Bahagia itu Sederhana

Sering ya kita denger, kalau yang namanya bahagia itu sederhana

Sering juga kita denger, bahwa bahagia itu bukan melulu tentang berapa harta ataupun uang yang kita punya. Buktinya, ada juga orang-orang dengan pekerjaan mapan, gaji super tinggi diatas UMR, barang yang dipakai pun bermerk tetap belum bisa merasakan bahagia itu seperti apa

Bahagia itu sebenarnya apa sih?

Kalau buat saya, bahagia itu sebuah keputusan. Mau dalam kondisi apapun, kita sendiri yang putuskan, mau bahagia atau tidak. Jalan-jalan sekeluarga, keluar rumah, cuma pengen makan es krim di warung dekat rumah aja, ini udah sebuah kebahagiaan

Bahkan pernah suatu waktu, saat saya dan suami berada pada titik terendah secara ekonomi dalam hidup kami. Uang tinggal 200ribu rupiah, pulang ke Jogja dengan kondisi mobil yang agak rusak. Di tengah saya dan suami sama-sama jobless, anehnya selama perjalanan ke Jogjakarta ini, tidak ada rasa cemas berlebih di diri kami, hanya bermodal pasrah ke Allah. Yakin aja, ada Allah Sang Maha Penolong

Sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Jogja ini, malah kami berdua mengurai banyak hal dalam hidup kami berdua, sharing lebih dekat lagi, dan menata kembali apa yang perlu kami siapkan ke depannya. Perjalanan darat 7-8 jam ini, bisa saya bilang, saat paling bahagia dalam kehidupan rumah tangga saya dan suami, karena di titik ini, di segala keterbatasan yang ada, justru makin menguatkan hubungan kami serta punya pondasi lebih mantap juga mulai saat itu, sekaligus bertumpah rasa syukur luar biasa.

Inilah sebuah momentum yang saya sebut sebagai sebuah kebahagiaan yang amat sederhana. Tanpa balutan kemewahan, tanpa balutan foya-foya

Dan ternyata memang, janji Allah itu benar adanya. Sesampai di jogja, setelah beberapa minggu, suami kembali mendapat pekerjaan, dan kami mendapat surprise dengan kehamilan kedua saya yang sudah berusia 6 minggu. Masya Allah, maafkan Bunda ya Nak, saking berpikir keras segala hal yang Ayah Bunda lalui di Jakarta, jadi bikin gak fokus bahwa ada janin yang sudah mulai berkembang di rahim Bunda

Bahagia itu nyatanya memang begitu sederhana, gak muluk-muluk. Cukup kita yang ciptakan, rawat, dan kembangkan. Buat saya, bahagia itu bernama keluarga. Melakukan hal-hal sederhana bersama keluarga, baik bersama keluarga kecil yang terdiri dari suami dan anak-anak, ataupun keluarga besar bersama Papa Mama Mertua sekeluarga dan juga Mama serta keluarga kakak-kakak saya

Percaya gak percaya, titik ikhlas itu kadang lebih mudah kita capai ketika kita juga membuat sebuah keputusan bahagia. Kalau kita masih ngedumel tentang apapun yang kita jalani dan kita peroleh dalam hidup, acap kali segala sesuatunya pun terasa makin ruwet. Solusi pun akan mudah hadir, ketika kita nyaman dengan diri kita. Nyaman pun ketika kita merasa lega dan bahagia

Sudahkah kita putuskan untuk bahagia hari ini?

12 thoughts on “Bahagia itu Sederhana

  1. sepertinya memang diminta untuk sabar dan tawakal ‘alallah ya mbak. karena sebenarnya Allah itu pasti sudah menyiapkan sesuatu yang terbaik untuk kita. ya kayak mbak yang mendadak tahu kalau hamil anak ke-2 barengan sama suami yang dapet kerjaan lagi.
    subhanallah..

  2. Innaaaaa.. menyenangkan ya mengingat masa yg telah lalu dan imbasnya masih bisa dinikmati sampai hari ini. Akupuunnn, merasakan saling memiliki sbg pasangan justru di saat yg membutuhkan kita berdua berkolaborasi utk naik kelas. Orang liatnya krn kue itu sudah matang dan wangi, padahal saat bikinnya pasti melewati berpuluh kegagalan dan dapur yg acak2an ^_^

  3. Saya juga sering ngalamin nih Mbak. Saat udah mengikhlaskan dan melepas semua kepada Allah, tiba2 dikasih kejutan yang ngga terduga. Sayangnya, saya sendiri sering terlena atau nyalahin keadaan saat sedang “apes”. Padahal Allah sedang menunjukkan jalan yg lebih baik mungkin :’)

  4. Betul, bahagia itu bisa dibuat sederhana jika kita menghendakinya. Kalau dibikin rumit ya jadi rumit.
    Cuma makan sambal lalap sama tempe goreng itu bikin happy banget kalau bisa bersyukur.
    Ya, bahagia bisa sesederhana itu.

Leave a Reply to Aprilely Ajeng Fitriana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *