Blogging & Writing

(Akhirnya) Nulis Di Kompasiana

Udah lama banget sebenarnya mengenal platform Kompasiana ini. Maju mundur cantik aja tiap mau nulis disini. Entah, saya merasa tiap membaca para penulis di Kompasiana ini kelihatan kritis & penuh analisa tinggi. Cerdas gitu berbahasanya. Lah sementara saya? Nulis di blog aja, masih sering dengan bahasa gaollll dan seringkali random arah penulisannya 😀

Singkat kata, gak berani aja gitu kalo mau nulis di Kompasiana. Semacam terlalu tinggi dari radar saya. Hingga di oktober 2018, saya putuskan atau lebih tepatnya memberanikan diri untuk membuat akun di Kompasiana. Ini pun beberapa bulan sebelumnya saya berusaha untuk membuat akun, tapi selalu gagal. Ketika saya baca di beberapa artikel, ada kendala memang di sistem servernya. Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya di oktober itu saya berhasil membuat akun.

Setelah bikin langsung nulis? Ya enggak sih, masih bingung gitu mau nulis apa ya? Apa bedanya dengan tulisan di blog ini nantinya? Kebanyakan nyari formula yang pas, malah bikin gak nulis-nulis 😛

Barulah ketika bulan maret 2019 ini, saya mulai menulis. Ini pun belum yang berat-berat seperti konten yang banyak ada di Kompasiana. Bahkan suami setelah baca artikel pertama saya sempat komentar, “Bunda gak nulis tentang politik?

Haduh, nulis tentang politik? Antara males dan males banget ini mah. Meski lulusan dengan title SIP, Sarjana Ilmu Politik, dan dulu jaman SMA tiap debat di sekolah selalu berkoar-koar dan paling semangat kalo bicara politik, tapi makin kesini kok males aja nulis politik. Karena saya gak mau makin memperuncing kondisi jelang Pilpres yang saat ini memang sudah panassss!

14 Maret 2019, ini saat pertama saya menulis di Kompasiana, lebih ke sharing pengalaman saat handle talkshow di radio, saya korelasikan dengan talkshow yang berlangsung di media televisi dan beberapa channel youtube. Gak disangka, tulisan pertama yang saya sendiri merasa gak pede ini, ternyata masuk jadi salah satu Artikel Utama di Kompasiana. Yaahh, tau gitu bikin judul yang lebih bombastis! :Nah, ini linknya kalau pengen baca, kalau gak juga gakapapa 😀 https://www.kompasiana.com/innapoer/5c89af887a6d8808dc628ef5/talkshow-adakah-saling-menghargai-di-dalamnya

Artikel Perdana di Kompasiana

Lalu di tanggal 16 maret 2019, tepatnya pagi tadi, saya menulis lagi, karena sebenarnya ini curhatan cukup lama, atau lebih tepatnya keprihatinan yang sudah lama saya amati & rasakan, yaitu tentang kurikulum & sistem pendidikan di Indonesia. Maka lahirlah tulisan berjudul. “Ganti Menteri, Ganti Kurikulum?”. Gak disangka juga, beberapa menit setelah tayang, ada notifikasi masuk, kalau tulisan tersebut masuk sebagai Artikel Pilihan Editor.

Artikel Kedua, Masuk Sebagai Artikel Pilihan

Masya Allah, gak nyangka aja. Saya yang kadang masih gak aware dengan tanda baca, ataupun kata-kata baku sesuai EYD, yang kadang masih gak pede dengan tulisan sendiri, karena merasa masih banyak kurangnya, dengan apresiasi sederhana terpilih berturut-turut sebagai artikel utama dan pilihan di Kompasiana, ini membuat saya makin yakin bahwa menulis adalah salah satu *nyawa* di dalam diri saya, yang patut untuk diperjuangkan.

Sekarang berarti, tinggal membagi kategori & nyawa menulisnya aja. Kalau yang cukup serius ataupun sesuatu yang viral, maka letaknya adalah di Kompasiana, sementara sesuatu yang kaitannya sama hati, serba curcol-curcol, tentulah di blog ini tempat menulisnya. Nah, teman-teman suka dengan tulisan yang tipe serius kritis atau serba curhatan nih?

 

Istantina atau lebih dikenal sebagai innaistantina, A Lifestyle Blogger asal Jogjakarta. Selain menulis, motret & yoga adalah hobby yang digelutinya. Kenali lebih dekat melalui IG: @innaistantina

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *