Perempuan itu bernama, Iswandari

Sabtu, 10 Maret 2018, saat sholat dhuhur di rakaat ke-2, saya mendengar ibu menerima telpon, dan gak butuh waktu lama, beliau terdengar menangis. Bukan hanya tersedu, tapi juga menangis cukup keras. Saya pun mempercepat sholat, karena hati ini makin tak tenang. Ya, selama semingguan terakhir, entah kenapa perasaan saya gak nyaman sama sekali. Dan sabtu siang ini, terjawab lewat tangisan ibu saya

“Na, Mbak Ririn Na…”, begitu ucap Ibu dengan masih terisak cukup histeris. Belum sempat saya bertanya, Ibu bilang, “Mbak Ririn kecelakaan, terus meninggal”. Seketika dunia terasa berhenti beberapa saat, sama seperti ketika saya berada di ruang ICU Rumah Sakit MMC beberapa tahun lalu, saat kakak pertama laki-laki saya juga mendadak meninggal dunia di usia hampir 41 tahunContinue reading

Kapan Nikah?

“Alkisah, puluhan tahun lalu, di sebuah kota kecil bernama Bumiayu. Seorang lelaki usia mapan tertarik dengan seorang gadis desa yang akan segera lulus dari sekolah menengah pertama. Hanya melalui beberapa kali dialog singkat, lelaki asal Purworejo itu langsung menemukan kemantapan dan dengan penuh percaya diri meminang gadis yang masih berusia …

Lebaran, Harus (Perlu) Baju Baru?

“Baju baru, Alhamdulillah Tuk dipake di hari raya Tak ada pun, tak apa-apa Masih ada baju yang lama” Buat generasi 90-an, pasti tau banget lirik lagu barusan ya? Dan selama ini, gimana kita bisa aplikasikan dalam kehidupan kita? Meski nih ya, misal kita memang sudah hidup cukup berlimpah, gaji lumayan, …

Hidup tanpa ART

Sejak kecil, bahkan sejak saya di dalam kandungan ibu saya, tidak pernah tidak punya yang namanya ART, asisten rumah tangga. Apa-apa sudah tersedia dengan mudah, mau makan tinggal makan, gak usah mikir belanja atau masak dulu. Mau pake baju tinggal pake baju, gak perlu pusing dengan cucian & setrikaan setumpuk …

My Home

Setelah menikah selama hampir 12 tahun, Alhamdulillah mendekati akhir tahun 2017, saya dan suami *akhirnya* punya rumah sendiri. Kenapa menunggu begitu lama? Klise alasannya, karena budget. Dan ketika ada rejeki demi rejeki sudah terkumpulpun, kami pun memutuskan untuk cari rumah sendiri Banyak orang bilang, “buruan beli rumah pas anak masih …