Parenting

Anak-Anak Boleh Nonton Televisi?

Sejak anak-anak kecil, saya dan suami memang sengaja pasang cable tv supaya tidak terkontaminasi acara televisi negeri Indonesia yang kadang sedemikian absurdnya. Entah itu sinetron yang lebay bukan kepalang, acara humor dengan becandaan yang sering kebablasan, ataupun berita-berita korupsi hingga mutilasi yang terpapar bebas jam berapapun tanpa filter.

Satu-satunya acara televisi lokal yang masih kami tonton adalah Net TV. Pertama, karena saya mantan karyawan Trans TV era Mas Wisnutama yang memang brilian dan punya idealisme dalam berkarya, bukan melulu mengejar rating. Kedua, karena memang sebagian besar acaranya lebih banyak edukasi, khas Mas Tama banget lah pokoknya. Hanya di jam-jam tertentu saja, kami sekeluarga nonton Net TV, terutama pagi sebelum anak-anak sekolah, yaitu Indonesia Morning Show. Beritanya ringan, tidak terkontaminasi berita-berita dengan konten vulgar dan sadis.

Menurut hemat saya dan suami acara-acara di stasiun televisi lainnya kuranglah mendidik, maka kamipun memilih cable tv. Selama beberapa tahun terakhir ini, kami menggunakan Indovision atau sekarang beralih namanya menjadi MNCVision.Β Nah, beberapa hari terakhir ini, decoder cable tv yang sudah kami pakai selama hampir 4-5 tahun ini rusak. Lalu segera saja, saya bawa ke kantor MNCVision terdekat. Seperti yang sudah-sudah, saat saya mengganti remote pun, proses cukup cepat. Cukup memberikan saja apa yang rusak, maka langsung diganti saat itu juga.

Saat anak-anak sekolah, kadang saya yoga sambil ditemani beberapa acara di National Geographic, BBC Earth, History, HBO atau Lifetime. Itu saja channel yang paling sering saya tengok.Β Kalo ditanya, sehari nonton tv berapa jam? Walah paling 2-3 jam. Paling banter sekitar 5 jam, itupu malah banyakan tv yang nonton saya, tv nyala sayanya wara-wiri mengerjakan ini itu.

Kalau anak-anak lebih senang dengan konten-konten kartun (ini pun tetap saya saring dengan parental lock), atau kadang mereka ikut nonton acara masak-masak. Otomatis anak-anak nonton tv dalam sehari tidak lebih dari 2 jam. Paling di jam mau berangkat sekolah 15-30 menit, pulang sekolah 30-60 menit. Ya paling di jam-jam itu saja. Selebihnya mereka les musik, main piano di rumah, baca buku, bikin kerajinan seperti origami, dan lain-lain. Ada jam pegang gadget dengan jadwal di hari dan jam tertentu, karena pastinya saya dan suami tetap ingin anak tumbuh sesuai jamannya.

Iya, jaman dimana serba google dan serba cepat segala akses informasi. Mau itu youtube, instagram, ataupun cable tv sekalipun, tinggal bagaimana kita tetap bisa berkomunikasi ke anak-anak dengan bahasa mereka. Karena kalau membatasi 100%, sama saja kita seperti mengurung anak di dalam gua. Yang khawatirnya adalah, ketika lepas dari gua, justru menjadi liar dan tidak terkendali.

Tiap orang tua tentu saja punya pemikiran masing-masing tentang nonton televisi buat anak ini. Pendapat boleh beda, tapi saya yakin kok, orang tua manapun pasti pengen yang terbaik buat anak-anaknya. Ya kan Moms?

 

Terimakasih sudah berkunjung dan komen di blog ini, komen akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil :)

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *