena obat-obat yang dijual bebas seperti Tempra Drops pun untuk usia 3 bulan keatas*

– Saat sakit biasanya akan berkeringat lebih sering, jadi sering-sering juga ganti bajunya ya Mom, biar si kecil nyaman dan kulitnya terjaga.

– Untuk yang masih ASI, beri saja ASI sering-sering, lebih sering frekuensinya dibanding biasanya. It helps much Mom. Trust me, karena ASI bisa membantu memberi kekebalan tubuh si bayi. Kadang ada beberapa ibu yang justru takut menyusui karena takut anaknya muntah. It’s Ok Mom, justru itulah cara alami tubuh bayi untuk mengeluarkan penyakitnya. Atau untuk yang sudah bisa konsumsi minum selain ASI, bisa diberi minum lebih sering, bisa berupa jus, minum air putih, dsb.

– Yang juga perlubinpenting nie Mom, Tenang…. Rilekssss.. Saat kita tenang dan rileks menghadapi si kecil yang sedang merintih kesakitan, nantinya si kecil juga menjadi lebih nyaman.

– Satu faktor lagi yang terlihat sederhana tapi ternyata manjur adalah berikan banyak-banyak pelukan. Secara psikis ini memberi si kecil kehangatan dan kenyamanan serta merasa terlindungi.

Okey Mom… Hope this article helpful ya.. Ada mau sharing, silahkan 🙂




coded by nessus

One Comment

  1. Pingback: Tips Memandikan Bayi Baru Lahir | Lihat, Dengar & Rasakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *