• Parenting

    Anak Suka Mukul, Salah Siapa?

    Here’s the thing, di kelas anak saya yang kedua, Sasha, ada seorang anak yang rupanya cukup sering melakukan tindakan fisik ke teman-temannya. Seperti yang pernah saya kupas sedikit di tulisan sebelumnya, Children See Children Do, beberapa orang tua sempat melapor ke pihak wali kelas, karena anak-anaknya ada yang dipukul, ditendang, ada juga yang dicekik hingga dicakar. Astaghfirullah, gak sanggup saya membayangkan, anak kelas 1 SD sudah bisa berlaku sedemikian rupa. Tentu saja, Sasha sebagai teman sekelasnya, menjadi salah satu yang terkena imbasnya. Hingga kemarin, saat pulang sekolah, Sasha cerita lagi, “Bunda, tadi aku dipukul lagi sama X”. Maaf nama saya samarkan aja ya, karena gimanapun saya tetap menghargai anak ini,…

  • Blogging & Writing

    Udah Nulis Aja Dulu, Template Pikir Nanti!

    “Bagusss banget blognya” “Kok bisa rapiii?” “Gimana sih ngerubah huruf?” Dann bla bla blaaa, segala macam penasaran ketika otak-atik blog. Iya, saya juga pernah mengalami tahapan itu kok, terutama di awal dulu mulai belajar ngeblog. Alih-alih bikin list atau draft mau posting apa aja, malah sibuk sendiri searching template yang terbaik, pasang copot lagi, searching lagi, eee dapet yang keliatan lebih oke, terusss ganti template lagi. Gituuu aja terus berhari-hari, ampe lupa tadi mau posting apa πŸ˜€ Era itu sudah cukup berlalu buat saya, kalo sekarang malah sampe kadang-kadang malah males aja ngotak-atik template blog. Malah pengen bikin yang simple, sederhana, dan memudahkan ketika orang berkunjung blog atau yang datang…

  • Reflection

    Great Father, Great Leader!

    Pernah melihat sosok pemimpin di sebuah organisasi ataupun kantor, yang memimpin begitu hebatnya, tapi begitu di rumah, penghargaan dari istri maupun anak-anaknya tidak ada sama sekali? Lain halnya cerita sosok lelaki kelahiran Purworejo, 16 Februari 1938 ini, Mariman namanya. Berbekal ijazah SMP, lalu diterima di SMA 3 Jogjakarta atau yang terkenal dengan Padmanaba ini, ia memilih untuk tidak mengambil kesempatan bersekolah di SMA yang terkenal hanya berisi anak-anak dengan otak cemerlang dengan peringkat cukup tinggi tersebut. Ia memilih untuk masuk di sekolah setingkat kejuruan, seperti SMK jaman sekarang, supaya bisa langsung kerja dan mendapatkan penghasilan. Tekadnya cuma 1, menaikkan derajat keluarganya, Ayah dan Ibunya, yang membesarkan di tengah segala kesulitan…